PODCAST
Pada suatu masa peperangan, hiduplah seorang tabib, yang ditugaskan ke medan perang.
Ketika pertempuran terjadi, siang malam, ia akan bekerja merawat para tentara yang terluka.
Setelah sembuh, para tentara itu akan kembali ke medan perang, dan kembali lagi dalam keadaan terluka, atau tidak bernyawa.
Setelah melihat skenario yang berulang, mentalnya mulai jatuh.
Ia bertanya pada dirinya sendiri: “Jika ilmu yang saya miliki berguna, jika obat saya bisa memberi kesembuhan, lalu mengapa mereka semua harus kembali dalam keadaan terluka atau mati? Apa arti semua usaha yang saya lakukan selama ini? Untuk apa saya melakukan semua ini?”
Ia pun berhenti menjadi tabib perang dan pergi ke gunung, untuk mencari nasihat dari orang bijak disana.
Ia bertemu dengan seorang pertapa di atas gunung, dan pertapa itu memintanya untuk tinggal dengannya selama beberapa waktu.
Satu bulan kemudian, dia turun gunung dan kembali menjadi tabib perang.
Kali ini ia bahkan bekerja dan berusaha menyembuhkan para tentara dengan lebih giat lagi.
Ia telah menemukan jawaban atas pertanyaannya,
yaitu: “Karena saya adalah seorang tabib.”
Seringkali kita merasa lelah menjalani rutinitas atau mengemban tanggung jawab yang harus kita lakukan setiap hari. Jika suatu hari Anda bertanya, “Mengapa saya harus mengemban tanggung jawab sebesar ini?” Ingatlah bahwa ada alasan Tuhan memberikan Anda tanggung jawab tersebut, Anda terpilih untuk mengemban tanggung jawab sebesar itu, karena Anda mampu.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.


