Budi Pekerti

PODCAST Pemenang Kehidupan

Suatu hari, ada dua orang sahabat bernama Joko dan Toni, sedang berjalan santai di pinggiran kota. Mereka melihat ada sebuah lapak yang banyak menjual buku- buku dan majalah, lalu mereka menghampirinya.

PODCAST

Joko yang tertarik dengan sebuah buku yang di pajang di lapak tersebut, langsung bertanya pada si penjual:

“Bu, berapakah harga buku ini?”

Si penjual buku pun berkata dengan nada ketus:

“Lima puluh ribu!”

Joko terkejut dan langsung terdiam mendengar nada ketus ini. Diam-diam, hatinya menjadi kesal. Ia tidak menduga akan mendapat pelayanan yang begitu buruk dari penjual tersebut.

Namun berbeda dengan Toni, dia masih bisa menikmati layanan dari sang penjual yang tidak ramah itu dan tetap bersikap sopan kepada penjual tersebut.

Akhirnya setelah selesai membeli buku, mereka berdua melanjutkan perjalanannya. Joko segera membahas si penjual buku yang ketus tadi.

 Joko: “Hih, penjual buku macam apa itu! Taruhan pasti nggak ada yang mau beli bukunya kalo sikapnya sama pembeli kayak gitu! Heran Ton, kok kamu masih bisa sih bersikap sopan sama dia? Orang kayak gitu nggak pantes dibaikin gitu!”

Toni tertawa dan menjawab: “Hahaha…. Iya… memang tadi aku juga merasa dia ketus. Tapi…. Ya biarkan saja. Mungkin dia ada masalah, bisa jadi anaknya bandel, atau orangtuanya sakit… kita kan tidak tau. Yang penting, aku tidak mengizinkan dia mengatur caraku dalam bertindak. Kitalah penentu dalam sikap kita, bukan orang lain.”

Joko yang masih merasa kesal terhadap sikap si penjual, lalu berkata lagi: “Tapi kan dia sudah melayani kita dengan sangat buruk!”

Toni menjawab: “Ya, itu masalah dia, kawan. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita, bukan? Kalau kita sampai terpengaruh dan membalas dengan sikap yang buruk juga, berarti kita membiarkan dia mengatur hidup kita!”

Joko mendengar penjelasan sahabatnya itu dengan terdiam.

Joko: “Wah wah….. aku nggak menyangka temanku Toni ini bijaksana banget!! Betul juga ya kawan…. Seharusnya kita tidak ikut terpengaruh, apalagi membalasnya dengan perlakuan yang sama!”

Sering kali, sikap kita mudah terpengaruh oleh tindakan orang lain kepada kita. Jika mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Untuk berbuat baik pun, kita menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu.

Dalam hidup ini, jadilah “Pemenang Kehidupan”, yang selalu memegang kendali atas hidup dan sikap Anda sendiri. Jadilah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil walaupun telah menjadi besar, dan yang tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu