Di sebuah toko, seorang bocah kecil menggeser sebuah kotak kayu, kemudian dia naik ke atasnya, dan menggunakan telepon umum.
PODCAST
Dia mulai menelepon kemudian berkata:
“Maaf nyonya, saya sedang mencari pekerjaan, boleh saya bekerja menjadi pelayan di rumah Anda?”
Suara di ujung lain telepon menjawab:
“Oh, maaf, sudah ada orang yang membantu saya melayani di rumah.”
Bocah itu berkata lagi:
“Tapi nyonya, saya bersedia dibayar lebih murah daripada pekerja nyonya yang sekarang.”
Suara di telepon menjawab:
“Tidak nak, saya rasa, saya sudah membayar jumlah yang layak kepada pekerja saya yang sekarang, hasil pekerjaannya sesuai dengan jumlah yang saya bayar.”
Bocah itu berkata:
“Tapi, saya pelayan yang sangat rapih nyonya! Nyonya pasti puas dengan hasil pekerjaan saya.”
Suara di telepon menjawab:
“Tidak nak, terima kasih, saya sudah puas dengan hasil pekerjaan dari pekerja saya yang sekarang.”
Bocah itu kemudian berkata:
“Baiklah nyonya, terima kasih atas waktunya.”
Dan kemudian dia menutup teleponnya.
Si pemilik toko mendengar percakapan bocah tadi di telepon, dia berkata kepada bocah tersebut:
“Nak, kamu tampak sangat baik dan sangat bersemangat, bagaimana kalau kamu bekerja di toko saya saja?”
Bocah itu menjawab:
“Tidak tuan, terima kasih, saya sudah punya pekerjaan. Sebetulnya, sayalah yang bekerja menjadi pelayan di rumah nyonya tadi, saya hanya ingin mengetahui hasil pekerjaan saya saja.”
Jangan pernah terlena dan puas dengan hasil pekerjaan kita saat ini, selalu ada aspek yang bisa dan harus ditingkatkan.
Karena itu jangan pernah berhenti belajar untuk menemukan kekurangan dalam diri sendiri, dan kemudian memperbaikinya.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
