Tag: murni

  • Temukan Kekuatan Penyembuhan dari Musik

    Temukan Kekuatan Penyembuhan dari Musik

    Orang Tiongkok kuno tahu bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. Faktanya, karakter atau kata Tiongkok untuk ‘obat’ sebenarnya berasal dari kata untuk ‘musik’.

    Selama 5.000 tahun, pandangan dunia bahwa manusia dan surga adalah satu, dan bahwa semua materi memiliki kehidupan, telah meresapi setiap aspek budaya Tiongkok, termasuk musik.

    Sebagai contoh, musik Tiongkok menggunakan tangga nada pentatonik, dan kelima nadanya terhubung dengan teori Lima Elemen Tiongkok. Lima Elemen pada gilirannya terhubung ke lima sistem organ utama tubuh manusia.

    Nada pertama, Gong, berhubungan dengan unsur tanah, yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Musik berdasarkan nada ini membuat seseorang merasa tenteram. Nada ketiga, Jue berhubungan dengan unsur kayu, dan berhubungan dengan kesehatan hati.

    Orang bijak di masa lalu baik di Timur maupun Barat melihat nilai tinggi dalam musik elegan yang memupuk kebajikan. Musik menempatkan organ seseorang dalam harmoni dan membawa keseimbangan pada pikiran.

    Sebagian besar musik saat ini mengalami kemerosotan dan berisik. Musik sekarang kacau dan merangsang indera; bahkan melukai tubuh.

    Dalam komposisi aslinya, Shen Yun hanya menggunakan metode dan harmoni komposisi klasik.

    Energi Murni

    Pada masa Tiongkok kuno, musik bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga cara peningkatan spiritual. Memperbaiki karakter seseorang dan mencari keharmonisan dengan surga adalah bagian alami dari proses artistik. Dengan menggunakan pendekatan ini, musik seorang musisi akan membawa energi murni dan membawa rasa kesejahteraan bagi semua yang mendengarkan.

    Musisi Shen Yun menghidupkan kembali tradisi penyempurnaan diri dan kultivasi dalam seni ini. Meskipun mereka musisi, mereka juga pelaku spiritual dalam perjalanan bersama. Mereka bermeditasi bersama, mempelajari ajaran bersama, dan berjuang untuk hidup dengan prinsip Sejati, Baik, Sabar.

    Perbedaan spiritual inilah yang membuat Shen Yun unik. Mungkin juga menjelaskan mengapa banyak penonton mengutarakan bahwa mereka merasa bersemangat dan pikiran menjadi ringan setelah mendengarkan konser Shen Yun Symphony Orchestra.

    Anda bisa mendengarkannya di Shenyun Creations (www.shenyuncreations.com), Di dalamnya, anda akan menemukan seni inspiratif yang dapat memperkaya kehidupan sehari-hari anda. (shenyunshop)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Utamakan Kerendahan Hati dan Hapus Sifat Lekas Marah

    Utamakan Kerendahan Hati dan Hapus Sifat Lekas Marah

    Apakah anda suka membentak, mengeluh atau terganggu oleh orang lain? Apakah beberapa hal sepertinya memicu kemarahan anda?

    Mungkin sudah waktunya untuk melihat ke dalam diri sendiri. Kerendahan hati sering dianggap sebagai “fondasi dari semua kebajikan”, namun gaya hidup modern semakin berfokus pada individualitas, ambisi dan pengakuan. Hal-hal ini mungkin menjadi sumber frustrasi kita.

    Jauh di lubuk hati, kita semua ingin menjadi baik; tetapi ketika kita menemukan bahwa diri kita tidak begitu sempurna, kita cenderung memasang tampilan yang kita harap setidaknya akan membuat kita terlihat lebih baik daripada orang lain. Kesombongan, harga diri dan ego pribadi adalah pengganti yang buruk untuk hati yang murni, dan semakin lama kita mempertahankannya maka kita akan menjadi semakin mudah marah.

    Dengan melihat seberapa jauh kita telah menyimpang dari tujuan kita yang sebenarnya maka kita mungkin menjadi depresi dan merasa tidak berharga, ekstrim dari ego pribadi lainnya. Kerendahan hati membantu kita melihat bahwa kita tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari orang lain. Sebaliknya, semua orang berada di perahu yang sama, dan kita perlu bekerja sama dengan baik untuk mempertahankannya tetap mengapung.

    Pria tua Afrika-Amerika yang “Miskin dan Bersyukur” berdoa di meja. (Gambar: Henry Ossawa Tanner dari domain Publik Wikimedia Commons)

    Apakah Kerendahan Hati

    Kerendahan hati adalah karakteristik dari rendah hati, dan dapat dipahami sebagai memiliki persepsi sederhana tentang pentingnya diri sendiri. Itu berasal dari kata Latin humus, yang berarti bumi, atau tanah, materi sederhana yang dapat bertahan selama berabad-abad.

    Kerendahan hati membuat seseorang untuk mengesampingkan ego mereka untuk sepenuhnya terlibat dan memanfaatkan hidup sebaik-baiknya. Jika anda menganggap masalah pribadi anda sedikit kurang serius, anda tidak hanya menjadi lebih disukai dan lebih produktif; anda juga akan menghapus sifat lekas marah yang egois.

    Ketika anda melihat diri anda sebagai bagian integral dari keseluruhan yang lebih besar – bukan hanya sebagai pusat dunia anda sendiri – semua kebajikan anda akan dapat bersinar.

    Kasih sayang

    Kerendahan hati mendorong kita untuk selalu mempertimbangkan orang lain terlebih dahulu. Ketika kita melangkah mundur dan melihat gambaran besarnya, kita akan memahami bahwa keberadaan kita bukan untuk bersaing dengan orang lain, tetapi untuk saling membantu dan melayani.

    Dengan hati welas asih, kita jadi tidak sering mengkritisi orang lain, lebih pemaaf, dan lebih mampu memahami dan mentolerir kesalahan orang lain; sehingga dapat melihat bagaimana kita dapat membantu memperbaiki situasi.

    Mengadopsi sikap “milikku adalah milikmu”, orang yang rendah hati bermurah hati dengan apa pun yang dimilikinya. Dia meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain, menawarkan bantuan dalam bentuk apa pun yang dia mampu, dan berlaku baik kepada semua orang.

    Bersyukur

    Dengan kerendahan hati, seseorang melihat segala sesuatu sebagai anugerah. Dari matahari dan awan di langit, hingga biji kopi sangrai yang dibuat petani untuk membuat kopi anda  tidak ada yang diterima sebagai seharusnya milik anda. Bahkan saat kita menghadapi kesulitan, kita bisa bersyukur atas kesempatan untuk berkembang.

    Memahami bahwa kita semua adalah satu, orang yang rendah hati selalu bersyukur. Daripada iri pada kesuksesan dan nasib baik orang lain, dia bisa mengagumi dan memberi selamat kepada mereka dengan tulus.

    Karena dia tidak mencari kesalahan, orang yang rendah hati memberikan pujian dan ucapan selamat kepada orang lain dengan mudah. Pada saat yang sama, dia menerima kritik dengan lapang dada daripada bersikap defensif atau mencari alasan membela diri.

    Disiplin Diri

    Kerendahan hati meningkatkan disiplin diri, sifat umum di antara individu yang biasanya kita anggap sukses. Penelitian tentang kerendahan hati menunjukkan bahwa hal itu meningkatkan kemampuan seseorang untuk melawan “godaan”, dan meningkatkan ketekunan melalui tugas yang sulit.

    Bagi seseorang yang merasa gembira dalam membantu orang lain, kebahagiaan tidak bergantung pada kepuasan atas berbagai keinginan. Kerendahan hati memberikan kejelasan dan fokus dengan melepaskan belenggu pengejaran egois demi kenyamanan, keuntungan, dan kesenangan diri kita sendiri.

    Ini memberi kita perspektif untuk membedakan dengan benar antara kebutuhan dan keinginan, dan untuk menilai bagaimana tindakan kita akan memengaruhi orang lain.

    Orang yang rendah hati memiliki kebutuhan yang sederhana, jarang memanjakan diri, dan tidak berlebihan. Alih-alih mencoba mengendalikan orang lain, dia mengendalikan dirinya sendiri.

    Toleransi

    Kerendahan hati membantu kita menjalani hidup sebagaimana adanya. Memahami bahwa kendali tertinggi atas segalanya berada di tangan yang jauh lebih besar daripada kekuatan kita sendiri, orang yang rendah hati dengan sabar mengarungi ketidaknyamanan dan rasa sakit, menerima yang baik dan yang buruk sebagai bagian dari kehidupan yang seimbang dan berubah.

    Kemarahan dan kebencian tidak berguna bagi siapa pun, jadi dia tidak menggunakannya. Sebaliknya, dia tenang dan menerima, tabah dan kuat.

    Sifat sejati

    Salah satu hal tersulit yang harus dilakukan oleh orang yang congkak dan sombong adalah mengakui kesalahan mereka. Kerendahan hati memberi kita kepercayaan diri untuk mengakui kesalahan kita, belajar darinya, dan menawarkan permintaan maaf tanpa ragu, karena kita tidak berusaha mempertahankan kesempurnaan.

    Orang yang rendah hati juga memberikan pujian pada tempatnya, menyadari bahwa sebagian besar kesuksesan adalah upaya bersama.

    Yang terpenting, orang yang rendah hati jujur pada dirinya sendiri. Dia mengenali kekuatan dan kelemahannya, tidak berpura-pura menjadi seseorang yang bukan dirinya, dan melihat dengan saksama kesalahannya sendiri untuk memperbaikinya.

    Bagaimana seseorang dapat membebaskan banyak orang?

    Dengan terlebih dahulu membebaskan dirinya sendiri.

    Dia melakukannya bukan dengan meninggikan dirinya sendiri, tetapi dengan merendahkan dirinya.

    Dia merendahkan dirinya sendiri karena hal itu mudah, sederhana, dan benar.

    –Lao Tzu

    Kebijaksanaan

    Kerendahan hati menumbuhkan rasa ingin tahu seperti anak kecil – karena begitu kita menyadari bahwa kita tidak tahu segalanya, kita mulai mengerti bahwa kita sebenarnya tidak tahu apa-apa. Segala sesuatu di sekitar kita menjadi menarik, dan setiap pengalaman menjadi kesempatan belajar yang menarik.

    Salah satu tanda kerendahan hati adalah kesediaan untuk mengajukan pertanyaan; bukan jenis yang ingin tahu dan bergosip, tetapi pertanyaan yang mengungkap ketidaktahuan anda, dan bahkan mungkin membuat anda terlihat bodoh.

    Sangat sedikit yang kita pahami tentang kehidupan di bumi ini. Tidak peduli berapa banyak orang tahu tentang ini dan orang lain tahu tentang itu, hal tersebut hanyalah setetes air di lautan. Kebijaksanaan tidak bergantung pada seberapa banyak yang kita ketahui, tetapi pada perspektif dan nilai yang kita gunakan untuk menafsirkan sesuatu. Melatih penilaian yang baik adalah kebijaksanaan sejati.

    Memelihara Kerendahan Hati

    Bagi sebagian orang yang sangat bijak, kerendahan hati mungkin tampak mudah; tetapi bagi banyak dari kita, mengendalikan ego kita adalah tantangan yang serius dan berkelanjutan. Jika anda ingin meningkatkan kerendahan hati, ada sejumlah aktivitas yang dapat membantu anda terus bergerak menuju tujuan mulia ini.

    Hayati Alam

    Alam memiliki kemampuan dan kekuatan yang luar biasa. Dari lautan yang luas dan kuat hingga kerumitan luar biasa dari sehelai bulu, alam membantu kita melangkah keluar dari diri kita sendiri dan menghargai kehidupan dengan keajaiban dan kekaguman. Gunakan setiap kesempatan untuk mengamati keharmonisan dan kesempurnaan di alam.

    Carilah Kebaikan dalam Diri Orang, Puji dan Beri Selamat Mereka

    Setiap orang memiliki kepribadian dan karakter yang unik. Kita memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda, dan kita semua membuat kesalahan. Ketika seseorang mengecewakan anda, fokuslah pada kualitas baiknya.

    Beri tahu mereka apa yang anda sukai dari mereka, dan mereka akan memberi anda lebih banyak. Ini tidak hanya membantu mereka untuk meningkat, tetapi juga membuat hidup lebih dapat ditoleransi bagi mereka yang harus berurusan dengan mereka.

    Gunakan Waktu Bersama Anak-anak

    Anak-anak membawa kita kembali ke masa kemurnian dan kepolosan. Saat kita bersama mereka, kita ingat bagaimana rasanya melihat melalui mata anak kecil dan tidak sinis, dan menangkap kembali keajaiban segala sesuatu di sekitar kita.

    Temukan Peluang untuk Membantu Orang Lain

    Kerendahan hati adalah tentang mempertimbangkan orang lain. Apakah itu menjadi sukarelawan, mengajar, mendengarkan atau memberi, carilah cara untuk membantu orang lain secara teratur. Mengalihkan fokus anda dari kebutuhan anda sendiri ke kebutuhan orang lain adalah cara terbaik untuk mempertahankan ‘perspektif sederhana’ dari kepentingan diri sendiri.

    Ajukan Pertanyaan dan Terima Bantuan

    Pengetahuan dan kebijaksanaan adalah dua hal yang berbeda. Orang bijak belajar dengan mengajukan pertanyaan, dan pada akhirnya akan melampaui orang yang “tahu segalanya”. Lepaskan rasa takut akan terlihat bodoh dan buka pikiran anda untuk eksplorasi dan penemuan.

    Bersyukurlah untuk Semua yang Anda Miliki

    Buatlah sebuah jurnal rasa syukur, di mana anda mempertimbangkan bagaimana segala macam hal dan orang telah menyentuh hidup anda. Anda mungkin akan menemukan bahwa kita semua terjalin dengan sempurna dalam jaring keberadaan yang luar biasa ini – pemikiran yang benar-benar rendah hati.(visiontimes)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Menerima Rasa Sakit dan Mengatasinya

    Menerima Rasa Sakit dan Mengatasinya

    Setiap orang mengalami rasa sakit atau penyesalan dari masa lalu atau yang baru saja terjadi.

    Sebagai manusia, kita memiliki keengganan dalam menghadapi rasa sakit. Baik itu fisik atau emosional, kita berusaha keras untuk menghindari rasa sakit, bahkan mengabaikan atau mencari pelarian darinya. Namun jika kita mencoba memahaminya, kita dapat menerimanya sebagai kekuatan yang mengubah hidup dan mengangkat jiwa secara spiritual, membebaskan diri dari keterikatan, yang pada akhirnya menyembuhkan rasa sakit tersebut.

    Meskipun rasa sakit bersifat subjektif dan tidak terdeteksi secara medis, sensasi ini sangat nyata bagi siapa pun yang mengalaminya. Apakah itu menyerang fisik atau psikologis, ketidaknyamanan menyebabkan respons emosional. Di sinilah kita bisa mengambil kendali. Dengan menyesuaikan perspektif kita tentang rasa sakit, kita dapat mengubah cara kita bereaksi secara emosional.

    Memahami Nilai Rasa Sakit

    Meskipun kelihatannya tidak adil, rasa sakit memiliki tujuan. Aspek paling mendasar dari pentingnya rasa sakit adalah bahwa ia berfungsi sebagai peringatan. Melangkah ke sejumlah situasi berbahaya ? seperti terkena api, pecahan kaca, atau binatang buas ? menyebabkan sensasi menyakitkan langsung yang memberitahu Anda untuk mundur darinya, sehingga mencegah cedera fisik yang serius. Tapi rasa sakit juga melayani tujuan yang lebih besar, yang beragam.

    Setiap orang mengalami rasa sakit ? itu wajar dan tidak dapat dihindari. Dari lahir sampai mati, seluruh keberadaan kita dipenuhi dengan pengalaman yang tidak menyenangkan, tetapi masing-masing memiliki alasan dan makna yang bisa dipetik. Berbagai keyakinan berpendapat bahwa rasa sakit dan penderitaan adalah kunci pertumbuhan spiritual; Dan dapat dengan mudah dilihat bahwa penderitaan sering menyebabkan orang lebih dekat dengan Tuhan, melakukan introspeksi dan menemukan kebenaran yang lebih tinggi. Tapi rasa sakit bukan hanya katalis. 

    Aliran Buddha mengajarkan bahwa seseorang menderita karena membayar karma atas kesalahannya di masa lalu, agar kembali kepada diri murni yang asli. Agama Kristen berpendapat bahwa cobaan dan kesengsaraan menguji iman seseorang dan memperkuat karakter seseorang, membawa Anda lebih dekat kepada Tuhan.

    Sebuah kutipan dari filsuf Tiongkok kuno Lao Tzu merangkum potensi besar rasa sakit: “Awal yang baru sering disamarkan sebagai akhir yang menyakitkan.”

    Bagaimana Rasa Sakit Mendorong Pertumbuhan Rohani? 

    Menahan rasa sakit dan penderitaan meningkatkan kebijaksanaan. Seseorang yang telah melalui cobaan berat akan melihat kehidupan secara berbeda, memperoleh kesadaran yang jauh melampaui dirinya sendiri, dan tidak terlalu tergerak oleh hal-hal sepele. 

    Rasa sakit tidak hanya melatih dan mendewasakan seseorang, tetapi juga menunjukkan kepada mereka bahwa mereka lebih kuat dari yang mereka sadari. Dalam menghadapi kesulitan, pikiran dan hati tumbuh mantap dan kokoh, membangun ketangguhan yang akan membantu seseorang menghadapi cobaan masa depan dengan tangguh dan bermartabat. Pada saat yang sama, hal itu membuat seseorang menjadi rendah hati, mengingatkan kita bahwa kita hanyalah manusia dan tunduk pada semua cobaan.

    Sebagai lawan dari kesenangan, rasa sakit juga memberi seseorang penghargaan untuk semua hal yang masih dapat disyukuri dalam hidup. 

    Mungkin yang paling penting, rasa sakit menumbuhkan empati. Penderitaan pribadi membantu seseorang memahami penderitaan orang lain, mengubah diri yang tadinya egois menjadi makhluk yang welas asih. Hampir semua jalan spiritual menekankan belas kasih sebagai keadaan kesadaran yang harus dicapai. 

    Memodifikasi Reaksi Kita Terhadap Rasa Sakit

    Mempertimbangkan semua manfaat ini, tampaknya seseorang akan siap menerima dan menanggung rasa sakit. Pelajaran berharga untuk diingat adalah bahwa intensitas rasa sakit bergantung pada sikap kita terhadapnya. Jika kita ingin rasa sakit melonggarkan cengkeramannya pada realitas kita, kita perlu menyesuaikan mentalitas kita terhadap rasa sakit itu.

    Ketika kita melihat rasa sakit dengan kebencian, kita memiliki keinginan untuk menyingkirkannya. Namun semakin kita berusaha menghindarinya, semakin intens rasa sakit yang dirasakan dan semakin lama berlangsung. Buddha Shakyamuni mengilustrasikan prinsip ini kepada murid-muridnya dengan sebuah analogi: 

    Misalkan Anda ditembak dengan panah. Ditembak dengan panah cukup menyakitkan, tetapi dapat diatasi seperti kemalangan lainnya. Masalah muncul ketika kita, dengan pikiran negatif dan penolakan kita terhadap rasa sakit, menembak diri kita sendiri dengan panah kedua. 

    Ini adalah reaksi psikologis kita terhadap rasa sakit yang menyebabkan penderitaan. Ketika kita diatur oleh emosi kita, mengejar hal-hal yang kita sukai dan menghindari hal-hal yang tidak kita sukai, kita tidak selaras dengan alam. Ini sendiri dapat membawa ketidaknyamanan. Jika kita dapat belajar untuk menerima rasa sakit sebagai komponen penting dari pertumbuhan rohani kita, itu menjadi jauh lebih dapat ditahan. 

    “Membalikkan pikiran tidak menyukai penderitaan adalah landasan untuk mengubah penderitaan menjadi jalan pencerahan.”

    – Guru abad kedelapan Shantideva

    Empat Kebenaran Mulia

    Dari kebijaksanaan kuno Buddhisme, Empat Kebenaran Mulia membahas penderitaan secara rinci:

    Kebenaran Mulia Pertama mengakui dukkha (sakit) sebagai fakta kehidupan. Reaksi kita terhadap rasa sakit ini adalah penderitaan, yang dibagi menjadi tiga kategori. 

    Dukkha dukkha, atau penderitaan biasa, berhubungan dengan hal-hal seperti penuaan, penyakit dan kematian. Seseorang harus memahami bahwa ini tidak dapat dihindari dan menerimanya tanpa penghakiman, penolakan, atau penolakan ketidaknyamanan. Viparinama-dukkha adalah penderitaan akibat perubahan. Penolakan terhadap perubahan yang tidak nyaman memperpanjang ketidaknyamanan, sementara menyambut perubahan membuka peluang untuk kelegaan. Sankhara-dukkha adalah penderitaan yang disebabkan oleh kurangnya pemenuhan atau ketidakpuasan. Ketika kita belajar untuk menghargai apa yang kita miliki, hidup secara alami menjadi lebih memuaskan.

    Kebenaran Mulia kedua: Samudaya (kemunculan) membahas penyebab penderitaan sebagai tanha (keinginan atau keinginan). Sekali lagi, ini dibagi menjadi tiga kategori: kamatanha, meliputi nafsu indria dan material; bhava-tanha, keinginan untuk keabadian; dan vibhava-tanha , keinginan untuk menghindari kenyataan yang tidak menyenangkan. Keserakahan, ketidaktahuan dan kebencian disebut sebagai tiga racun dan diakui sebagai akar dari semua penderitaan.

    Kebenaran Mulia Ketiga Nirodha (penghentian) menyangkut solusi penderitaan. Ini menunjukkan bahwa kita dapat menyingkirkan keinginan kita. Dengan melepaskan diri dari keinginan kita, kita menjadi bebas.

    Kebenaran Mulia Keempat mengungkapkan Magga, (jalan beruas delapan) sebagai jalan menuju pencerahan dan penghapusan penderitaan. Di jalan ini, seseorang bercita-cita untuk memperbaiki tindakan, konsentrasi, usaha, niat, perhatian, ucapan, dan pandangan. Dengan melepaskan diri dari keterikatan kita, kita dapat melenyapkan penderitaan yang ditimbulkannya.

    Melepaskan Keterikatan

    Sementara kita mungkin berpikir hal-hal yang kita terikat adalah baik, setiap keterikatan yang kuat disertai dengan rasa takut, karena kita takut kehilangan hal yang kita terikat. Hal yang sama berlaku untuk keterikatan kita pada kenyamanan. Ketakutan kita akan menambah rasa sakit dan penderitaan kita secara signifikan karena hal itu mengganggu ketenangan pikiran kita yang tidak nyaman. 

    Belajar melepaskan, dan menganggap enteng semua keterikatan manusia adalah tujuan spiritual bersama. Seseorang tidak dapat merasa puas ketika masih melekat pada masalah duniawi. Semakin kita dapat melepaskan diri dari keinginan kita dan ketakutan kita, semakin sedikit rasa sakit yang dapat menggerakkan kita menuju penderitaan. 

    Jika Anda mulai memperhatikan apa yang ada dalam pikiran Anda, Anda akan menemukan banyak sekali keterikatan yang memainkan emosi Anda, sebagian besar berkisar pada keinginan untuk mengendalikan hasil dari hal-hal yang tidak berada dalam kendali Anda. Membebaskan diri Anda dari keterikatan ini adalah langkah besar dalam perjalanan spiritual, dan langkah yang pada akhirnya akan membantu Anda mengatasi rasa sakit.

    Menghilangkan keterikatan tidak berarti melepaskan hal itu sendiri. Itu hanya berarti Anda menyadari bahwa kebahagiaan Anda tidak bergantung pada hal itu, dan hal itu juga tidak menentukan siapa Anda. Anda dapat mengambilnya atau meninggalkannya dan Anda akan tetap utuh dan lengkap. 

    Dengan melepaskan keengganan terhadap rasa sakit, rasa sakit kehilangan kendali atas Anda dan pada akhirnya Anda dapat melampauinya.

    Melampaui Rasa Sakit Melalui Perhatian Penuh

    Anda tidak perlu menjadi biksu untuk mengatasi rasa sakit, tetapi Anda perlu melatih kesabaran dan ketabahan dalam mengamati pikiran Anda untuk memeriksa motif di balik pemikiran Anda. Dengan melatih perhatian, kita secara bertahap dapat belajar mengenali pikiran dan keterikatan yang tidak bermanfaat bagi kita, dan membuat pilihan sadar untuk melenyapkannya. 

    Begitu banyak pikiran kita sehari-hari terpaku pada masa depan atau masa lalu. Perhatian penuh (mindfulness) adalah memperhatikan pikiran pada apa yang dikerjakan saat ini. Dengan menyadari niat Anda, Anda dapat mengembangkan kejernihan mental yang akan membantu Anda melepaskan berbagai keterikatan di balik ketidaknyamanan Anda

    Melampaui rasa sakit membutuhkan waktu, dan itu membutuhkan usaha yang mantap. Untuk membantu Anda bertahan, ingatlah manfaat dari rasa sakit dan ingatlah bahwa ? seperti semua hal lain dalam hidup ? rasa sakit bersifat sementara. Melalui meditasi dan perhatian penuh, kita dapat memeriksa rasa sakit kita dan belajar darinya. Ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk menemukan semua aspek kehidupan Anda yang baik dan menemukan kepuasan dalam apa yang ada, daripada dengan sengaja mengejar kepuasan dari apa yang tidak.

    Cobalah duduk tenang dengan rasa sakit Anda. Baik itu rasa sakit fisik yang mengganggu, atau rasa sakit emosional seperti kemarahan, ketakutan, atau kesedihan. Bisakah Anda melihat akar penyebabnya? Mintalah panduan dan Anda mungkin menerima beberapa wawasan tentang cara mengatasinya dan menyeimbangkan diri Anda. 

    Sambil mengungkap keterikatan yang menyebabkan Anda menderita, cobalah untuk menerima dan menanggung ketidaknyamanan alami dari keberadaannya. Daripada melihat diri Anda sebagai korban, menolak perubahan, dan menyangkal apa yang tidak Anda sukai, rileks saja; biarkan alam mengambil jalannya dan menemukan harmoni saat Anda menjadi satu dengan alam semesta. Melalui pemahaman spiritual yang mendalam, seseorang dapat mencapai keadaan harmoni di mana semua pengalaman sama-sama mendewasakan kita dan membuat kita menjadi lebih bijaksana.

    Seperti pepatah Lao Tzu ketika menggambarkan perjalanan hidup benih menjadi pohon:

    “Alam tidak terburu-buru, namun semuanya tercapai.”

    Lao Tzu

    (visiontimes)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Zaman Ketika Belum Ada Cermin

    Zaman Ketika Belum Ada Cermin

    Pada zaman ketika belum ada cermin, dunia sangat indah, manusia dengan penuh perhatian membantu orang-orang disekitarnya untuk menyisir rambut dan merapikan diri, dan orang yang dibantu sangat percaya kepada orang yang membantunya, semua orang hidup dengan gembira dan percaya diri.

    Karena percaya kepada orang lain yang membantunya, sehingga tidak ada orang yang ingin melihat penampilan mereka sendiri- karena itu benar-benar tidak perlu, di era yang penuh perhatian dan kehangatan, tidak menghasilkan konsep cantik ataupun buruk.

    Kemudian manusia menciptakan cermin, dan diproduksi massal. Sejak itu, orang mulai dapat melihat penampilan mereka sendiri, mulai dengan cermin mengubah penampilan mereka sendiri. 

    Perlahan-lahan, hari demi hari, orang-orang mulai tidak membantu satu sama lain (karena sudah sibuk mempercantik diri), orang secara bertahap di hati mulai timbul konsep cantik dan jelek, timbul perbandingan dia cantik, saya jelek atau sebaliknya, mulai timbul rasa tidak puas, persaingan dan iri hati.

    Orang yang lebih tua sering berpikir pada saat belum ada cermin, wajah semua orang selalu tersenyum dengan murni dan sempurna, karena saling percaya dan saling membantu, bahkan orang yang wajahnya jelek juga dapat tersenyum dengan cemerlang, pancaran hati yang ceria dan murni membuat setiap orang terlihat sangat indah dan dapat menyentuh hati orang lain, menyebabkan orang melupakan penampilan luar yang mungkin tidak menarik.

    Sebenarnya terlahir rupawan ataupun tidak bukan keinginan orang yang bersangkutan, jadi kita jangan menilai orang dari wajahnya, harus menilai orang dengan baik dan tulus kepada siapapun seperti saat dunia belum ada cermin. (minghui school)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Membuat Orang Lain Turut Menjaga Kebersihan

    Membuat Orang Lain Turut Menjaga Kebersihan

    Ada sepasang suami-istri mengendarai mobil melewati sebuah restoran kecil yang berada di desa. Ketika mereka berhenti dan masuk ke restoran tersebut untuk makan, istrinya sembari menunggu pesanan, pergi ke toilet restoran.

    Begitu masuk ke toilet, segera terlihat satu vas berisi bunga yang sedang mekar, diletakkan di atas sebuah meja kayu kuno tapi sangat anggun. Ruangan di dalam toilet ditata dengan sangat rapi, boleh dikatakan tak berdebu sedikitpun, nyonya ini setelah menggunakan wastafel dalam toilet, dia juga secara otomatis mengelap wastafel itu dengan bersih setelah selesai digunakan.

    Sebelum nyonya ini kembali ke mobil, dia berkata pada pemilik restoran tersebut bahwa bunga-bunga itu sangat indah.

    “Nyonya, apakah Anda tahu? Saya telah meletakkan bunga-bunga itu sudah sepuluh tahun lamanya. Anda pasti tidak bisa bayangkan bahwa vas bunga yang kecil itu entah telah meringankan berapa banyak pekerjaan saya untuk membersihkan,” kata pemilik restoran dengan bangga.

    Menggunakan sedikit pikiran yang cerdik, akan membuat lingkungan di mana kita tinggal lebih indah, bagaimanapun juga semua orang tidak memiliki pikiran untuk merusak lingkungan yang bersih, tetapi jika tempat itu adalah tempat yang kotor maka orang juga tidak akan peduli untuk ikut menjaga kebersihannya.

    Sayapun mengagumi atasan saya, yang selalu sabar menghadapi setiap masalah, dan sangat jujur, tidak pernah memakai fasilitas kantor untuk keperluan pribadi, dan tidak pernah mau menerima uang pelicin proyek apapun. Baginya, sesuatu urusan tidak seharusnya dipersulit, memikirkan orang lain sebelum diri sendiri. Melihat dirinya yang begitu baik dan sabar, menginspirasi para anak buahnya–seperti saya, ingin merubah pribadi menjadi seperti dirinya.

    Biarlah kita semua selalu mempertahankan sebuah jiwa yang murni, bersamaan dengan itu juga agar kita bisa mempengaruhi orang lain. (minghui school)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Fakta Tentang Minuman Olahraga

    Fakta Tentang Minuman Olahraga

    Minuman olahraga telah menjadi sahabat utama bagi atlet berkinerja tinggi.

    Menawarkan berbagai pilihan rasa yang menggoda? seperti “arctic blitz” dan “mountain berry blast, warna yang menarik dan vitamin tambahan, minuman ini dirancang untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah aktivitas fisik yang berat.

    Tetapi apakah minuman olahraga efektif? Apakah tubuh kita benar-benar membutuhkannya untuk bekerja dengan baik? Apakah minuman ini aman untuk diminum seperti yang dikatakan oleh produsennya dan iklannya?

    Keajaiban Air dengan Gula dan Garam

    Efektivitas minuman olahraga didasarkan pada terobosan penemuan bahwa campuran sodium dan potassium dalam air dapat mengoptimalkan penyerapan cairan di dalam usus, memungkinkan cairan tubuh diisi ulang dengan cepat.

    Penemuan ini tidak hanya penting dalam bidang olahraga tetapi juga dalam pengobatan kondisi kesehatan yang serius.

    Pada tahun 1980, ketika diare adalah penyebab utama kematian bayi dengan sekitar 4,6 juta kematian per tahun, penggunaan oralit yang berisi campuran gula dan garam yang ditambahkan ke air memungkinkan rehidrasi oral (melalui mulut), menyelamatkan nyawa banyak anak yang kehilangan elektrolit pada tingkat yang membahayakan.

    sports-drinks-wikimedia-commons
    Contoh oralit yang tersedia secara komersial, kiri dari Nepal dan kanan dari Peru. (Gambar: James Heilman, MD dari Wikimedia Creative Commons)

    Ini membuka pintu bagi perusahaan komersial untuk memasarkan air asin manis sebagai produk baru yang dirancang untuk memungkinkan atlet memulihkan air dan elektrolit yang hilang dengan cepat melalui keringat.

    Konsumsi minuman olahraga didukung oleh organisasi olahraga dengan alasan bahwa dehidrasi dapat mengganggu kinerja dan elektrolit dalam minuman rehidrasi sangat penting, dan konsumsi minuman olahraga segera menyebar luas. 

    Apakah dehidrasi menghambat kinerja fisik?

    Pada tahun 1996, American College of Sports Medicine (ACSM) mulai mempromosikan konsep bahwa atlet harus minum “sebanyak yang dapat ditoleransi”. Bersama dengan pernyataan populer “jangan menunggu sampai anda merasa haus”, menetapkan pedoman untuk hidrasi yang tepat bagi atlet selama berolahraga.

    Sayangnya, ini mengakibatkan banyak atlet mengalami efek overhidrasi dengan minuman olahraga atau air, yang sering menyebabkan kondisi yang disebut “hiponatremia terkait latihan” (EAH) – masalah neurologis karena jumlah air yang berlebihan dalam tubuh – dan penyakit terkait pada otak – kerusakan pada otak.

    Ketika jumlah kasus EAH mulai meningkat, beberapa mengakibatkan kematian, masalah ini menjadi perhatian publik, mendorong komunitas kedokteran olahraga global untuk mengevaluasi kembali anjuran minum berlebih.

    Saat mempelajari hubungan antara dehidrasi dan performa fisik, para peneliti tidak menemukan korelasi antara tingkat dehidrasi dan waktu penyelesaian atlet triatlon pada lari maraton, dan terlebih lagi, beberapa atlet yang mencatat waktu tercepat termasuk diantara mereka yang paling banyak kehilangan air.

    Berbeda dengan apa yang dipromosikan oleh ACSM pada tahun 1996, sekarang ada bukti bahwa tingkat dehidrasi ringan tidak mengganggu kinerja atlet, dan bahwa baik prehidrasi maupun hidrasi selama latihan tidak diperlukan bagi tubuh untuk mempertahankan hidrasi yang memadai, bahkan selama latihan yang berkepanjangan dalam kondisi lingkungan yang panas.

    Mengandalkan isyarat tubuh daripada saran dari luar

    Sebagai salah satu mekanisme yang digunakan oleh organisme kita untuk menjaga keseimbangan, rasa haus dipicu ketika tubuh mendeteksi kekurangan cairan atau peningkatan konsentrasi osmolit, seperti sodium.

    Mengabaikan konsep sebelumnya yang menganggap rasa haus sebagai indikator yang tidak dapat diandalkan, Mitchell Rosner, MD, seorang spesialis ginjal di Fakultas Kedokteran Universitas Virginia, merekomendasikan untuk menggunakan rasa haus kita sebagai panduan: “Jika anda minum saat haus, anda tidak akan menjadi hiponatremia (kondisi kekurangan sodium didalam darah yang dapat membahayakan jiwa) dan anda tidak akan menderita dehidrasi yang signifikan.”

    Penelitian telah menemukan bahwa selama berolahraga, konsumsi cairan harus didasarkan pada rasa haus, dan asupan elektrolit tidak selalu diperlukan. (Gambar: Monstera dari Pexels)

    Mengejutkan bahwa peran penting yang dimainkan oleh rasa haus dalam keseimbangan tubuh sudah diketahui pada tahun 1991. Tapi mengapa temuan ini diabaikan dan mengapa overhidrasi malah dipromosikan? Penelitian telah menyimpulkan bahwa kepentingan komersial yang menunda pengakuan informasi ini.

    Bagaimana dengan air biasa?

    Dalam hal hidrasi, air biasa adalah pelepas dahaga universal. Tidak menawarkan tambahan kalori, gula, kafein, atau aditif lainnya, ini adalah bentuk hidrasi paling murni.

    Penelitian menunjukkan air melakukan tugasnya dengan baik atau lebih baik daripada pesaingnya seperti minuman olahraga, teh, dan soda.

    Minuman olahraga terutama terdiri dari karbohidrat, elektrolit dan air. Jika dikonsumsi tanpa melakukan olahraga yang lama atau intens setidaknya selama 60 menit maka kalori akan terakumulasi, bukannnya terbakar.

    Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, minuman olahraga menyumbang sekitar 26% dari total asupan minuman berpemanis gula pada remaja. Jadi, tanpa adanya aktivitas fisik yang kuat, konsumsi minuman ini dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, diabetes tipe 2 dan karies gigi, serta kondisi lainnya.

    Pedoman ACSM saat ini tidak mempromosikan overhidrasi, tetapi tetap menganggap minuman olahraga lebih baik daripada air. Dalam meninjau pernyataan ACSM, Dr. Michael Greger, MD, FACLM, menemukan bahwa Gatorade Sports Science Institute dan The Coca-Cola Company termasuk diantara organisasi utama yang memberikan dukungan finansial untuk laporan ACSM.

    Sementara minuman olahraga dapat meningkatkan stamina dan kinerja untuk individu dan atlet yang aktif, penggunaannya tidak diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal.

    Sebaiknya kita menerima saran eksternal dengan hati-hati, dan lebih percaya pada kebijaksanaan bawaan yang dimiliki tubuh kita.(visiontimes)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Bagaimana Biksu Muda Menjadi Tercerahkan

    Bagaimana Biksu Muda Menjadi Tercerahkan

    Di sebuah gunung ada sebuah kuil tempat tinggal para biksu.

    Di antara mereka adalah seorang biksu tua dan seorang biksu muda. Setiap kali biksu tua turun gunung untuk meminta sedekah, biksu muda akan mengikutinya. Mereka berdua selalu bersama kemanapun mereka pergi.

    Biksu muda telah menjadi biksu pada usia muda dan telah mengikuti biksu tua dalam latihan spiritualnya. Dia harus melakukan pekerjaan seperti mengambil air, membuat api, memasak, dan membersihkan kuil setiap hari, tetapi itu tidak mengganggunya. Bahkan, dia senang melakukannya.

    Pertanyaan Biksu Muda

    Suatu hari, biksu muda sedang menyapu lantai ketika tiba-tiba dia melihat patung Buddha di wihara, dan sebuah pikiran muncul di benaknya: “Saya telah melantunkan sutra dan bermeditasi dengan biksu tua setiap hari selama bertahun-tahun. Apa sebenarnya Buddha itu?”

    Dia meletakkan sapu, pergi ke kamar biksu tua, dan bertanya apakah Buddha itu. Bhikkhu tua itu berkata dengan ramah, “Buddha adalah orang yang telah mencapai pencerahan. Dia tetap murni di lingkungan yang kotor. Dia juga tidak dimusnahkan dalam bencana. Dia bergerak tanpa menggunakan kakinya, dan dia bersinar tanpa menggunakan cahaya apa pun.”

    Bhikkhu muda itu sangat takjub. Dia bertanya, “Bagaimana saya bisa mencapai itu?”

    Biksu tua itu tersenyum dan menjawab: “Lakukan yang baik, hindari yang jahat. Ketika anda tidak menyimpan pikiran apa pun, anda akan mencapai pencerahan Sang Sadar.”

    Biksu muda itu berkata: “Guru, saya sudah mendengarnya sejak lama. Maukah anda mengajari saya dengan membagikan pengalaman anda kepada saya?”

    Biksu tua itu bertanya kepadanya, “Katakan padaku, apa yang telah kamu lakukan setiap hari?”

    Biksu muda itu berpikir sejenak dan berkata: “Misalnya, ketika kita pergi untuk meminta sedekah makanan dan orang-orang menjelek-jelekkan kita, anda berkata, jangan biarkan hal itu mengganggumu. Saya mengikuti contoh anda. Ketika seseorang memfitnah saya, saya juga tidak membiarkannya mengganggu saya. Anda membantu orang lain dengan hati gembiara. Saya juga senang menolong orang lain.”

    Biksu tua itu menghela nafas. “Saya mengajari anda agama Buddha, tetapi saya tidak meminta anda untuk mengikuti teladan saya. Anda mungkin dapat meniru tingkah laku dan perilaku saya, tetapi dapatkah anda meniru pola pikir saya?”

    Biksu muda itu tersenyum. “Itu tidak mudah.”

    Tahan Lapar dengan Sabar

    Biksu tua itu menyuruhnya menghadap tembok dan bermeditasi. Sehari berlalu, dan biksu muda itu masih bermeditasi. Tiba-tiba terpikir olehnya bahwa tidak ada yang mengantarkan makanan untuknya. Mungkin biksu tua sudah lupa. Dia tidak marah dan memutuskan untuk menahan rasa lapar dan melanjutkan meditasinya.

    Tetapi keesokan harinya, lagi-lagi tidak ada yang mengantarkan makanan kepadanya. Biksu muda itu berpikir: “Guru sedang menguji kesabaran saya dan melatih ketekunan saya. Guru sangat perhatian. Terlebih lagi saya tidak boleh menjadi kesal. ”

    Biksu tua itu mengamatinya dari luar ruangan. Biksu muda itu tidak menunjukkan kemarahan. Biksu tua itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum. “Bagus. Dia tidak terganggu, dan dia tidak melihat kesalahan orang lain. Itu sebabnya dia bisa tetap fokus.”

    Biksu tua itu memintanya untuk mengakhiri meditasinya dan berkata: “Kamu tidak menyimpan rasa marah terhadap orang lain bahkan terhadap masalah sepele. Dengan begitu Anda bisa menjadi fokus. Ikutlah bersamaku.”

    Biksu tua itu membawanya ke ruang meditasi. Ada jubah biksu, mangkuk sedekah makanan dan tiga koin tembaga di atas meja. Biksu tua itu berkata kepadanya: “Sehari sebelum kemarin, anda bertanya kepada saya bagaimana anda harus mengembangkan pikiran anda. Bawalah bekal Anda. Turun gunung sendirian untuk meminta sedekah. Anda akan memahami arti dari kultivasi.”

    Membantu seorang pengemis

    Dalam perjalanan menuruni gunung, biksu muda itu bertemu dengan seorang pengemis. Dia memperhatikan bahwa tidak ada yang akan memberi pengemis itu makanan. Bhikkhu muda itu berpikir: “Betapa langkanya kebajikan! Tidak ada yang mau membantunya. Tapi aku hanyalah seorang biksu miskin yang bahkan tidak bisa menjaga diriku sendiri. Bagaimana saya harus membantunya?” Biksu muda itu belum makan selama dua hari. Dia merasa kasihan pada pengemis itu, tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan untuk membantu.

    Kemudian dia datang ke sebuah warung. Dia membeli dua bakpao. Melihat kedua bakpao yang kecil di tangannya dan berpikir, “Ini bahkan tidak cukup untuk diriku sendiri.” Tapi dia memutuskan untuk memberikan satu kepada pengemis itu.

