Ada seorang pengusaha sukses yang memiliki seorang putri, bernama Novi, yang malas dan boros.
Sang Ayah yang melihat sifat buruk putrinya itu, ingin memberi pelajaran untuk menghargai sesuatu.
PODCAST
Jadi suatu hari, ia berkata pada putrinya:
“Novi, mulai sekarang, kamu hanya akan mendapat makan malam, jika kamu berhasil mendapatkan uang di siang hari, berapapun jumlahnya.”
Awalnya putrinya menolak, namun karena melihat sikap Ayahnya yang serius, ia pun terpaksa menjalankan perintah Ayahnya.
Keesokan harinya, sang putri menemui Ibunya dan berkata:
“Ibu, bolehkah saya minta uang?”
Sang Ibu menjawab:
“ Boleh nak, perlu berapa? Dan untuk apa?”
(Novi): “Beberapa keping uang logam saja Bu.” Lalu kemudian ia menceritakan tentang apa yang dikatakan oleh Ayahnya.
Karena merasa kasihan, Sang Ibu lalu memberi putrinya beberapa keping uang logam padanya.
Malam harinya, Novi berkata kepada Ayahnya:
“Ayah, lihat! Nih,,,saya berhasil mendapatkan uang, jadi bolehkah saya makan di malam ini?”
Ayahnya bertanya: “Berapa banyak uang yang kamu dapatkan nak?”
(Novi): “Hanya beberapa keping uang logam saja Ayah.”
(ayah): Oh, ya sudah, lemparkan saja semua uang logam itu ke dalam sumur di belakang rumah, dan kembalilah kemari untuk makan malam.
Novi pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Ayahnya, ia melempar semua uang logam yang diberikan Ibunya, ke dalam sumur.
Setelah itu, ia kembali lagi ke ruang makan dan Ayahnya bertanya lagi:
“Nak, kamu benar-benar membuang semua uang logam itu?”
(Novi): “Ya Ayah, sesuai permintaan Ayah.”
(Ayah): “Baiklah, sekarang coba ceritakan pada Ayah, bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan uang itu?”
Novi kemudian menceritakan, bahwa ia mendapatkan uang tersebut dari Ibunya.
Ayahnya tidak bertanya lagi, dan mereka menikmati makan malamnya.
Kemudian ia menjelaskan pada istrinya tentang pelajaran yang ia berikan pada putri mereka dan sang istri pun setuju.
Keesokan harinya, Novi kembali menemui Ibunya dan meminta uang, namun kali ini Ibunya menolak dan tidak memberikan uang padanya.
Namun, putri ini tidak kehabisan akal, ia lalu pergi menemui Neneknya dan berkata:
“Nek, boleh saya minta uang, beberapa keping uang logam saja?”
Tanpa banyak bertanya, sang Nenek kemudian memberikan beberapa keping uang logam padanya.
Jadi malam itu di meja makan, Novi berkata pada Ayahnya:
“Ayah, hari ini saya berhasil mendapatkan uang lagi!” Sambil menunjukkan beberapa keping uang logam di tangannya.
Ayahnya berkata: “Oh, lemparkan saja semua uang logam itu ke dalam sumur, di belakang rumah kita.”
Novi menjawab: “Baiklah Ayah.” Kemudian ia melemparkan lagi uang logam itu ke dalam sumur.
Ayahnya bertanya lagi:
“Coba ceritakan kepada Ayah, bagaimana kamu bisa mendapatkan uang itu?”
Novi menceritakan bahwa ia mendapatkan uang logam tersebut dari Neneknya.
Keesokan harinya, sang Ayah menemui Ibunya, dan mengatakan maksud serta pelajaran yang ingin ia berikan kepada putrinya.
Nenek itu paham, dan setuju, kalau cucunya memang harus memahami pelajaran tersebut.
Akhirnya, Novi menemui Neneknya lagi untuk meminta uang, namun kali ini, Neneknya tidak mau memberinya uang sedikitpun.
Kali ini, Novi menjadi bingung, ia berpikir harus kemana lagi mencari uang?
Saat pulang ke rumah, ia berjalan ke sekeliling komplek rumahnya dan bertanya apakah ada orang yang bersedia memberinya uang
Tidak jauh dari rumahnya, ada tetangga yang rumahnya di tumbuhi rumput tinggi, lalu tetangga itu berkata kepadanya:
“Baiklah Novi, Bapak akan memberimu uang, tapi kamu harus membantu saya memotong rumput di halaman ini. Bagaimana Novi, apakah kamu setuju?”
Novi pun setuju, kemudian ia memotong rumput di depan rumah tetangganya tersebut sampai selesai dan berhasil mendapatkan beberapa keping uang logam.
Ia merasa kelelahan karena bekerja di bawah terik matahari, namun ia tersenyum bangga ketika melihat uang yang ada di genggaman tangannya.
Saat makan malam dimeja makan, ia berkata kepada Ayahnya:
“Ayah, lihat,,,hari ini saya berhasil mendapatkan uang lagi!”
Ayahnya kembali berkata: “Lemparkan saja nak uang itu ke dalam sumur!”
Namun kali ini Novi menolak dan berkata:
“Hah! Apa maksud Ayah? Mengapa saya harus melemparkan uang ini ke dalam sumur?”
Ayahnya terkejut, lalu kemudian bertanya lagi:
“Oh, kenapa kali ini kamu tidak mau melemparkannya?”
(Novi): “ Maaf Ayah,tapi dengarkan saya dulu ya,,,untuk mendapatkan uang ini, saya harus bekerja memotong rumput, rasanya sangat melelahkan dan juga kepanasan. Jadi, bagaimana mungkin saya mau begitu saja melemparkan uang ini ke dalam sumur?”
Sang Ayah lalu tersenyum dan berkata:
“Hahahahaha,,,bagus!” Ternyata sesuatu yang kamu dapatkan dari perjuangan, terasa sangat berharga ya?
Novi pun mengangguk setuju.
Ayahnya melanjutkan: “Kemarin kamu rela begitu saja melemparkan koin-koin yang kamu dapatkan, karena kamu tidak perlu berjuang keras untuk mendapatkannya. Kali ini berbeda, kamu harus berjuang keras terlebih dahulu, dan itulah sebabnya kamu lebih bisa menghargai koin-koin itu.
Segala yang kita miliki sekarang adalah hasil perjuangan keras dari Kakek, Nenek, Ibu dan Ayah juga.
Dan ingatlah Novi, Ayah bukannya pelit, namun Ayah hanya ingin memberikan sebuah pelajaran hidup untukmu, supaya kamu bisa belajar untuk menghargai segala yang kamu miliki sekarang, bisa berhemat dan tidak menghambur- hamburkannya begitu saja.
Novi kemudian mengerti, ia berjanji untuk selalu ingat dan menjalankan pesan dari Ayahnya tersebut.
Untuk meraih sebuah kesuksesan membutuhkan upaya serta perjuangan yang keras, maka dari itu, jika Anda telah berhasil meraihnya, ingatlah selalu untuk menghargainya dan menggunakannya dengan sebaik- baiknya.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu


