Ada dua orang anak kecil yang bersahabat, Boni dan Lisa. Karena rumahnya yang saling berdekatan, mereka berdua selalu bermain bersama.
PODCAST
Suatu hari saat perayaan tahun baru, keduanya sama-sama mendapatkan permen dan coklat yang cukup banyak dari orang tua mereka.
Karena sudah bersahabat dekat, mereka pun setuju untuk saling bertukar permen dan coklat-coklat itu.
Namun, diam-diam, Lisa berbuat curang. Dia menyimpan beberapa permen dan coklat terbesar yang dia dapat, dan tidak memberikannya pada Boni.
Sementara Boni memberikan semua permen dan coklatnya kepada Lisa.
Pertukaran pun selesai dan kedua bocah itu pulang ke rumahnya masing-masing.
Mereka perlahan-lahan memakan permen dan coklat-coklat itu dalam beberapa hari.
Boni merasa semua permen dan coklat yang ia terima dari Lisa rasanya sangat enak. Dalam hati, ia merasa tidak enak hati karena telah menukar coklatnya yang mungkin rasanya tidak seberapa itu dengan Lisa. Ia pun menyisakan beberapa permen dan coklat yang ukurannya lebih besar, untuk dikembalikan pada Lisa, agar temannya itu juga bisa mencicipinya.
Di sisi lain, Lisa juga telah memakan habis semua permen milik Boni. Dalam hati, ia merasa senang karena telah merasa pintar, tidak memberikan semua permen dan coklatnya pada Boni. Ia bahkan curiga mungkin Boni juga telah melakukan hal yang sama seperti dirinya, menyimpan coklat yang terbaik untuk dirinya sendiri.
Keesokan harinya, Boni berkunjung ke rumah Lisa.
“Liii—-saaa!! Ini lihat! Saya bawa apa!”
Lisa berlari mendekati temannya itu. Dengan tercengang, ia melihat Boni membawa sekantung permen dan coklat besar-besar miliknya yang telah ia tukar dengan temannya itu. Di tangannya yang lain, Boni bahkan membawa sekotak kue nastar kesukaan Lisa.
“Boni! Kok kamu mengembalikan permen dan coklat saya? Kenapa? Apa rasanya nggak enak? Terus, kok bawa-bawa kue nastar segala?”
Boni menjawab sambil tersenyum.
“Lisa, coklat dan permen kamu enaaakkkk banget!! Saya nggak tega menghabiskan semuanya sendirian, kamu juga mesti coba deh!! Enaaakkkk banget!!! Jadi saya sisakan beberapa buah yang paling besar untuk kamu coba! Dan ini, kue nastar bikinan mamaku. Nastar kue kesukaanmu kan? Mamaku bilang, ini sebagai tanda terima kasih atas permen dan coklat-coklatmu yang enak itu!”
Lisa benar-benar kaget dan malu mendengarnya. Ia tidak menyangka temannya sangat baik hati dan tidak egois, dan ia merasa sangat malu karena telah mengkhianati kepercayaan Boni. Ia pun segera memeluk temannya itu sambil berbisik,
“Boni! Kamu temanku yang paling baik!! Maafkan saya yang egois ini ya! Saya sangat beruntung jadi temanmu!”
Boni mendengar perkataan temannya itu dengan heran, tapi tidak bertanya lebih lanjut. Dalam hati, Lisa pun berjanji pada dirinya sendiri agar tidak pernah curang lagi, dan akan selalu menjaga kepercayaan Boni dengan sekuat tenaga.
Mendapatkan kepercayaan dari seseorang adalah sangat tidak mudah. Hal ini tidak dapat dibeli dengan uang, berapapun harganya. Jika Anda telah memiliki kepercayaan dari seseorang, jagalah hal itu baik-baik dan hargailah selalu, karena jika Anda telah kehilangan hal itu, Anda tidak akan dapat meraihnya kembali.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu


