Tag: nilai

  • Cerita Rakyat India: Keserakahan Menyebabkan Lebih Banyak Kerugian

    Cerita Rakyat India: Keserakahan Menyebabkan Lebih Banyak Kerugian

    Kisah Angsa Emas adalah salah satu dari banyak cerita rakyat tradisional India dengan pelajaran moral.

    Diwariskan oleh nenek yang bijak, kisah-kisah ini membantu menanamkan nilai-nilai kebajikan dalam generasi penerus anak-anak India.

    Selama berabad-abad, orang tua telah bergulat dengan pertanyaan tentang cara terbaik untuk membesarkan anak-anak yang berperilaku baik. Dari semua gaya pengasuhan, mungkin yang paling tidak menyakitkan adalah cara nenek India kita menanamkan nilai dan kebajikan kepada generasi mendatang, dengan menceritakan cerita rakyat dengan pelajaran moral.

    Menetapkan aturan hanya sejauh ini dalam membangun perilaku yang benar, karena “aturan dimaksudkan untuk dilanggar”. Bahkan ketika kita menyadari bahwa sebagian besar aturan dan batasan adalah untuk keuntungan kita sendiri, kita sering melihatnya sebagai pil pahit yang menghilangkan kesenangan hidup.

    Seni mendongeng tradisional bisa sama memuaskannya dengan permen lolipop bagi seorang anak. Banyak pelajaran dapat dipetik melalui kisah penuh warna yang akan dikenang seumur hidup, dan dengan demikian selalu ada untuk membantu seseorang membedakan yang benar dari yang salah dan yang baik dari yang buruk.

    Melalui menceritakan sebuah cerita, ada nilai yang dapat dipelajari anak sehingga dapat mengubah perilaku dan mematuhi aturan secara sadar. Alih-alih menetapkan batasan yang ketat, sebuah cerita menunjukkan nilai perilaku yang baik dan konsekuensi dari perilaku buruk. Adegan-adegan yang hidup muncul dalam imajinasi untuk mengarahkan bagaimana seharusnya berperilaku.

    Tidak seperti daftar aturan, orang dari segala usia suka mendengarkan cerita. Jika memiliki nilai moral, maka dengan cepat diadopsi karena mudah untuk mengenali bagaimana itu akan bermanfaat bagi kita. Selain itu, alih-alih kita dicap cerewet karena mengingatkan orang lain tentang tanggung jawab mereka, ceritanya mungkin diterima dengan sangat baik sehingga Anda akan diminta untuk mengulanginya.

    Jika Anda ingin mengajari anak Anda kebiasaan baik dan konsep moral, cobalah luangkan waktu untuk mereka. Dalam serial ini, kami akan menceritakan kembali beberapa cerita rakyat tradisional India dengan pelajaran moral. Dua yang pertama berasal dari kumpulan Jataka Tales yang terkenal, dan berfokus pada keserakahan.

    Angsa Emas

    Dahulu kala, seorang wanita miskin tinggal bersama dua putrinya di sebuah kota. Menderita kemiskinan, mereka selalu lapar dan hidup tidak bahagia. 

    Di sebuah kolam dekat rumahnya, berdiam seekor angsa baik dengan bulu emas yang indah. Setelah mengetahui tentang penderitaan wanita dan kedua putrinya, ia merasa kasihan.

    Bulu emas mungkin tampak seperti harta yang cukup, tetapi dikuasai oleh keserakahan seseorang dapat menghancurkan sumbernya. (Gambar: Victoria Emerson via pexels)

    Terinspirasi untuk meringankan penderitaan mereka, angsa mau mengorbankan beberapa bulu emasnya untuk keluarga itu. Jika sang ibu menjualnya, mereka akan menghasilkan cukup uang untuk membuat anak perempuannya dan dirinya sendiri merasa nyaman dan cukup makan.

    Dengan pemikiran ini, angsa emas terbang ke rumah wanita malang itu. Ketika sang ibu melihat angsa itu, mengira dia menginginkan makanan, dia mengatakan dengan menyesal bahwa dia tidak punya apa-apa untuk ditawarkan.

    Angsa yang welas asih menjawab, “Saya ingin membantu Anda. Saya akan menjatuhkan salah satu bulu emas saya sehingga Anda dapat menjualnya di pasar dan menikmati hidup yang bebas dari kemiskinan.”

    Wanita miskin itu sangat berterima kasih. Itu seperti jawaban atas doanya, dengan angsa yang secara teratur menjatuhkan bulu di rumah mereka untuk menjaga keluarga tetap sehat dan bahagia. Menjual bulu emas untuk mendapatkan uang banyak, mereka dapat menjalani kehidupan tanpa beban, dan ini berlangsung untuk sementara waktu.

    Namun, suatu hari, sang ibu menjadi serakah, dan bertanya-tanya mengapa mereka harus menunggu angsa menjatuhkan bulunya satu per satu. Dia membayangkan betapa kayanya mereka jika mereka mendapatkan semua bulu emas sekaligus.

    Ketika dia memberi tahu putrinya tentang keinginannya tersebut, kedua putrinya mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak akan pernah menyakiti angsa emas. Tanpa mempedulikan larangan mereka, sang ibu menjawab, “Apa yang akan terjadi jika angsa emas itu lenyap dan tidak datang lagi? Itu akan membuat kita kembali dalam kemiskinan.” Jadi dia memutuskan untuk merebut semua bulu emas angsa itu saat muncul lagi.

    Benar saja, kali berikutnya angsa emas memasuki rumahnya, wanita serakah itu menangkap angsa itu dan mencabut semua bulunya. Tapi ternyata, bulu-bulu itu langsung berubah menjadi bulu ayam abu-abu kusam.

    Sedih karena keegoisan dan ketidaksabaran ibu tersebut, angsa itu berkata kepadanya: “Wanita yang malang, saya datang ke sini untuk membantu Anda karena belas kasih, dan membebaskan Anda dari kemiskinan dengan bulu-bulu saya. Alih-alih mensyukuri pemberianku, kamu malah menyakitiku untuk memuaskan keserakahanmu. Sekarang saya akan pergi, dan Anda tidak akan pernah menerima bulu emas lagi.”

    Wanita itu meminta maaf sambil menangis, tetapi sudah terlambat untuk menyesal. Angsa berkata, “Keserakahan selalu merusak. Orang serakah dan orang miskin akan menjalani kehidupan yang sama. Hentikan keserakahanmu.” Dengan peringatan ini, angsa emas terbang menjauh, tidak pernah terlihat lagi.

    Keserakahan adalah sifat buruk yang berasal dari tidak puas dengan apa yang Anda miliki. Sama seperti wanita malang dalam cerita di atas yang menginginkan lebih dari apa yang telah ia terima, manusia juga sering mencari “padang rumput yang lebih hijau”, hanya untuk menemukan bahwa mereka akhirnya memiliki lebih sedikit daripada yang mereka miliki sebelumnya.

    Kisah berikut adalah semacam fabel, karena pelajarannya tidak hanya dipelajari oleh tokoh yang bodoh, tetapi juga oleh pengamat yang bijak. 

    Monyet konyol duduk di pohon, merenungkan kesalahannya. (Gambar: Wajah monyet via stockpicturesforeveryone.com)

    Penyesalan Monyet Bodoh

    Pernah ada seorang raja dari negeri yang kaya dan indah. Raja ini suka bepergian, dan sering membawa rombongannya mengunjungi negara-negara asing, dia jarang tinggal di rumah.

    Selama perjalanannya, suatu kali raja dan orang-orangnya berjalan sepanjang pagi melewati hutan dalam perjalanan mereka ke negeri yang jauh. Lelah, mereka berhenti untuk istirahat dan makan kecil. Kuda-kuda mereka juga diberi makan kacang polong yang telah mereka bawa.

    Di hutan ini, hiduplah seekor monyet yang selalu ingin tahu, yang telah mengamati manusia dan aktivitas mereka. Pakan kuda tampak seperti makanan yang mudah untuk dia ambil, jadi dia turun dari pohonnya dan dengan cepat memenuhi mulut dan tangannya dengan kacang polong.

    Dia bergegas kembali ke pohon untuk memakannya. Namun, saat dia duduk untuk menikmati camilannya, sebutir kacang polong jatuh dari pangkuannya, jatuh ke tanah. Tanpa pikir panjang, monyet bodoh itu bergegas kembali ke bawah untuk mengambil sebutir kacang yang jatuh, tapi tak sengaja menumpahkan semua yang lain.

    Pada saat itu, kuda-kuda telah menghabiskan semua makanan mereka dan tidak ada lagi kacang polong yang bisa dicuri, dan sialnya lagi dia bahkan tidak dapat menemukan sebutir kacang polong yang jatuh.

    Dengan sedihnya, sang monyet naik kembali ke atas pohon untuk merenungkan kebodohannya. Raja, yang telah melihat tindakan si monyet, dengan bijak mengambil pelajaran untuk dirinya sendiri. Dia menyadari betapa bodohnya dia, bepergian kesana-kesini ke negara asing bahkan tanpa menikmati dan peduli dengan negaranya sendiri.

    Raja memutuskan untuk menghargai apa yang dimilikinya, memutar kuda dan orang-orangnya, dan langsung berbaris kembali ke tanah airnya yang indah.

    Meski tidak ada salahnya menikmati hal dan pengalaman baru, namun segala sesuatu yang berlebihan bisa menjadi buruk. Bahkan minuman India yang disebut “Amrit” dikatakan menjadi beracun bila diminum secara berlebihan. (visiontimes)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Hal Yang Perlu Dilakukan Pasangan Sebelum Menikah

    Hal Yang Perlu Dilakukan Pasangan Sebelum Menikah

    Sebelum menikah, sebaiknya pasangan terlebih dahulu saling mengenal untuk mempererat ikatan antara keduanya.

    Pelajari hal-hal terbaik yang dapat Anda lakukan sebelum menikah.

    Hal yang harus dilakukan sebelum menikah

    Cinta adalah fundamen dari sebuah pernikahan, begitu juga halnya mengenal pasangan Anda. Sebelum menikah, pastikan Anda memiliki pemahaman yang baik antara satu dengan lain, ini akan membuat segalanya lebih mudah saat mengambil keputusan akhir.

    Pernikahan membutuhkan banyak upaya serius, tetapi selama pasangan saling mengenal dan bersedia menyelesaikan masalah, ada kemungkinan besar terwujudnya kehidupan pernikahan yang bahagia.

    Memahami nilai masing-masing

    Memahami nilai masing-masing berarti mengetahui apa yang penting bagi pasangan Anda dan memungkinkan Anda mengerti cara berpikir pasangan Anda.

    Misalnya, Jika seseorang menghargai kemampuan pasangan untuk memenuhi kebutuhan hidup, Anda akan memahami bahwa mereka bersedia mengorbankan waktu dan tenaga untuk membuat pernikahan itu berhasil.

    Melalui prosesnya, Anda akan mengetahui jati diri mereka dan alasan di balik keputusan pihak lain. Saling pengertian ini akan memungkinkan keharmonisan yang lebih besar lagi dalam hubungan.

    Akan seperti apakah keluarga Anda?

    Dengan asumsi Anda belum pernah membicarakannya, pastikan untuk berbagi pemikiran tentang anak-anak dan seperti apakah wujud keluarga ideal Anda.

    Anda mungkin tidak selalu sependapat dalam segala hal, tetapi jika menyangkut gambaran keluarga ideal, Anda dapat saling bekerja sama dan bertukar pikiran.

    Dengan cara ini, Anda akan mengetahui apa yang terbaik untuk keduanya. Sebuah pasangan tidak akan selamanya berada dalam satu pemikiran yang sama, tetapi Anda dapat menemukan sebuah jalan tengah.

    Jika Anda berdua punya tekad untuk menyelesaikan setiap masalah, terlepas dari perbedaannya, ini akan menjadi dasar yang sangat baik untuk pernikahan yang sehat.

    Lakukan pembicaraan mengenai uang

    Saat mempertimbangkan untuk menikah, finansial tentu menjadi bagian penting. Alih-alih “menyelesaikan masalah saat masalah sudah didepan mata”, duduklah dan bicarakan tentang uang.

    Pembicaraan tentang uang bukan hanya tentang berapa banyak yang dihasilkan oleh Anda dan pasangan, tetapi juga termasuk tujuan finansial seperti membeli rumah atau jenis kehidupan yang diinginkan.

    Berbicara tentang uang membantu Anda menetapkan tujuan finansial. Anda juga dapat mendiskusikan karir masa depan dan bagaimana perencanaan keluarga sesuai dengan tujuan finansial Anda.

    Tetapkan tujuan yang jelas dan perencanaan untuk mencapai tujuan tersebut, tetapi juga terbuka untuk perubahan di sepanjang perjalanan mencapainya.

    Pergi berlibur

    Anda akan mengenal seseorang lebih baik ketika Anda berdua berada di luar zona nyaman. Cobalah pergi ke suatu tempat asing bagi Anda.

    Karena Anda tidak akan tahu banyak tentang lingkungan Anda, ini juga bisa menjadi pengalaman yang baik untuk melihat bagaimana Anda berdua bekerja sama.

    Lingkungan ini mungkin menimbulkan ketegangan dan masalah di sepanjang jalan, tetapi Anda tidak harus memandangnya sebagai hal yang buruk. Bersama-sama, Anda dapat mengetahui cara menangani diri sendiri, memperkuat ikatan, dan berkomunikasi dengan lebih baik.

    Kenali orang-orang yang disukai pasangan

    Gagasan bahwa seseorang adalah rata-rata dari lima orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Ini benar dalam beberapa aspek.

    Mengenal teman seseorang membuat Anda lebih memahami mereka. Luangkan waktu untuk mengenal teman pasangan Anda, berbicara dengan mereka, dan melihat apa yang mereka minati dan bagaimana mereka memperlakukan satu sama lain.

    Meskipun tidak selalu merupakan cerminan, Anda juga bisa mengetahui apakah orang-orang tertentu memberi pengaruh baik atau buruk pada pasangan Anda.

    Cobalah belajar bersama

    Anda dapat mempererat hubungan dengan mempelajari sesuatu yang baru. Ini termasuk mengikuti kelas bersama seperti lokakarya fotografi, sesi yoga, atau kelas memasak.

    Selain sebagai cara yang menyenangkan untuk menjalin ikatan, Anda bisa memahami bagaimana pasangan Anda belajar sambil menikmati sesuatu yang baru.

    Mengambil kelas adalah alternatif yang baik jika Anda tidak memiliki sarana untuk bepergian bersama.

    Membuat kenangan dan mengambil foto

    Sebelum Anda menikah, cobalah membuat lebih banyak foto bersama. Foto-foto ini dapat diambil di restoran favorit Anda, bar, tempat Anda bertemu, atau tempat penting lainnya.

    Dikemudian hari, ketika Anda sudah menikah, ada baiknya melihat-lihat kembali foto-foto tersebut sebagai pengingat bagaimana Anda membangun hubungan bersama, melewati saat-saat baik dan buruk.

    Rumah Anda dapat diisi dengan kenangan yang menjadikan pernikahan Anda seperti sekarang ini dan menjadi rujukan bagi anak-anak Anda serta generasi yang akan datang. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kunci Pernikahan yang Sukses

    Kunci Pernikahan yang Sukses

    Cinta ibarat petualangan, dan terkadang pernikahan bisa menjadi suatu perubahan besar.

    Ketika persatuan Anda semakin bertumbuh, Anda akan mulai menemukan keindahan dalam diri Anda dan pasangan Anda serta tantangan-tantangan yang mengikutinya.

    Mencoba menjalankan kompleksitas pernikahan bisa sangat melelahkan. Ini akan membutuhkan kerja keras, tetapi dengan kesabaran dan ketekunan, Anda akan tumbuh menjadi pasangan dan tim yang hebat. Inilah yang perlu Anda ketahui untuk mendapatkan pernikahan yang sukses.

    Menjadi pasangan menikah yang bahagia

    Kehidupan yang sukses adalah hal yang paling sulit dicapai. Dibutuhkan kerja keras, pengorbanan, dan komitmen.

    Pernikahan itu sulit bukan hanya karena kadang-kadang bisa berantakan dan membuat frustrasi, tetapi juga karena membuat komitmen yang nyata adalah sebuah tantangan.

    Ini adalah komitmen seumur hidup yang melibatkan kerja keras, tetapi ini dapat menuju kepada kebahagiaan seumur hidup.

    Jika Anda berpikir untuk menikah, Anda harus siap. Anda harus memiliki pola pikir berada dalam suatu hubungan, memahami apa makna pernikahan dan apa yang diperlukan.

    1. Keuangan Yang Stabil

    Rencana keuangan yang stabil untuk pernikahan adalah cara yang layak untuk memastikan keamanan finansial dalam suatu hubungan.

    Rencana ini bertujuan untuk membantu pasangan menghindari utang, menghemat uang, dan merencanakan masa depan bersama. Jika anggaran pernikahan Anda terbatas, tetap fokus dan mulailah menabung sejak dini.

    2. Kecocokan

    Solidnya sebuah pasangan berarti dapat berkomunikasi secara terbuka dan jujur ?serta memahami impian, kebutuhan, dan keinginan mereka. Ini juga berarti menemukan persamaan yang ingin Anda bagi dengan orang lain dalam kehidupan seperti hobi dan minat.

    3. Keamanan

    Tidak ada yang lebih penting daripada merasa aman dan terlindungi dalam hubungan. Jika Anda merasa tidak yakin, jangan menunggu lagi untuk mengajukan pertanyaan kepada pasangan Anda.

    Ini akan menyelamatkan Anda dari sakit hati bertahun-tahun dan memastikan bahwa Anda dapat mempertahankan hubungan.

    4. Mertua

    Membangun hubungan dengan mertua Anda adalah penting; menghabiskan waktu di sekitar mereka bisa sangat membuka mata Anda.

    Mertua Anda adalah perpanjangan dari hubungan Anda, dengan demikian membantu Anda mengetahui bagaimana pasangan Anda dibesarkan dan dari mana mereka mendapatkan nilai, sikap, dan karakteristik yang membentuk mereka.

    Pengetahuan ini akan membantu Anda mengantisipasi pertumbuhan masa depan sebagai pasangan sehingga Anda tidak dibutakan oleh perubahan dalam diri Anda atau hubungan Anda.

    Jika Anda tidak memiliki hubungan yang baik dengan mertua Anda, pernikahan Anda mungkin bermasalah.

    Kiat untuk pernikahan yang sukses

    Berikut adalah daftar saran yang harus dikerjakan setiap hari untuk memperkokoh pernikahan Anda.

    1. Komunikasi

    Komunikasi adalah salah satu bagian terpenting bagi hubungan yang baik dan sukses. Tandanya memahami kebutuhan dan keinginan pasangan Anda serta memastikan terbukanya jalur komunikasi, apakah itu berarti melakukan percakapan yang jujur tentang tagihan atau mendiskusikan hal-hal seperti masa depan. Komunikasi yang buruk bisa mengancam sebuah pernikahan.

    2. Saling percaya

    Kepercayaan adalah hal yang memungkinkan sebuah pernikahan berfungsi dengan baik. Anda harus memiliki kepercayaan terhadap pasangan Anda, jangan meragukan niat mereka.

    Jika Anda tidak yakin dan percaya pada pasangan Anda, pasangan Anda juga tidak mungkin mewujudkan janji pernikahan meskipun kedua pihak berupaya mewujudkannya.

    3. Komitmen bersama

    Untuk memiliki hubungan yang langgeng, Anda harus membuat komitmen. Ini berarti membuat langkah terbaik Anda ke depan terlepas dari situasi apapun.

    Komitmen bisa menakutkan, tetapi itu adalah satu hal yang membuat hubungan menjadi istimewa dan memastikan mereka bertumbuh sehat.

    4. Selalu luangkan waktu bersama

    Luangkan waktu untuk Anda berdua sebagai pasangan, entah itu menghabiskan malam bersama di rumah, pergi makan malam, atau menonton film.

    Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk restoran mahal, tetapi Anda ingin melakukan beberapa upaya spesial untuk merayakan hubungan Anda.

    Apa tiga hal terpenting dalam pernikahan?

    Berikut tiga hal terpenting dalam pernikahan:

    1. Komitmen
    2. Keakraban
    3. Komunikasi.

    Berinvestasi dalam pernikahan yang sehat dapat membawa perubahan yang baik. Untuk mendapatkan pernikahan yang sukses dan bahagia, Anda perlu belajar bagaimana menangani pasang surut kehidupan dengan pasangan Anda. Pernikahan bukanlah untuk seorang pengecut. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Menerima Rasa Sakit dan Mengatasinya

    Menerima Rasa Sakit dan Mengatasinya

    Setiap orang mengalami rasa sakit atau penyesalan dari masa lalu atau yang baru saja terjadi.

    Sebagai manusia, kita memiliki keengganan dalam menghadapi rasa sakit. Baik itu fisik atau emosional, kita berusaha keras untuk menghindari rasa sakit, bahkan mengabaikan atau mencari pelarian darinya. Namun jika kita mencoba memahaminya, kita dapat menerimanya sebagai kekuatan yang mengubah hidup dan mengangkat jiwa secara spiritual, membebaskan diri dari keterikatan, yang pada akhirnya menyembuhkan rasa sakit tersebut.

    Meskipun rasa sakit bersifat subjektif dan tidak terdeteksi secara medis, sensasi ini sangat nyata bagi siapa pun yang mengalaminya. Apakah itu menyerang fisik atau psikologis, ketidaknyamanan menyebabkan respons emosional. Di sinilah kita bisa mengambil kendali. Dengan menyesuaikan perspektif kita tentang rasa sakit, kita dapat mengubah cara kita bereaksi secara emosional.

    Memahami Nilai Rasa Sakit

    Meskipun kelihatannya tidak adil, rasa sakit memiliki tujuan. Aspek paling mendasar dari pentingnya rasa sakit adalah bahwa ia berfungsi sebagai peringatan. Melangkah ke sejumlah situasi berbahaya ? seperti terkena api, pecahan kaca, atau binatang buas ? menyebabkan sensasi menyakitkan langsung yang memberitahu Anda untuk mundur darinya, sehingga mencegah cedera fisik yang serius. Tapi rasa sakit juga melayani tujuan yang lebih besar, yang beragam.

    Setiap orang mengalami rasa sakit ? itu wajar dan tidak dapat dihindari. Dari lahir sampai mati, seluruh keberadaan kita dipenuhi dengan pengalaman yang tidak menyenangkan, tetapi masing-masing memiliki alasan dan makna yang bisa dipetik. Berbagai keyakinan berpendapat bahwa rasa sakit dan penderitaan adalah kunci pertumbuhan spiritual; Dan dapat dengan mudah dilihat bahwa penderitaan sering menyebabkan orang lebih dekat dengan Tuhan, melakukan introspeksi dan menemukan kebenaran yang lebih tinggi. Tapi rasa sakit bukan hanya katalis. 

    Aliran Buddha mengajarkan bahwa seseorang menderita karena membayar karma atas kesalahannya di masa lalu, agar kembali kepada diri murni yang asli. Agama Kristen berpendapat bahwa cobaan dan kesengsaraan menguji iman seseorang dan memperkuat karakter seseorang, membawa Anda lebih dekat kepada Tuhan.

    Sebuah kutipan dari filsuf Tiongkok kuno Lao Tzu merangkum potensi besar rasa sakit: “Awal yang baru sering disamarkan sebagai akhir yang menyakitkan.”

    Bagaimana Rasa Sakit Mendorong Pertumbuhan Rohani? 

    Menahan rasa sakit dan penderitaan meningkatkan kebijaksanaan. Seseorang yang telah melalui cobaan berat akan melihat kehidupan secara berbeda, memperoleh kesadaran yang jauh melampaui dirinya sendiri, dan tidak terlalu tergerak oleh hal-hal sepele. 

    Rasa sakit tidak hanya melatih dan mendewasakan seseorang, tetapi juga menunjukkan kepada mereka bahwa mereka lebih kuat dari yang mereka sadari. Dalam menghadapi kesulitan, pikiran dan hati tumbuh mantap dan kokoh, membangun ketangguhan yang akan membantu seseorang menghadapi cobaan masa depan dengan tangguh dan bermartabat. Pada saat yang sama, hal itu membuat seseorang menjadi rendah hati, mengingatkan kita bahwa kita hanyalah manusia dan tunduk pada semua cobaan.

    Sebagai lawan dari kesenangan, rasa sakit juga memberi seseorang penghargaan untuk semua hal yang masih dapat disyukuri dalam hidup. 

    Mungkin yang paling penting, rasa sakit menumbuhkan empati. Penderitaan pribadi membantu seseorang memahami penderitaan orang lain, mengubah diri yang tadinya egois menjadi makhluk yang welas asih. Hampir semua jalan spiritual menekankan belas kasih sebagai keadaan kesadaran yang harus dicapai. 

    Memodifikasi Reaksi Kita Terhadap Rasa Sakit

    Mempertimbangkan semua manfaat ini, tampaknya seseorang akan siap menerima dan menanggung rasa sakit. Pelajaran berharga untuk diingat adalah bahwa intensitas rasa sakit bergantung pada sikap kita terhadapnya. Jika kita ingin rasa sakit melonggarkan cengkeramannya pada realitas kita, kita perlu menyesuaikan mentalitas kita terhadap rasa sakit itu.

    Ketika kita melihat rasa sakit dengan kebencian, kita memiliki keinginan untuk menyingkirkannya. Namun semakin kita berusaha menghindarinya, semakin intens rasa sakit yang dirasakan dan semakin lama berlangsung. Buddha Shakyamuni mengilustrasikan prinsip ini kepada murid-muridnya dengan sebuah analogi: 

    Misalkan Anda ditembak dengan panah. Ditembak dengan panah cukup menyakitkan, tetapi dapat diatasi seperti kemalangan lainnya. Masalah muncul ketika kita, dengan pikiran negatif dan penolakan kita terhadap rasa sakit, menembak diri kita sendiri dengan panah kedua. 

    Ini adalah reaksi psikologis kita terhadap rasa sakit yang menyebabkan penderitaan. Ketika kita diatur oleh emosi kita, mengejar hal-hal yang kita sukai dan menghindari hal-hal yang tidak kita sukai, kita tidak selaras dengan alam. Ini sendiri dapat membawa ketidaknyamanan. Jika kita dapat belajar untuk menerima rasa sakit sebagai komponen penting dari pertumbuhan rohani kita, itu menjadi jauh lebih dapat ditahan. 

    “Membalikkan pikiran tidak menyukai penderitaan adalah landasan untuk mengubah penderitaan menjadi jalan pencerahan.”

    – Guru abad kedelapan Shantideva

    Empat Kebenaran Mulia

    Dari kebijaksanaan kuno Buddhisme, Empat Kebenaran Mulia membahas penderitaan secara rinci:

    Kebenaran Mulia Pertama mengakui dukkha (sakit) sebagai fakta kehidupan. Reaksi kita terhadap rasa sakit ini adalah penderitaan, yang dibagi menjadi tiga kategori. 

    Dukkha dukkha, atau penderitaan biasa, berhubungan dengan hal-hal seperti penuaan, penyakit dan kematian. Seseorang harus memahami bahwa ini tidak dapat dihindari dan menerimanya tanpa penghakiman, penolakan, atau penolakan ketidaknyamanan. Viparinama-dukkha adalah penderitaan akibat perubahan. Penolakan terhadap perubahan yang tidak nyaman memperpanjang ketidaknyamanan, sementara menyambut perubahan membuka peluang untuk kelegaan. Sankhara-dukkha adalah penderitaan yang disebabkan oleh kurangnya pemenuhan atau ketidakpuasan. Ketika kita belajar untuk menghargai apa yang kita miliki, hidup secara alami menjadi lebih memuaskan.

    Kebenaran Mulia kedua: Samudaya (kemunculan) membahas penyebab penderitaan sebagai tanha (keinginan atau keinginan). Sekali lagi, ini dibagi menjadi tiga kategori: kamatanha, meliputi nafsu indria dan material; bhava-tanha, keinginan untuk keabadian; dan vibhava-tanha , keinginan untuk menghindari kenyataan yang tidak menyenangkan. Keserakahan, ketidaktahuan dan kebencian disebut sebagai tiga racun dan diakui sebagai akar dari semua penderitaan.

    Kebenaran Mulia Ketiga Nirodha (penghentian) menyangkut solusi penderitaan. Ini menunjukkan bahwa kita dapat menyingkirkan keinginan kita. Dengan melepaskan diri dari keinginan kita, kita menjadi bebas.

    Kebenaran Mulia Keempat mengungkapkan Magga, (jalan beruas delapan) sebagai jalan menuju pencerahan dan penghapusan penderitaan. Di jalan ini, seseorang bercita-cita untuk memperbaiki tindakan, konsentrasi, usaha, niat, perhatian, ucapan, dan pandangan. Dengan melepaskan diri dari keterikatan kita, kita dapat melenyapkan penderitaan yang ditimbulkannya.

    Melepaskan Keterikatan

    Sementara kita mungkin berpikir hal-hal yang kita terikat adalah baik, setiap keterikatan yang kuat disertai dengan rasa takut, karena kita takut kehilangan hal yang kita terikat. Hal yang sama berlaku untuk keterikatan kita pada kenyamanan. Ketakutan kita akan menambah rasa sakit dan penderitaan kita secara signifikan karena hal itu mengganggu ketenangan pikiran kita yang tidak nyaman. 

    Belajar melepaskan, dan menganggap enteng semua keterikatan manusia adalah tujuan spiritual bersama. Seseorang tidak dapat merasa puas ketika masih melekat pada masalah duniawi. Semakin kita dapat melepaskan diri dari keinginan kita dan ketakutan kita, semakin sedikit rasa sakit yang dapat menggerakkan kita menuju penderitaan. 

    Jika Anda mulai memperhatikan apa yang ada dalam pikiran Anda, Anda akan menemukan banyak sekali keterikatan yang memainkan emosi Anda, sebagian besar berkisar pada keinginan untuk mengendalikan hasil dari hal-hal yang tidak berada dalam kendali Anda. Membebaskan diri Anda dari keterikatan ini adalah langkah besar dalam perjalanan spiritual, dan langkah yang pada akhirnya akan membantu Anda mengatasi rasa sakit.

    Menghilangkan keterikatan tidak berarti melepaskan hal itu sendiri. Itu hanya berarti Anda menyadari bahwa kebahagiaan Anda tidak bergantung pada hal itu, dan hal itu juga tidak menentukan siapa Anda. Anda dapat mengambilnya atau meninggalkannya dan Anda akan tetap utuh dan lengkap. 

    Dengan melepaskan keengganan terhadap rasa sakit, rasa sakit kehilangan kendali atas Anda dan pada akhirnya Anda dapat melampauinya.

    Melampaui Rasa Sakit Melalui Perhatian Penuh

    Anda tidak perlu menjadi biksu untuk mengatasi rasa sakit, tetapi Anda perlu melatih kesabaran dan ketabahan dalam mengamati pikiran Anda untuk memeriksa motif di balik pemikiran Anda. Dengan melatih perhatian, kita secara bertahap dapat belajar mengenali pikiran dan keterikatan yang tidak bermanfaat bagi kita, dan membuat pilihan sadar untuk melenyapkannya. 

    Begitu banyak pikiran kita sehari-hari terpaku pada masa depan atau masa lalu. Perhatian penuh (mindfulness) adalah memperhatikan pikiran pada apa yang dikerjakan saat ini. Dengan menyadari niat Anda, Anda dapat mengembangkan kejernihan mental yang akan membantu Anda melepaskan berbagai keterikatan di balik ketidaknyamanan Anda

    Melampaui rasa sakit membutuhkan waktu, dan itu membutuhkan usaha yang mantap. Untuk membantu Anda bertahan, ingatlah manfaat dari rasa sakit dan ingatlah bahwa ? seperti semua hal lain dalam hidup ? rasa sakit bersifat sementara. Melalui meditasi dan perhatian penuh, kita dapat memeriksa rasa sakit kita dan belajar darinya. Ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk menemukan semua aspek kehidupan Anda yang baik dan menemukan kepuasan dalam apa yang ada, daripada dengan sengaja mengejar kepuasan dari apa yang tidak.

    Cobalah duduk tenang dengan rasa sakit Anda. Baik itu rasa sakit fisik yang mengganggu, atau rasa sakit emosional seperti kemarahan, ketakutan, atau kesedihan. Bisakah Anda melihat akar penyebabnya? Mintalah panduan dan Anda mungkin menerima beberapa wawasan tentang cara mengatasinya dan menyeimbangkan diri Anda. 

    Sambil mengungkap keterikatan yang menyebabkan Anda menderita, cobalah untuk menerima dan menanggung ketidaknyamanan alami dari keberadaannya. Daripada melihat diri Anda sebagai korban, menolak perubahan, dan menyangkal apa yang tidak Anda sukai, rileks saja; biarkan alam mengambil jalannya dan menemukan harmoni saat Anda menjadi satu dengan alam semesta. Melalui pemahaman spiritual yang mendalam, seseorang dapat mencapai keadaan harmoni di mana semua pengalaman sama-sama mendewasakan kita dan membuat kita menjadi lebih bijaksana.

    Seperti pepatah Lao Tzu ketika menggambarkan perjalanan hidup benih menjadi pohon:

    “Alam tidak terburu-buru, namun semuanya tercapai.”

    Lao Tzu

    (visiontimes)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Sebuah Nilai

    Sebuah Nilai

    Seorang motivator terkenal dalam suatu pertemuan yang dihadiri 200 orang mengeluarkan selembar uang kertas senilai seratus ribu rupiah. Lalu ia berkata dihadapan para hadirin, “Siapakah yang menginginkan uang seratus ribu rupiah ini?”

    Segera beberapa orang dengan cepat mengacungkan tangannya. Penceramah melihat-lihat…. lalu tersenyum…. “Saya akan memberikan uang ini pada satu orang di antara kalian…. Namun sebelum ini, …saya ingin berbuat demikian…” Sambil berkata lalu uang kertas itu diremasnya.

    Kemudian bertanya lagi, “Siapa yang masih menginginkan uang kertas ini?” Tetap saja ada yang mengacungkan tangannya…. “Bagus sekali”, penceramah ini kemudian berkata lagi, “Kalau begitu seandainya saya berbuat demikian….” Sambil berkata lalu melemparkan uang kertasnya di atas lantai… kemudian menginjaknya dengan sepatu, lantas dipungutnya kembali dan berkata, “Sekarang uang ini menjadi kumal dan kotor… apakah masih ada yang menginginkannya?” Tetap saja ada beberapa orang yang mengacungkan tangannya.

    “Para hadirin …saya pikir kita telah mempelajari sebuah pelajaran yang sangat berharga…. Biar apa pun telah saya lakukan terhadap uang ini…. Namun kalian tetap saja masih menginginkan… penyebabnya karena tidak merusak nilainya, ia tetap bernilai seratus ribu rupiah, meskipun lecek dan kotor, anda bisa membersihkan dan membuatnya lurus kembali…,” kata motivator tadi.

    Di dalam kehidupan kita… banyak sekali masalah, terkadang kita jatuh…melakukan kesalahan fatal… menderita kerugian… membuat patah semangat. Saat semua keadaan ini terjadi… selalu saja membuat kita merasa tidak berarti. Namun biar apa pun yang telah terjadi atau akan terjadi sesuatu, kita tidak akan kehilangan harga diri….dan nilai yang sangat berarti di mata Tuhan.

    Kita masih tetap diri semula… semakin banyak tempaan hanya bisa membuat kita semakin berkembang matang dan kuat…. Seperti emas dilapisi debu… dan meskipun melalui lebih banyak waktu ditiup angin diterpa hujan…. Juga tidak akan merusak nilai semula…. Asalkan kita yakin demikian, dan mematut diri dengan berbuat lurus, baik dan sabar…. Dan ini harus dicamkan…. Jangan biarkan kekecewaan kemarin membuat impian esok menjadi suram! (minghui school)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Pemikiran Spiritual Mungkin Menjadi Kunci untuk Mengakhiri Pandemi

    Pemikiran Spiritual Mungkin Menjadi Kunci untuk Mengakhiri Pandemi

    Meskipun masyarakat terus menggunakan berbagai metode untuk mengekang pandemi, seperti karantina fisik, lockdown, vaksinasi, dan obat-obatan, varian Omicron telah menyapu dunia dengan cepat.

    Namun, praktik semacam itu gagal mengekang penularan virus dan jumlah kasus gelombang keenam yang dikonfirmasi jauh melampaui lima gelombang sebelumnya.

    Banyak orang mencari solusi untuk mengakhiri pandemi menggunakan metode berdasarkan teori sains modern, ide-ide yang ada di dunia fisik dan material. Tapi mungkin ada elemen penting yang diabaikan, yang terletak di luar dunia material: yang tidak berwujud. Orang dahulu menekankan spiritualitas dan memahami bahwa dampak metafisik dan tak terlihat fisik, termasuk kesehatan kita; kepercayaan ini sebagian besar telah hilang dalam masyarakat modern.

    Apa yang tidak terlihat dapat mempengaruhi kekebalan

    Meskipun mata telanjang kita tidak dapat melihat energi; itu merupakan esensi alam semesta dan memanifestasikan secara langsung di dunia fisik. Albert Einstein memahami konsep ini dengan cukup baik; persamaannya untuk massa-energi dengan tepat memberitahu kita bahwa semua zat yang terdiri dari massa besar memiliki energi di dalam galaksi kita. Akibatnya, energi berdampak pada dunia fisik kita sedemikian rupa sehingga bahkan dapat mempengaruhi kesehatan kita

    Penelitian telah menunjukkan bahwa spiritualitas dan pemikiran positif meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Misalnya, orang yang jujur ​​dan pemaaf memiliki kekebalan yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa apa yang memanifestasikan secara fisik mewujudkan elemen spiritual yang tidak berwujud. Sebaliknya, orang yang penipu, pemarah, dan pendendam telah terbukti memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah dan kesehatan yang lebih buruk.

    Julienne E. Bower, seorang ahli psikoneuroimunologi di UCLA, menerbitkan penelitian menarik tentang topik ini dalam jurnal medis Annals of Behavioral Medicine pada tahun 2003. Dalam penelitian tersebut, ia membagi 43 wanita menjadi dua kelompok, dengan satu kelompok menghargai makna dan nilai. kehidupan sementara yang lain tidak. Studi tersebut mengungkapkan bahwa sel-sel mantan anggota kelompok memiliki kemampuan antivirus yang lebih kuat daripada kelompok yang terakhir.

    Dengan demikian, mengubah status spiritual dan pikiran seseorang dapat meningkatkan kekebalan seseorang. Namun, sementara spiritualitas berkorelasi erat dengan energi dan peningkatan kekebalan, depresi dan kecemasan diketahui mengurangi kekebalan.

    Psikiater dan penulis Amerika terkenal Dr. David R. Hawkins menghabiskan hampir belasan tahun untuk meneliti peran keadaan emosional, mental, dan spiritual seseorang terhadap penyakit. Dia mewawancarai orang-orang dari seluruh dunia dari semua lapisan masyarakat dan secara ilmiah mengukur tingkat energi mereka dalam berbagai kondisi emosional dan psikologis.

    Hawkins menemukan bahwa pikiran dan emosi negatif, seperti keputusasaan, pesimisme, dan kecemasan, menurunkan tingkat energi, sementara berpikir positif, seperti mempercayai orang lain, keberanian, kedamaian, dan perhatian, mengarah pada tingkat energi yang lebih tinggi dan fungsi kekebalan seluler yang lebih baik.

    Dengan wabah pandemi, orang-orang di seluruh dunia mengalami lockdown yang lama dan isolasi yang berkepanjangan. Ketidakmampuan untuk bertemu dan berinteraksi dengan keluarga dan teman membuat banyak orang menderita secara mental dan emosional.

    Menurut survei Biro Sensus AS 2020, selama puncak pandemi, dari April hingga Mei 2020, sekitar sepertiga orang dewasa Amerika menderita gangguan kecemasan atau depresi. Selain itu, dibandingkan tahun 2019, angka kesakitan meningkat dua kali lipat.

    Memikirkan pikiran yang baik mengarah pada kesehatan yang baik

    Susan David, seorang psikolog Harvard, melakukan penelitian yang menarik tentang kekebalan. Dia menunjukkan film Mother Teresa of Calcutta kepada orang-orang miskin yang sakit dan sekarat di Kolkata, India. Hanya dalam satu jam, kekebalan penonton menguat dan mencapai level yang lebih tinggi. Ini bahkan terjadi pada mereka yang tidak menyukai Ibu Teresa, menyiratkan bahwa alam bawah sadar mereka beresonansi dengan perbuatan baik dan kekuatan cintanya.

    Pengalaman serupa telah dibagikan oleh orang-orang yang telah melihat pertunjukan berbasis di New York yang disebut Shen Yun. Pertunjukan tersebut menceritakan kisah-kisah kearifan Tiongkok kuno, kisah-kisah yang penuh dengan pesan-pesan yang membangkitkan semangat dan pemandangan yang indah, serta diiringi dengan simfoni yang membawa Anda ke surga.

    Kasus-kasus ini memberi para ilmuwan dan masyarakat pesan penting dan tepat waktu: Fenomena spiritual tidak terlihat, namun kuat. Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya membatasi tindakan pencegahan pandemi pada dimensi fisik yang terlihat.

    Pikiran dan kondisi spiritual manusia adalah sama pentingnya. Spiritual menawarkan kita jalan melalui pandemi dan kesempatan untuk muncul tanpa cedera di sisi lain. (nspirement)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Penyanyi Opera Merenungkan Tema Shen Yun: “Jika Anda Mencari Nilai-Nilai yang Kuat, Maka Hidup akan Lebih Baik”

    Penyanyi Opera Merenungkan Tema Shen Yun: “Jika Anda Mencari Nilai-Nilai yang Kuat, Maka Hidup akan Lebih Baik”

    Kemurnian, keindahan, dan keilahian—itulah yang dilihat oleh penyanyi opera, Thomas Franzky, dalam Shen Yun Performing Arts di National Arts Center di Ottawa, Kanada.

    “Saya sangat terkesan [dengan sopran-nya]. Saat suara itu keluar dari mulutnya, itu sangat murni, sangat kuat. Saya sendiri telah belajar suara selama 22 tahun dengan penyanyi opera, dan saya akrab dengan teknik bel canto, dan dia benar-benar luar biasa,” katanya.

    Orkestra, yang menggabungkan instrumen Barat dan instrumen tradisional Tiongkok, memberikan pengiring pada pertunjukan tari Tiongkok klasik perusahaan.

    “Saya sangat terkejut melihat seberapa baik semuanya berjalan bersama. Ketika saya mendengar potongan erhu, saya terpesona oleh kehalusan suara yang keluar.”

    Franzky kagum pada bagaimana Shen Yun menggunakan visual untuk menciptakan pengalaman yang mendalam.

    “Efek dengan layar [latar belakang animasi] dan karakter yang melompat-lompat, sangat fantastis. Mata saya terpaku, dan perhatian saya terpaku pada apa yang terjadi dalam cerita.”

    Dia juga mengatakan bahwa Shen Yun membantunya mendapatkan perspektif yang lebih dalam tentang bagaimana melihat hal-hal di dunia saat ini.

    “[Bagian terakhir,] itu adalah pesan yang sangat kuat. Apa yang datang kepada saya adalah pesan yang coba disampaikan oleh kelompok ini, bahwa ada cara yang lebih baik, dan bahwa jika Anda mencari nilai-nilai yang kuat, nilai-nilai yang baik, maka hidup akan menjadi lebih baik, dunia akan menjadi lebih baik.”

    (NTD News)

    Saksikan trailer Shen Yun 2022, Tiongkok Sebelum Era Komunisme:

    Lebih banyak informasi tentang Shen Yun silahkan kunjungi: shenyun.com

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Belas Kasih Terhadap Diri Sendiri? Untuk Mempertahankan Empati, Mulai Dengan Diri Sendiri

    Belas Kasih Terhadap Diri Sendiri? Untuk Mempertahankan Empati, Mulai Dengan Diri Sendiri

    Kebijakan dan praktek spiritual kuno dari setiap kebudayaan menganjurkan belas kasih, atau ekspresi empati terhadap orang lain terhadap penderitaan mereka; tetapi bagi sebagian dari kita, belas kasih tampaknya tidak datang secara alami.

    Entah itu akibat pengabaian masa kanak-kanak, kekerasan dalam rumah tangga, atau peristiwa memilukan lainnya, banyak orang sudah mengabaikannya.

    Dengan mengembangkan belas kasih terhadap diri sendiri, kita dapat secara bertahap memulihkan kedamaian dan kesejahteraan didalam hati kita sendiri, dan membukanya untuk merasakan orang lain, sehingga membawa makna dan tujuan yang mendalam bagi hidup kita.

    Komponen kunci dari belas kasih terhadap diri sendiri adalah menjinakkan kritik didalam untuk mengakui bahwa kita adalah berguna dan berharga, walaupun kita memenuhi harapan kita sendiri atau tidak.

    Mungkin ada banyak keragu-raguan seseorang untuk menerima diri sendiri “apa adanya”, tetapi dengan beberapa latihan yang gigih dalam niat baik, kita dapat memprogram ulang pemikiran kita untuk memungkinkan cinta kasih tanpa syarat bagi kita sendiri.

    Penghalang Umum untuk Belas Kasih terhadap Diri Sendiri

    Sejumlah emosi negatif bisa cukup kuat untuk menurunkan rasa sayang terhadap diri sendiri. Rasa bersalah, kemarahan, frustrasi, dan kebencian dapat dengan cepat merusak pikiran positif kita jika kita tidak tahu bagaimana mengendalikannya.

    Mempraktikkan menjaga kesadaran atas emosi, pikiran dan pengalaman dapat membantu kita mengenali dan mengakui emosi-emosi ini tanpa dikendalikan olehnya.

    Seseorang yang merasa bersalah atau menyesal dari masa lalu mungkin sangat takut untuk bertindak, karena takut melakukan kesalahan. Belajar untuk memisahkan masa lalu dari masa kini dan menerima bahwa setiap orang membuat kesalahan adalah bagian penting dari bergerak menuju hati yang welas asih dan kebebasan untuk menjalani hari esok yang baru.

    Demikian juga kemarahan, berakar dimasa lalu. Seseorang mungkin telah mengalami kekecewaan pada orang lain atau merasakan ketidakadilan hidup yang akut, tetapi amarah tidak membawa dampak positif bagi tubuh atau jiwa. Alih-alih membiarkan kemarahan menggerogoti hati, perasaan itu bisa diubah menjadi kendaraan untuk perubahan.

    Frustrasi sering kali datang dari perasaan bahwa seseorang tidak mampu mencapai sesuatu yang seharusnya bisa mereka lakukan. Penghakiman ini keras dan tidak adil. Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Belajar menerima bahwa beberapa hal akan menjadi tantangan dan mengembangkan kesabaran untuk mengatasi kesulitan adalah alat yang berharga di jalan menuju belas kasih terhadap diri sendiri.

    Kesedihan, yang disebabkan oleh kehilangan besar atau keputusasaan, dapat melumpuhkan. Belajar mengamati perasaan ini tanpa terpuruk didalamnya adalah langkah penting untuk melepaskan diri anda darinya. Meskipun kita tidak dapat mengontrol emosi, kita dapat mengontrol bagaimana kita bereaksi terhadapnya. Dengan menerima dan melepaskan, kita dapat melangkah maju.

    Menjinakkan Kritik Batin

    Salah satu atau semua emosi ini dapat menyebabkan seseorang menjadi terlalu kritis terhadap diri sendiri. Kritikan yang keras jarang memberikan efek yang baik dan seringkali mendukung sikap negatif yang ada. Menempatkan kritik batin anda ditempatnya sangat penting untuk belas kasih terhadap diri sendiri.

     “Orang-orang berkembang dengan penguatan positif. Mereka hanya dapat menerima sejumlah kritik tertentu dan anda mungkin kehilangan mereka sama sekali jika anda mengkritik pribadi mereka. Anda dapat menyampaikan maksud tanpa menyentuh pribadi. Jangan menghina atau meremehkan orang-orang anda, karena alih-alih mendapatkan lebih banyak dari mereka, anda akan mendapatkan lebih sedikit”—(Bill Walsh, pelatih sepak bola)

    Ingatlah bahwa tidak ada dari kita yang sempurna. Faktanya, setiap orang memiliki beberapa kekurangan utama. Jika kita semua hanya melihat kekurangan satu sama lain, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Lepaskan gagasan bahwa “tidak sempurna itu tidak cukup baik”. Keyakinan tradisional menyatakan bahwa kita datang ke dunia manusia untuk berkultivasi ke atas ditengah delusi. Jika kita sudah sempurna kita tidak akan termasuk dalam alam manusia.

    Kita semua memiliki suara batin yang terus-menerus mengoceh. Suara itu bisa mendukung atau mengecilkan hati, baik atau kejam, membuat semua perbedaan di dunia.

    Dengan menumbuhkan rasa penerimaan diri, kita dapat mengakhiri pelecehan verbal dan psikologis kita sendiri yang mencegah kita berkembang. Jika tidak, persepsi negatif kita bisa menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya.

    Membersihkan jalan untuk belas kasih terhadap diri sendiri

    Dengan mengubah cara anda memproses emosi, anda dapat mengalaminya tanpa dikendalikan olehnya. Ada sejumlah pendekatan yang dapat anda gunakan untuk mengubah cara berpikir anda.

    Jadilah teman terbaik anda sendiri

    Jika anda ditakdirkan untuk menghabiskan seluruh hidup anda bersama satu orang, tidakkah anda akan mencoba untuk tetap berhubungan baik? Perlakukan diri anda sebagai seseorang yang bergantung pada dukungan dan persahabatan anda, dengan pengertian dan kesabaran.

    Tulislah surat yang penuh dengan kebaikan untuk diri anda sendiri. Pegang tangan anda sendiri untuk mendapatkan dukungan, atau peluk diri sendiri jika anda membutuhkannya.

    Katakan pada diri sendiri: “Itu wajar dan baik untuk bersikap baik pada diri sendiri. Saya layak dan pantas mendapatkan kasih sayang dan empati”.

    Maafkan dirimu

    Tidak perlu menghukum diri sendiri atas kesalahan anda. Bersabarlah dan pemaaf seperti anda terhadap seorang anak, karena kita semua terus-menerus dalam proses belajar.

    Ingatlah bahwa tidak ada orang yang sempurna, dan bahwa membuat kesalahan adalah bagian alami dan dapat diterima dari kehidupan, yang dengan melaluinya kita belajar dan tumbuh.

    Kenali apa yang bisa anda lakukan dengan lebih baik dan bersiaplah untuk menerapkannya dilain waktu. Kemudian lanjutkan. Beri diri anda kebebasan untuk merasakan kegembiraan lagi.

    Katakan pada diri sendiri: “Saya memaafkan diri sendiri karena saya manusia dan tidak ada yang sempurna. Saya melepaskan penyesalan dan menerima tantangan di depan tanpa takut gagal”.

    Pertahankan mindset yang berkembang

    Hadapi kesulitan sebagai tantangan, bukan hambatan yang membuat frustrasi. Dengan menerima tantangan, kita dapat menemukan peluang dan makna didalamnya daripada menyerah dan merasa kalah.

    Jangan membandingkan dan mengkritik diri sendiri dengan orang lain yang mungkin menangani tugas dengan lebih mudah. Alih-alih, lihatlah mereka untuk mendapatkan inspirasi dan lihat bagaimana anda dapat mengembangkan kekuatan seperti milik mereka untuk diri anda sendiri.

    Katakan pada diri sendiri: “Setiap kesalahan adalah kesempatan untuk tumbuh dan belajar. Saya tidak akan membiarkan mereka mengecilkan hati saya”.

    Latih menjaga kesadaran atas emosi, pikiran dan pengalaman

    Menjaga kesadaran atas emosi, pikiran dan pengalaman adalah keadaan aktif yang mengharuskan anda hidup pada saat ini dan memperhatikan, alih-alih menghindari, reaksi emosional anda terhadap apa yang terjadi.

    Akui emosi-emosi itu tanpa terlalu terlibat. Begitu kita dapat mengenali emosi kita dan menerima bahwa emosi itu mungkin mengungkapkan perasaan kita, tetapi tidak mendefinisikan siapa diri kita, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk keluar dari kendali mereka.

    Sebagai tanggapan atas pengakuan penuh kesadaran atas perasaan anda, bersikaplah lembut dan baik pada diri sendiri, daripada menyangkal atau menghakimi emosi anda.

    Biarkan emosi anda keluar dengan cara yang sehat, seperti menangis, berbicara dengan teman, atau menulis surat ekspresif kepada diri sendiri atau seseorang yang ingin anda ajak berkomunikasi, meskipun anda tidak pernah mengirimkannya. Menempatkan perasaan anda diatas kertas dapat memiliki efek pelepasan yang luar biasa.

    Cobalah berwawasan luas untuk membayangkan perasaan orang lain, terutama dalam konflik. Ini dapat sangat mengurangi intensitas emosi anda sendiri.

    Ambil bagian dalam kemanusiaan yang sama
    Ingatlah bahwa kita adalah individu dalam komunitas yang luas. Hidup kita tidak terpisah atau terisolasi dari orang lain. Perasaan kesepian, kesedihan, kepahitan, dan keputusasaan bersifat universal.

    Ketika kita menyadari bahwa kita tidak sendirian dalam perasaan ini, perasaan itu menjadi bahan pengikat dan bukan alasan untuk menarik diri dari masyarakat untuk merenungkannya.

    Menjangkau orang lain untuk membicarakan perasaan kita membangun rasa keterhubungan, membantu kita melihat sesuatu dari perspektif lain yang lebih besar, dan mendorong terbangunnya jaringan pendukung yang berharga.

    Katakan pada diri sendiri: “Saya bukan orang pertama atau terakhir yang merasa seperti ini. Banyak orang lain pernah merasakan hal ini sebelumnya. Sulit untuk menanggung sendiri tetapi sharing dapat membuatnya lebih mudah”.

    Pertahankan perspektif yang tepat

    Anda tidak perlu penilaian dari luar. Jangan biarkan harga diri anda bergantung pada bagaimana orang lain memandang anda, atau lebih buruk lagi, bagaimana anda berpikir orang lain memandang anda.

    Tekanan sosial untuk melihat atau berperilaku dengan cara tertentu dapat menyebabkan citra diri yang negatif, kemarahan, dan frustrasi. Latih kemandirian untuk memisahkan diri anda dari harapan dan jebakan orang lain tersebut.

    Katakan pada diri sendiri: “Saya menerima siapa saya, dengan segala kesalahan dan kelemahan saya. Saya tidak terikat oleh penilaian orang lain”.

    Tumbuhkan Sikap Bersyukur

    Daripada merasa putus asa tentang apa yang tidak benar dalam hidup anda, anda dapat menghitung hal-hal baik, atau “menghitung berkat anda”, seperti kata pepatah.

    Pergeseran fokus ini dapat membantu seseorang memandang dunia sebagai teman, bukan musuh, dan memungkinkan keindahan dan kedamaian memasuki kehidupan kita.

    Rasa syukur dapat diungkapkan dalam jurnal harian, dirasakan dalam hati saat berjalan-jalan di alam, ditulis dalam kartu atau surat kepada teman, atau diam-diam diamati dalam pikiran.

    Catat momen-momen positif yang terjadi sepanjang hari, lalu ingat dan bagikan untuk membuatnya tetap hidup.

    Katakan pada diri sendiri: Saya bersyukur atas semua kekuatan saya dan untuk setiap kesempatan yang diberikan kehidupan kepada saya untuk tumbuh dan berkembang.

    Belas kasih pada diri sendiri adalah perjalanan yang mungkin membawa anda melalui beberapa emosi yang gelap dan tidak nyaman. Kunci untuk bergerak maju adalah menjadi sadar dan rasional tentang perasaan anda tanpa terbenam padanya.

    Perlakukan diri anda sebagai teman, dan pelihara kebaikan dengan menerima bahwa anda tidak sempurna dan melepaskan penyesalan yang dalam.

    Dengan mengenali nilai anda sendiri di tengah kesulitan, anda akan segera melihat bahwa kita semua menghadapi perjuangan yang sama, dan empati secara alami akan muncul.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Pengalaman Hidup

    Pengalaman Hidup

    Karena impian saya mengundurkan diri dari pekerjaan yang saya lakukan sekarang di hiruk pikuknya ibukota, saya kembali ke kampung halaman.

    Saya berpikir dengan ijazah sarjana dan penampilan saya yang alim, serta beberapa piagam penghargaan, di kota kelahiran saya ini menjadi seorang guru SD adalah hal yang gampang. Tetapi taksiran saya salah. Saya telah mengeliling seluruh SD yang berada di kota ini, tetapi tidak ada sebuah sekolahpun yang menerima saya.

    Semester baru sudah akan dimulai, jika saya masih tidak mendapat pekerjaan disini, maka saya harus berangkat kembali mencari pekerjaan di ibukota.

    Akhirnya, sebuah sekolah dasar swasta sementara menerima saya. Karena salah seorang guru mereka untuk sementara cuti melahirkan, setelah 3 bulan baru bisa masuk. Kepala sekolah meminta saya sementara menggantikan guru tersebut. Mempunyai pekerjaan lebih baik daripada mengganggur, mungkin 3 bulan masa percobaan saya bisa mendapatkan kesempatan lain, saya akhirnya memutuskan akan menerimanya.

    Walaupun hanya sebagai pengganti, tetapi saya berusaha berbuat sebaik mungkin. Saya mengajarkan sepenuh hati dan saya dapat bergaul baik dengan para siswa. Selama tiga bulan, kepala sekolah sering datang memperhatikan saya mengajar, saya juga membuka kursus publik untuk pengajaran dan penelitian. Guru-guru yang mengikuti kursus memuji berkata, “Kamu adalah seorang guru muda yang brilian.” Tetapi sayang saya hanya seorang guru pengganti, sebenarnya saya sangat ingin menetap disini!

    Waktu berlalu dengan cepat tiga bulan berlalu. Pada sore itu kepala sekolah menyuruh saya ke kantornya, dia mengatakan walaupun saya melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi guru yang saya gantikan besok akan kembali mengajar. Setelah meminta maaf kepada saya, dia menyuruh saya ke tata usaha mengambil gaji saya.

    Keesokkan pagi, saya telah mengemas koper, saya datang ke sekolah. Saya telah menyiapkan semua PR murid yang telah saya koreksi, serta mempersiapkan bahan untuk mengajar, saya bermaksud menyerahkannya kepada guru yang mengambil cuti hamil. Tetapi, ketika lonceng masuk telah berbunyi, guru tersebut masih belum hadir. Bagimana ya? Apakah saya harus pergi atau tidak? Melihat para murid-murid yang manis ini, saya memutuskan akan menunda keberangkatan saya satu hari lagi.

    Saya seperti biasa dengan serius mengajar mereka. Sore hari ketika lonceng pulang telah berbunyi, saya mengantar murid saya satu persatu sampai ke pintu depan. Seluruh pekerjaan saya telah selesai, saya bermaksud meninggalkan sekolah. Pada saat ini, kepala sekolah menyuruh seseorang memanggil saya ke kantornya.

    Ketika saya masuk ke kantor kepala sekolah, kepala sekolah menyerahkan kepada saya sebuah kontrak kerja, mengucapkan selamat bergabung dengan sekolah ini. Saya sangat terkejut, bukankah saya telah dipecat? Kenapa bisa begitu?

    Kepala sekolah berkata, menjadi seorang guru memiliki tingkat pengajaran yang baik saja tidak cukup, harus memiliki tanggung jawab. Selama tiga bulan ini, saya telah mengevaluasi dan menilai kemampuan Anda mengajar, Anda melakukannya dengan sangat baik. Hari ini adalah penilaian terakhir yaitu penilaian tentang rasa tanggung jawab Anda, dan selamat Anda telah melewati tes akhir ini.”

    Saya sangat gembira, saya mendapat kontrak mengajar selama 10 tahun. Saya sangat menghargai pekerjaan ini, saya berjanji harus menciptakan prestasi yang baik.

    Setelah 5 tahun akhirnya saya mendapat gelar sebagai seorang guru teladan.(minghuischool)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Bagaimana Menjadi Lebih Tegas

    Bagaimana Menjadi Lebih Tegas

    Pengambilan keputusan adalah bagian dari kehidupan. Ini adalah bagaimana kita bergerak maju dan membentuk takdir kita. Dari memilih hidangan makan malam hingga memilih pasangan, kita mungkin mempertimbangkan perasaan, naluri, kepraktisan, kesopanan, dan faktor lainnya; atau kita mungkin hanya memutuskan dengan sembarangan.

    Sebagian besar dari kita percaya diri dalam beberapa bidang dan tidak berdaya di bidang lain, namun kita mungkin perlu untuk membuat pilihan dalam berbagai situasi. Terkadang keputusan yang kita buat mungkin memiliki konsekuensi yang serius dan kita takut untuk mengambil tindakan. Dengan beberapa pertimbangan dasar, kita semua dapat belajar menangani pengambilan keputusan secara rasional dan bertanggung jawab.

    Mengapa harus tegas?

    Salah satu ciri paling penting dari menjadi seorang pemimpin hebat adalah mampu membuat keputusan penting dengan cepat dan efisien; bahkan ketika dihadapkan dengan pilihan yang sulit dan kemungkinan hasil yang tidak menyenangkan. Mereka yang bertanggung jawab atas orang lain harus memiliki tekad untuk tetap pada keputusan yang dipilih, dan keyakinan pada kekuatan mereka untuk melaksanakan apa yang ingin mereka capai.

    Orang yang tegas memiliki kepercayaan diri. Mereka menyampaikan kata-kata dan tindakan mereka dengan jelas dan berani. Menjadi pembuat keputusan yang lebih baik memberi seseorang keberanian untuk keluar dan membuat perbedaan, tanpa membiarkan rasa takut atau hambatan untuk berubah menahan mereka dari belajar dan berkembang.

    Dengan mengambil keputusan dibidang tugas, anda tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri anda sendiri, tetapi juga mendapatkan kepercayaan dan keyakinan dari orang-orang disekitar anda.

    Semakin kita tegas, semakin sedikit penyesalan yang akan kita dapatkan. Bukannya orang yang tegas tidak pernah membuat kesalahan, tetapi mereka memahami nilai dalam kesalahan dan menggunakannya untuk tumbuh dan bimbingan dimasa depan, daripada berkubang dalam rasa bersalah dan penyesalan.

    Faktor kunci dalam pengambilan keputusan

    Ketidakpastian akan selalu menjadi hambatan dalam membuat keputusan ? kita semua memiliki rasa takut akan hal yang tidak diketahui. Bahkan orang-orang yang tegas merasakan hal ini, tetapi mereka bersedia untuk bergerak maju dengan keputusan mereka tanpa terlalu memikirkan apa yang mungkin terjadi.

    Jika mereka melakukan kesalahan, mereka akan belajar darinya dan mampu membuat jalan baru dari kegagalan tersebut. Sadarilah bahwa ada kemungkinan hasil negatif serta kemungkinan hasil positif dengan setiap pilihan yang anda buat, dan bersiaplah untuk menerima dan menghadapi situasi tersebut.

    Begitu keputusan dibuat, seseorang harus tetap berada dijalurnya, dan menghindari membuat perubahan di menit-menit terakhir atau berpikir pilihan yang lain. Belajarlah untuk memercayai naluri anda dan gunakan pengalaman masa lalu untuk memandu pengambilan keputusan anda.

    Cobalah untuk melihat kesalahan sebagai peluang daripada kegagalan. Tanpa kesalahan, bagaimana kita bisa belajar dan tumbuh? Setelah anda menerima bahwa kesalahan adalah bagian alami dari mempelajari sesuatu yang baru, anda dapat mulai mengatasi rasa takut gagal. Ketika kita jatuh, kita perlu memiliki keberanian untuk berdiri kembali.

    “Anda jarang punya waktu untuk semua yang anda inginkan dalam hidup ini, jadi anda harus membuat pilihan. Dan semoga pilihan anda bisa datang dari perasaan mendalam tentang siapa anda sebenarnya”. Fred (Mr.) Rogers

    Tak satu pun dari kita yang sempurna. Jika anda mengharapkan kesempurnaan, anda akan kecewa. Dijamin demikian. Yang paling bisa kita lakukan adalah usaha yang terbaik. Buat keputusan anda berdasarkan alasan yang masuk akal, dan anda akan memiliki lebih sedikit penyesalan. Maju melewati hambatan, dan anda masih akan bergerak maju.

    Jika anda tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat, mintalah nasihat dari seorang ahli. Jangan berharap intuisi anda memandu anda melalui dilema teknis atau yang sangat sulit.

    Melatih keterampilan anda

    Jadi, bagaimana seseorang menjadi lebih tegas? Seperti kebanyakan hal, latihan membuat sempurna. Latih keterampilan pengambilan keputusan anda dengan memberikan pertimbangan yang tepat untuk setiap pilihan yang anda temui sepanjang hari.

    Orang yang sangat tegas tahu cara mengalokasikan waktu untuk membuat keputusan. Tetapkan tenggat waktu untuk membuat keputusan, dan beri tahu orang lain. Dengan begitu anda akan merasa berkewajiban untuk menepatinya.

    Ketegasan sering terhalang oleh keraguan, dan ketakutan akan hasil yang tidak diinginkan. Tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan diperoleh dari pilihan mereka. Kita harus mengambil kesempatan terbaik dan bergerak maju. Mengetahui bahwa keputusan apa pun yang anda buat akan membentuk masa depan dalam kapasitas tertentu, buka pikiran anda terhadap kemungkinan, dan persiapkan mental untuk hasil yang berbeda.

    Dalam mengambil keputusan besar, mintalah teman atau anggota keluarga yang dipercaya untuk membantu membimbing anda. Mengumpulkan informasi dari kenalan yang mungkin pernah mengalami situasi serupa akan membantu anda memperkirakan kemungkinan dan terus maju.

    Beberapa orang merasa bermanfaat untuk memvisualisasikan hasil dari pilihan mereka. Bayangkan pro dan kontra dari setiap skenario untuk membantu anda memahami situasi secara lebih menyeluruh.

    Mulai dari yang kecil. Saat dihadapkan dengan keputusan besar, bagilah menjadi komponen yang lebih kecil dan buat satu pilihan pada satu waktu untuk menangani keputusan akhir.

    Perhatikan hasilnya. Tetapkan tujuan spesifik untuk proses pengambilan keputusan anda untuk membantu memandu tindakan anda. Dengan tetap berada dijalur dan menerima keputusan yang telah anda buat, anda akan merasa lebih puas dan dihargai dengan hasilnya.

    Belajar menjadi lebih tegas adalah sebuah proses. Memutuskan untuk memulai perjalanan ini adalah langkah pertama menuju kesuksesan.

    Jika anda mempertimbangkan kemungkinan dan faktor yang terkait dengan keputusan anda dan melakukan upaya terbaik anda; tetap dengan keputusan anda setelah anda membuatnya; dan biarkan kesalahan dan kegagalan dalam hidup membantu anda membuat pilihan yang lebih baik dimasa depan; maka anda dapat menganggap diri anda sebagai juara pembuat keputusan!

    Ila Bonczek berkontribusi pada laporan ini.(visiontimes)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI