Budi Pekerti

PODCAST Ketergantungan

Di tepi sebuah hutan, dua pria sedang berlari pontang-panting sambil berteriak-teriak minta tolong. Rupanya mereka sedang dikejar-kejar oleh seekor serigala liar yang kelaparan. Teriakan mereka didengar oleh seorang pemburu, yang bergegas datang dan menembak si serigala tepat sebelum binatang buas itu menerkam.

PODCAST

Kedua pria itu, sangat bersyukur bisa lolos dari maut. Kelelahan, mereka diundang si pemburu untuk beristirahat di rumahnya, yang terletak tidak jauh dari sana.

Setiba dirumah si pemburu, mereka menceritakan asal-usul diri mereka masing-masing. Ternyata, pemuda yang satu adalah seorang pedagang beras dan minyak. Sementara yang lainnya adalah seorang peternak.

Si pemuda pedagang beras berkata: “Bapak, sebagai tanda terima kasih, sebulan lagi saya akan datang kesini dengan segerobak beras dan minyak goreng, untuk mencukupi kebutuhan keluarga Bapak selama tiga bulan.”

Si pemuda kedua yang adalah peternak mendengar hal ini, dan tidak mau kalah.

“Bapak, sebagai balas budi, saya juga akan datang kesini sebulan lagi dengan beberapa ekor angsa, telur, keju dan mentega olahan, untuk mencukupi kebutuhan keluarga Bapak selama tiga bulan!”

Si pemburu sangat senang mendengar hal ini. Setelah kedua pemuda itu pulang, ia berkata dengan gembira pada istrinya:

“Istriku, sebulan lagi kita akan berkelimpahan bahan makanan dan persediaan. Sepertinya kita tidak perlu lagi terlalu bekerja keras sekarang, keluarkan saja simpanan makanan kita dan nikmati itu dulu, supaya tidak mubazir!”

Singkat cerita, sebulan telah berlalu, dan seluruh persediaan makanan si pemburu telah habis. Dengan harap-harap cemas si pemburu menunggu kedatangan pemuda peternak dan pedagang, namun mereka tak kunjung datang.

Saat akhirnya pemuda peternak dan pedagang datang tiga bulan kemudian dengan makanan yang dijanjikan, mereka terkejut melihat si pemburu di rumahnya telah terbaring lemah dan sendirian.

Si pemuda pedagang berkata: “Pak! Aduh, apa yang terjadi?! Maaf saya datang terlambat! Desa saya tertimpa bencana kekeringan hingga panen gagal total. Ini beras dan minyak yang saya janjikan dulu, tidak banyak, namun mohon diterima.”

Sementara si pemuda peternak juga terburu-buru meminta maaf.

“Saya juga minta maaf, Pak! Di desa saya terjadi tanah longsor, dan jembatan rusak, sehingga saya menunggu jembatan diperbaiki baru bisa datang kemari.”

Si pemburu menatap kedua pemuda itu dengan sedih dan lesu.

“Terima kasih banyak…. Kalian akhirnya datang juga. Tapi semua pemberian ini sekarang sudah tidak ada gunanya. Karena yakin akan mendapatkan bahan makanan, kami menghabiskan semua persediaan makanan dalam waktu singkat dan saya bersantai-santai dan tidak berburu. Setelah sebulan berlalu, kami kehabisan makanan dan mulai kelaparan. Istri saya dengan cepat jatuh sakit hingga meninggal. Sementara saya bertahan sedikit-sedikit dengan berburu binatang-binatang kecil, namun hasrat hidup saya telah pupus semenjak istri tercinta saya meninggal…”

Kedua pemuda itu pun sangat bersedih mendengar cerita si pemburu. Namun, mereka tidak dapat melakukan apa-apa selain menghiburnya.

Terbiasa menggantungkan diri pada segala pemberian, bantuan, atau belas kasihan dari orang lain disertai hidup bermalas-malasan, adalah sikap hidup yang tidak baik dan dapat berakibat fatal.

Tidak peduli bagaimanapun keadaan kita, berusahalah untuk selalu bertanggung jawab pada hidup kita sendiri dengan baik.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan video kami:

Youtube ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan
Dailymotion ☛ https://www.dailymotion.com/ntdkehidupan

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu