Ada seorang koki muda, dia baru saja lulus sekolah masak, Dan kini dia mulai menjadi koki restoran.
PODCAST
Dia memasak dan menggunakan resep terbaiknya untuk memasak masakan terenak.
Namun dia menerima keluhan dari konsumennya, yang berkata bahwa masakannya kurang asin.
Kemudian koki ini menambah garam pada masakannya, namun kini dia menerima keluhan dari konsumen yang berkata bahwa masakannya kurang manis dan terlalu asin.
Jadi selanjutnya dia menambah gula dan mengurangi garam dalam masakannya.
Kemudian dia menerima keluhan lagi, kali ini konsumennya mengatakan bahwa masakannya terlalu manis.
Begitulah seterusnya, dia terus menerima keluhan atas rasa masakannya,
dan setiap kali dia mengubah takaran bumbu masakannya, dia selalu menerima keluhan baru.
Pada akhirnya, sambil mempertimbangan keluhan dari konsumennya, dan instingnya sebagai koki, ia pun membakukan sebuah resep dan takaran bumbu terbaiknya untuk memasak, dan tidak mengubahnya lagi.
Satu dua keluhan masih tetap ada, namun yang memuji bahwa masakannya enak juga ada dalam jumlah banyak.
Seperti itulah hidup, setiap orang memiliki selera dan kriteria yang berbeda-beda, tidak mungkin kita bisa memenuhi keinginan semua orang.
Mau mendengar dan menerima kritikan adalah baik, namun kita tetap harus ingat, tidak mungkin kita bisa memuaskan keinginan semua orang.
Di sisi lain, kita harus siap menerima, sebaik apapun yang kita lakukan, kita masih mungkin akan menerima kritikan.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
