Seekor penguin sedang berdiri di tepi air ketika dia menatap seekor elang yang sedang terbang membumbung tinggi di angkasa.
PODCAST
Dia berpikir: “Sungguh burung yang luar biasa, dia bisa terbang tinggi di angkasa. Betapa beruntungnya menjadi seekor elang, hhh…..”
Dia mengamati elang tersebut dengan sangat kagum selama beberapa saat dan kemudian menatap sayapnya sendiri dengan sedih dan penuh kekecewaan.
“Pasti akan sangat luar biasa jika saya juga bisa terbang tinggi di angkasa seperti si elang. Andai saya menjadi seekor elang… Ah sudahlah, lebih baik saya segera mencari makanan saja, daripada terus bersedih.”
Si penguin kemudian melompat ke air, dan dengan gesit berenang, memburu ikan-ikan kecil yang ada di sana, berkat kegesitannya di dalam air, si penguin langsung berhasil mendapat seekor ikan kecil.
Tanpa disadari oleh si penguin, jauh di atas sana, si elang sedang menunduk dan melihat seekor penguin yang berenang dengan begitu anggun dan gesit di dalam air, yang dapat dengan mudah menangkap ikan kecil untuk dimakan.
Elang itu berpikir:
“Luar biasa sekali si penguin itu, dia mampu berenang dengan begitu anggun dan gesit di dalam air, dan dengan mudah saja menangkap mangsa, tidak seperti saya harus kepanasan dan harus berupaya keras untuk bisa menangkap mangsa.”
Elang itu mengamati si penguin dengan penuh kekaguman selama beberapa saat, lalu melihat sayapnya sendiri, bertanya-tanya pada diri sendiri apakah sayapnya juga bisa berfungsi di dalam air. Elang itu kemudian berpikir lagi:
“Pasti akan sangat luar biasa, jika saya juga bisa berenang segesit itu. Andai saya menjadi seekor penguin… Ah sudahlah, lebih baik saya segera mencari makanan.”
Lalu si elang terbang pergi menjauh mencari mangsa.
Kadang, kita melihat kelebihan orang lain yang menjadi iri hati, namun siapa yang tahu bahwa mungkin orang lain sesungguhnya merasa iri pada suatu kelebihan yang kita miliki.
Penguin menjadi penguin karena suatu alasan, elang juga menjadi elang karena suatu alasan. Mereka diciptakan sempurna dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Karena itu, yakinlah bahwa Anda juga diciptakan sempurna dengan segala kekurangan dan kelebihan Anda. Syukurilah diri Anda apa adanya.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
