Pada hari pernikahan mereka, Dodi dan Nina menerima hadiah dari Ibunda Nina: Sebuah rekening bank khusus dengan saldo 10 juta Rupiah, yang akan mengubah jalan hidup mereka selamanya.
PODCAST
Mereka diberitahu untuk menyimpan rekening itu sebagai catatan pernikahan mereka.
Ibu Nina berkata:
“Ketika sesuatu yang baik terjadi, tambahkan sejumlah uang ke rekening itu, dan catat kenangan indah yang menginspirasinya. Semakin berkesan kenangan itu, tambahlah semakin banyak uang yang kalian setorkan.
Ibu telah melakukan deposit pertama hari ini, kalian berdua akan melakukan sisanya. Nanti, saat kalian melihat ke belakang bertahun-tahun dari sekarang, rekening itu akan menjadi catatan saat-saat paling bahagia dalam pernikahan kalian berdua.”
Dodi dan Nina menganggap rekening bank itu ide yang bagus, dan mereka segera berharap untuk melakukan setoran berikutnya.
Seiring berjalannya waktu, mereka menemukan semakin banyak alasan untuk menambahkan uang ke rekening mereka… 1 juta Rupiah untuk ulang tahun pernikahan pertama mereka, 5 juta Rupiah saat Dodi dipromosikan, 20 juta Rupiah saat Nina mengandung,
Daftarnya berlanjut, dan saldo di rekening bank itu terus bertambah.
Namun, setelah bertahun-tahun berlalu, frekuensi simpanan itu mulai melambat. Pasangan itu mulai sering bertengkar, sampai mereka berhenti berbicara satu sama lain.
Masa-masa pernikahan mereka yang indah tampak seperti kenangan yang jauh sekali. Akhirnya, mereka berdua tidak tahan lagi.
Suatu hari, Nina memberitahu Ibunya bahwa dia dan Dodi telah setuju untuk bercerai.
Dia terkejut dengan respon ibunya yang biasa-biasa saja. Ibunya justru berkata: “Lakukan apa pun yang kalian inginkan jika kalian benar-benar sudah tidak tahan satu sama lain.
Tapi sebelum kalian bercerai, ambil semua uang dari rekening tabungan yang Ibu berikan pada hari pernikahan kalian. Kalian tidak perlu menyimpan catatan tentang pernikahan yang buruk seperti itu!”
Jadi keesokan harinya, Nina pergi ke bank, berencana menarik semua uang dan menutup rekening tersebut.
Sambil mengantri, Nina melihat-lihat catatan setoran rekening.
Saat dia membaca catatan itu, baris demi baris, kenangan indah pernikahannya dengan Dodi membanjiri pikirannya.
Matanya berkaca-kaca saat dia akhirnya berbalik dan pergi meninggalkan bank … tanpa uang di tangan dan tanpa menutup rekeningnya.
Ketika dia pulang, dia menyuruh Dodi untuk mengambil semua uang itu untuk dirinya sendiri, dia berkata kalau dia tidak menginginkan satu senpun.
Maka keesokan harinya Dodi pergi ke bank untuk menutup rekening tersebut.
Ketika kembali ke rumah, dia memberikan buku rekeningnya ke Nina, dan meminta Nina untuk memeriksa rekening mereka untuk terakhir kalinya, sebelum dia tutup.
Yang mengejutkan, Nina menemukan setoran baru telah dibuat sebesar 100 juta Rupiah!
Dan di catatan keterangannya, dia membaca sebuah tulisan: “Ini untuk hari dimana aku menyadari betapa aku telah mencintaimu selama bertahun-tahun, betapa banyak kebahagiaan yang telah kau bawa untukku, dan betapa aku tidak pernah mau … melupakan itu lagi.”
Setelah hari itu, Nina dan Dodi membatalkan perceraian mereka dan kembali menjalani kehidupan mereka dengan bahagia.
Pernikahan bisa diibaratkan seperti tanaman yang harus dipelihara agar bertumbuh untuk itu tanaman perlu air, dipupuk dan dijaga. Pernikahan juga membutuhkan cinta, penerimaan, kesetiaan, kejujuran dan saling memaafkan. Pasang surut pernikahan adalah wajar, ada baiknya sesekali melihat catatan pengalaman pernikahan yang meneguhkan agar dikuatkan disaat saat berat.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu


