Budi Pekerti

PODCAST Raja yang Iri Hati

Ada seorang raja yang memiliki negeri yang makmur. Dulu, kerajaannya hanyalah sebuah kerajaan kecil yang miskin.

PODCAST

Setelah dia memimpin kerajaan tersebut dan berjuang sangat keras, dia berhasil mengubahnya menjadi kerajaan yang makmur dan kaya.

Rakyatnya sangat menghormatinya dan selalu memujinya sebagai raja yang hebat. Namun suatu hari, ia menyadari bahwa banyak orang juga memuji seorang guru suci yang tinggal di sebuah kuil di atas gunung. Banyak orang yang pergi ke sana untuk meminta nasehat hidup. 

Raja merasa iri dan marah. Ia merasa, dirinya kalah penting dari guru tersebut. 

Suatu hari, Raja pun pergi mengunjungi guru suci itu di kuilnya. 

Dia bertanya: “Hei Pak tua, kenapa banyak orang memuji dirimu? Padahal kamu tidak melakukan banyak hal. Kamu hanya duduk di bangunan tua ini, dan kerjamu hanya berbicara saja pada orang-orang.” 

“Raja, kalau Anda mau tahu jawabannya, Anda silahkan duduk disini. Tunggulah hingga malam tiba, dan saya akan memberikan jawabannya.” 

Karena penasaran, Raja pun menyanggupi untuk duduk menunggu disana hingga malam. 

Sepanjang hari, ia melihat ada banyak orang yang datang ke kuil tersebut meminta nasehat. Keluhan mereka bermacam-macam. Ada wanita tua yang mengeluh tentang anaknya yang kurang ajar, ada seorang pemuda yang datang marah-marah karena suatu hal, hingga ke Bapak-Bapak yang mengeluh istrinya terlalu galak. Raja merasa tak sanggup mendengarkan semua keluhan itu. Dalam hati, ia merasa urusan ini terlalu membuang-buang waktunya yang berharga.

Akhirnya malam datang dan guru suci itu selesai dengan para tamunya. 

Raja lalu berkata: “Ah, Pak Tua!! Bagaimana kamu bisa tahan mendengarkan ocehan mereka semua! Setiap orang kan memiliki masalah hidup!” 

Guru suci itu lalu tersenyum dan berkata:  “Tepat sekali, Baginda. Mereka yang memiliki masalah hidup akan datang ke saya meminta nasehat, karena peran saya sebagai guru suci adalah untuk memberikan wejangan bijak agar mereka lebih baik dalam menjalani hidupnya. Sementara tugas Anda sebagai raja, adalah untuk mengurus negara dengan baik. Kita semua memiliki peran kita masing-masing.” 

Guru suci itu lalu meminta raja mengikutinya keluar kuil dan ia menunjuk ke arah langit.

“Baginda lihatlah rembulan di sana. Dia menyinari bumi di malam hari. Saat fajar tiba, bulan akan menghilang, dan tiba waktunya matahari untuk bersinar. Matahari akan menyinari bumi di siang hari. Menurut Anda, mana yang lebih berguna, matahari atau bulan? 

“Tentu saja manusia butuh dua-duanya! Mereka hanya berbagi peran antara siang dan malam.”

“Tepat sekali, itulah kita berdua, Baginda. Kita berdua memerankan peran yang berbeda, namun dengan tujuan yang sama, yaitu memberi kebaikan pada rakyat di negri ini.”

Raja yang mendengarnya pun menjadi malu. Kini ia paham mengapa rakyatnya sering mengunjungi Guru suci ini untuk meminta nasehat. 

Kita tidak seharusnya membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Setiap orang memiliki jalur kehidupan dan peranannya masing-masing di dunia ini. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha dengan sebaik-baiknya di jalur kita sendiri.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu