Di sebuah desa, hiduplah seorang Bapak yang miskin dan anak perempuannya yang tinggal di sebuah rumah gubuk yang reyot.
PODCAST
Istrinya telah lama meninggal dunia.
Setiap hari, sang Ayah mencari uang dengan mengumpulkan botol bekas, lalu menjualnya.
Dengan pendapatannya yang kecil, sang Ayah hanya bisa memenuhi kebutuhan pokok mereka saja dan hidup dalam tidak berkecukupan.
Satu- satunya hal yang menghiburnya adalah gadis kecilnya yang cantik dan patuh padanya.
Setiap kali dia pulang bekerja, putrinya akan langsung berlari ke arahnya dan tanpa ragu mencium wajahnya, meskipun tubuhnya sangat kotor dan berdebu.
Suatu hari, gadis kecil itu bertanya: “Ayah, kapan hari ulang tahunmu?”
Sang Ayah terdiam dan merenung sejenak. Ia tidak pernah mengingat hari ulang tahunnya, bahkan umurnya.
Namun, agar tidak mengecewakan sang putri, Ayah pun menjawab:
“Tanggal 5 Mei, Nak.”
Sang putri pun sangat senang dengan jawaban Ayahnya ini. Setiap hari, ia berpikir keras tentang kado Ayahnya. Dengan uang sakunya yang sangat sedikit, ia pun mulai menabung dan akhirnya berhasil membeli selembar kertas tebal yang indah. Dengan potongan-potongan krayon yang ditemukannya dari hasil memungut sampah, ia pun menggambar kertas itu dengan berbagai dekorasi menarik, lalu membentuknya menjadi sebuah kotak.
Tepat tanggal 5 Mei, putrinya menyambut Ayahnya yang baru pulang bekerja dengan kecupan dan kotak hadiah yang sangat indah tersebut. Ayahnya sangat terharu karena ia melihat kotak tersebut telah dihias dengan indahnya. Namun saat ia membukanya, ia agak heran karena isinya kosong. Ia bertanya:
“Apa ini Nak? Kok isinya kosong?”
Gadis kecilnya itu menjawab dengan polosnya:
“Ini nggak kosong kok Yah! Aku menghias kotaknya dan mengisinya dengan kecupanku selama berhari-hari! Kecupan ini, pasti cukup buat Ayah sampai Ayah tua nanti!”
Ayahnya tersenyum dan merasa agak geli mendengar hal ini.
“Makasih ya Nak! Kamu isi banyak sekali kotak ini dengan kecupanmu! Kotak ini berharga sekali buat Ayah!”
Begitulah, sang Ayah menyimpan kotak ini dengan hati-hati di rumah mereka. Gadis kecil itu tertawa senang setiap kali Ayah membuka kotaknya sepulang kerja, berpura-pura mengambil sesuatu dari sana, lalu menempelkannya ke pipi atau dahinya sendiri, seolah-olah berusaha menempelkan kecupan putrinya.
Bertahun-tahun kemudian, gadis kecil itu telah tumbuh dewasa menjadi gadis yang sangat cantik dan cerdas. Berkat kerja kerasnya, gadis itu berhasil mendapatkan beasiswa dan kuliah di luar negri. Ayahnya yang merindukannya selalu membuka kotak kecupan putrinya dan mengingat wajah putrinya yang tertawa dan tersenyum setiap kali ia melakukan hal itu.
Nasib telah mempertemukan gadis itu dengan seorang pria baik di luar negri. Mereka menikah dan menetap disana. Walaupun sang gadis telah memohon agar Ayahnya tinggal bersama mereka, namun Ayahnya menolak dan merasa lebih tenang menjalani masa tua di kampung halamannya. Ia berkata pada putrinya lewat telepon:
“Kamu tidak usah khawatir. Ayah bisa menjaga diri. Kehidupanmu disana juga tidak mudah, dan Ayah tidak mau menambah beban hidupmu. Ekonomi kan lagi susah! Tenang saja, kan Ayah masih punya stok kecupanmu di dalam kotak itu.”
Putrinya tertawa mendengar hal ini.
“Hehehe,,,, Ayah, masih simpan ya? Sudah Yah, dibuang saja, kotak itu kan sudah lusuh dan kotor!”
Tapi Ayahnya tidak mau membuangnya. Ia masih membuka kotak itu setiap hari dan merasakan kecupan hangat putrinya di dahi atau di pipinya. Di hari tuanya, ia merasa sangat bahagia dan tidak menginginkan apapun lagi.
Apakah Anda pernah mendapatkan hadiah seperti Ayah dalam kisah ini? Perbuatan tulus dan kasih sayang yang besar dari orang lain, tidak dapat diukur nilainya dengan uang maupun barang.
Jika Anda terus menghargai dan menjaga hal tersebut, pada akhirnya nanti, hal ini akan menciptakan kedamaian dan kebahagiaan yang tiada taranya untuk Anda. Beruntunglah Anda yang mendapatkan hadiah seperti itu!
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