    Kemudian dia berpikir lagi. “Hidup ini singkat dan tidak dapat diprediksi. Jika saya tidak membantu pengemis itu sekarang, saya mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan lagi. Kesempatan tidak akan menungguku sampai aku siap sebelum kesempatan itu datang lagi. Memang, saya lapar sekarang, tetapi tidak mau memberi dan berbagi dengan dalih bahwa itu di luar kemampuan saya adalah pola pikir yang buruk. Saya harus menjaga pikiran saya.

     “Hanya masalah waktu sebelum aku kehilangan tubuhku yang terbuat dari daging ini. Tapi belas kasih saya tidak akan pernah hilang.” Biksu muda itu tidak lagi merasa lapar. Sebaliknya, dia dipenuhi dengan kecerahan dan kegembiraan. Pada akhirnya, dia memberikan kedua bakpao itu kepada pengemis.

    Kasih Sayang terhadap Ngengat

    Biksu muda itu diselimuti ketenangan karena sifat belas kasihnya. Sebelum dia menyadarinya, dia telah berada di jalannya. Sementara dia sedang menikmati kegembiraannya, ngengat terbang ke arahnya, dan sebelum dia bisa menghindar, ngengat itu mengenai matanya. Itu sangat menyakitkan.

    Saat biksu muda menanggung rasa sakit, dia berpikir: “Saya telah bersumpah untuk mencapai Sang Sadar. Jika saya marah pada ngengat hanya karena mengenai mata saya, saya sendiri tidak akan bisa mencapai pencerahan, apalagi menyelamatkan makhluk hidup. Saya tidak hanya harus tidak menyimpan dendam, saya juga berharap dia tidak cedera.” Saat dia menjadi tenang, rasa sakitnya juga mereda. Hatinya sekali lagi dipenuhi dengan suka cita dan kecerahan.

    Menjadi Tercerahkan

    Biksu tua itu memperhatikan biksu muda itu dari jauh dan mengamati setiap pikirannya. Ketika anda berbelas kasih, anda akan menempatkan makhluk hidup di atas segalanya. Ketika tidak ada yang menghalangi pikiran anda, anda akan memiliki motivasi untuk terus berusaha keras dalam mengkultivasi pikiran.

    Biksu muda kembali ke kuil dan membungkuk kepada biksu tua. Di hadapan biksu-biksu lain yang sedang berkumpul disitu dia berkata: “Guru, saya telah memahami beberapa hal. Jika saya bertemu dengan seorang pengemis, saya harus memberinya makanan. Jika saya melihat orang miskin, saya harus memberinya uang dan pakaian. Jika saya bertemu orang yang terluka, saya harus membantunya tepat waktu. Semua yang saya miliki adalah untuk kepentingan makhluk hidup, dan saya siap untuk melepaskannya kapan saja.”

    Kata-katanya membuat semua orang kagum, tetapi biksu tua itu tetap diam. Dia menulis pada secarik kertas: “bukan karakter penebusan” dan berjalan keluar.

    Semua biksu mulai berbisik di antara mereka sendiri. Biksu muda itu bingung. Itu adalah hari yang penuh dengan kecerahan dan kegembiraan. Mengapa Guru mengatakan bahwa dia tidak memiliki satu karakter penebusan? Dia mulai menggunakan kebijaksanaannya untuk menafsirkan situasi lagi. “Guru selalu baik hati, terutama terhadapku. Apa karena aku mengatakan sesuatu yang salah?”

    Ketika dia mengingat apa yang dia katakan, dia menyadari sesuatu. “Sepertinya saya tidak melakukan kesalahan, tetapi pikiran saya tidak murni. Saya ingin semua orang tahu betapa murah hati dan baik hati saya, dan seberapa banyak yang telah saya capai. Itu bukan cara yang tepat. Ketika ego diri sendiri muncul dan memenuhi diri sendiri, ketika itu juga pikiran menjadi tidak murni, sehingga yang dimiliki adalah “bukan karakter  penebusan”.

    Biksu tua itu berada di sudut yang tenang sambil menganggukkan kepalanya. “Pikiran biksu muda itu murni. Dia mampu menghilangkan pikiran yang mengganggu setiap saat dan menempatkan belas kasih di atas segalanya. Dia memenuhi syarat untuk mencapai status Sang Sadar.”

    Pada saat itu, apa yang dilihat biksu muda di hadapannya bukan lagi bangunan di dunia fana, tetapi tanah Buddha yang bercahaya, dan bahwa dia sedang duduk di atas teratai dan sedang naik.(theepochtimes)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Apa yang Para Penonton Katakan Tentang Shen Yun

    Apa yang Para Penonton Katakan Tentang Shen Yun

    Philip Mann, Konduktor Arkansas Symphony Orchestra: “[Musiknya] fantastis. Saya pikir itu dilakukan dengan sangat baik.”

    Amanda de Boer, Pemeriksa di Royal Conservatory of Music: “Sangat mengharukan.”

    Thomas Franzky, Penyanyi Opera: “Saya sangat terkesan [dengan sopran-nya].”

    Philip Mann, Konduktor untuk Arkansas Symphony Orchestra: “Ini adalah musik yang menggugah, indah dan saya sangat terkesan dengan orkestra, dan hanya kualitas produksi secara umum, ini fantastis.”

    Thomas Franzky, Penyanyi Opera: “Saat suara itu keluar dari mulutnya, itu sangat murni, sangat kuat.”

    Amanda de Boer, Penguji di Royal Conservatory of Music: “Pianis, pengiring [untuk erhu solois]— pekerjaan yang indah, dia melakukan pekerjaan yang indah. Erhunya spektakuler.”

    Thomas Franzky, Penyanyi Opera: “Mata saya terpaku, dan perhatian saya terpaku pada apa yang terjadi dalam cerita.”

    Dr. Henry Wall, Pemilik Bisnis: “Ada Sang Pencipta, Dia ingin Anda diselamatkan dan masuk surga, jika Anda baik, Anda masuk surga. [Ini] konsep-konsep ilahi, tradisi, keluarga—itu bagi saya adalah hal-hal yang sangat baik untuk dimiliki oleh budaya.”

    Alexander Neef, Direktur Umum, Perusahaan Opera Kanada: “Sungguh menyenangkan memiliki Shen Yun di dalam gedung, dan benar-benar membantu kami meningkatkan level pertunjukan di sini.”

    (NTD News)

    Saksikan trailer Shen Yun 2022, Tiongkok Sebelum Era Komunisme:

    Lebih banyak informasi tentang Shen Yun silahkan kunjungi: shenyun.com

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Efek Pemulihan Misterius Shen Yun

    Efek Pemulihan Misterius Shen Yun

    Seluruh rahasia dapat ditemukan dalam musik, dari dimana kita ingin membangun sistem terapi yang sama sekali berbeda.

    —Nicolaus Lenau, seorang penyair Austria dan pendukung terapi musik pada 1800-an

    Bertahun-tahun yang lalu, Vincent Cavarra berjuang melawan kanker ketika dia membeli sendiri tiket Shen Yun Performing Arts. Di tengah pertunjukan tarian dan musik Tiongkok klasik, pembawa acara menjelaskan bahwa di Tiongkok kuno, musik dianggap sebagai obat, dan kedua karakter Tiongkok untuk kata itu bahkan mirip satu sama lain. Gagasan itu melanda Cavarra, yang segera menulis catatan untuk dirinya sendiri, “musik adalah untuk penyembuhan.”

    “Saya sangat sakit, saya berjuang melawan kanker. Dan ketika saya mendengar itu, saya menuliskannya, dan sejak saat itu saya mendengarkan, semakin banyak dan semakin banyak,” kata Cavarra. Dia merasakan perubahan dalam dirinya, dan malam itu ketika dia pulang, dia mencari musik online yang mirip dengan apa yang dia dengar dibawakan oleh orkestra Shen Yun yang berbasis di New York. Itu adalah awal dari perjalanan penyembuhannya, katanya.

    Lima tahun kemudian, dia menghadiri pertunjukan Shen Yun lainnya dan menceritakan kisahnya kepada seorang reporter. Ini bukan sihir, katanya, ini adalah musiknya.

    “Musik itu membantu saya tidur, saya menjadi kuat, dan saya bisa berdiri, dan saya bisa berjalan, saya bisa berlari,” katanya. “Tidak ada lagi kanker, tidak ada lagi hati yang buruk.”

    Cavarra telah membawa teman-teman untuk berbagi keberuntungannya malam itu. “Saya membawa dua [teman] hari ini. … Saya berkata, ‘Ayo, biarkan saya menunjukkan kepada Anda apa yang saya lihat.’ Dia menderita penyakit Parkinson, dia juga belajar sekarang, sekarang saya mencoba membawanya keluar dan membiarkannya melihat,” katanya.

    Biasanya, temannya tidak akan bisa duduk melalui pertunjukan selama dua jam, katanya. Tapi malam itu, “matanya terbuka lebar, sangat waspada, hanya tertarik pada apa yang dia lihat.”

    Musik ini “membawa kesehatan, tentu saja. Tidak ada pertanyaan, tidak ada keraguan dalam pikiran saya,” katanya. “Ini membawa Anda ke seluruh tempat lain, tempat yang lebih baik.”

    Karakter Tiongkok tradisional untuk ‘Obat’ adalah gabungan dari karakter ‘Rumput’ dan ‘Musik’. (Credit: Facebook Shen Yun – Bahasa Indonesia)

    Sebuah Terapi Kuno

    Terapi musik adalah ide setua waktu, hadir dalam budaya, dari Timur ke Barat dan di mana-mana di antaranya. Tubuh manusia dianggap sebagai karya ciptaan suci, seperti halnya alam. Keseimbangan internal dan eksternal melalui musik adalah sebuah latihan untuk lebih memahami rancangan besar Sang Pencipta.

    Teori medis Yunani Kuno dan kemudian Abad Pertengahan mengajarkan bahwa empat temperamen, sanguinis, melankolis, plegmatis, dan koleris, masing-masing berhubungan dengan empat elemen tanah, udara, api, dan air, serta mengatur kesehatan individu. Komposer dan dokter Baroque era pencerahan percaya bahwa mereka dapat, melalui figurasi musik, menyeimbangkan cairan dan mempengaruhi kesehatan.

    Musik Tiongkok kuno dan teori medis bahkan lebih langsung. Musik Tiongkok didasarkan pada skala pentatonik, dengan lima nada utama, dan masing-masing sesuai dengan lima elemen — api, tanah, logam, air, dan kayu — masing-masing sesuai dengan lima organ internal utama — jantung, limpa, paru-paru, ginjal, dan hati. Lima nada ini lebih lanjut berhubungan dengan lima emosi. Misalnya, nada “jue”, yang sesuai dengan kayu dan hati, memicu atau meredakan kemarahan pendengar, tergantung pada bagaimana musik itu ditulis dan dibawakan.

    Musik selaras dengan langit dan bumi … Musik yang luhur dan elegan selaras dengan gerakan materi dan dengan prinsip kesehatan manusia. Ia memiliki energi murni.

    —Catatan Sejarawan Agung, yang ditulis pada masa Dinasti Han sekitar tahun 94 SM.

    Komposer dan musisi Shen Yun menyadari teori ini, dan perusahaan seni ini sering menjelaskan filosofi yang ada di balik musiknya.

    Seperti yang mereka jelaskan di situs web mereka, “Di Tiongkok kuno, musik tidak hanya merupakan bentuk hiburan, tapi juga suatu cara peningkatan spiritual. Memperbaiki karakter seseorang dan mencari keselarasan dengan langit adalah bagian alami dari proses artistik.”

    Seniman mereka hari ini berusaha melakukan hal yang sama, “menghidupkan kembali tradisi penyempurnaan diri dan pengembangan seni ini.” Para seniman semuanya adalah meditator, pencari spiritual, dan hidup dengan prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.

    Saya harus minta maaf jika saya hanya menghibur mereka; Saya ingin membuat mereka lebih baik.

    —George Frederic Handel, mungkin komponis Baroque yang paling sukses

    Musik, Air, Kehidupan

    Pada tahun 2004, pengusaha Jepang Masaru Emoto menerbitkan “Pesan Tersembunyi di Air,” dan bukunya dengan cepat menjadi buku terlaris. Anda mungkin pernah mendengar eksperimennya: Emoto memaparkan air suling ke berbagai suara, termasuk musik klasik dan heavy metal. Air yang telah mengalami getaran simfoni “Jupiter” karya Mozart menghasilkan kristal yang sempurna secara geometris. Sebaliknya, air yang mengalami heavy metal mengkristal dalam bentuk terdistorsi. Emoto menyimpulkan bahwa kristal heksagonal yang dilihatnya mewakili kekuatan kehidupan Ibu Pertiwi.

    Manusia, yang sebagian besar terdiri dari air, pasti bereaksi sama terhadap jenis suara yang berbeda, pikir Emoto, dan selanjutnya merawat pasien yang sakit secara klinis dengan air yang telah dia obati dengan informasi getaran.

    “Saya percaya bahwa musik diciptakan untuk mengembalikan getaran kita ke keadaan intrinsiknya. Sudah menjadi sifat manusia untuk menciptakan musik yang menyesuaikan kembali getaran yang terdistorsi oleh sejarah. Itu sebabnya saya sangat yakin bahwa musik adalah bentuk penyembuhan sebelum menjadi seni,” kata Emoto.

    Harapan adalah peningkatan jiwa atau roh; tetapi keputusasaan adalah depresi dari ini: semuanya adalah hal-hal yang secara alami dapat diwakili dengan suara, terutama ketika keadaan lain (khususnya tempo) berkontribusi. Dan dengan cara ini seseorang dapat membentuk konsep sensitif dari semua emosi dan menyusunnya sesuai dengan itu.

    —Johann Mattheson, komposer Baroque dan ahli teori musik, diplomat, dan advokat terapi musik

    ‘Mereka Menyentuh Jiwaku’

    Musik dapat meruntuhkan masalah-masalah tertulis di otak.

    —William Shakespeare

    The Epoch Times telah meliput Shen Yun sejak awal, karena mereka percaya upaya Shen Yun untuk menjadi sejarah budaya. Tahun demi tahun, penonton melaporkan pengalaman itu sebagai pengalaman yang meremajakan, menyegarkan dan bahkan menyembuhkan tubuh, pikiran, dan jiwa.

    Pada tahun 2016, Dennis Langevin, seorang pendeta dan veteran, melihat pertunjukan Shen Yun di Waterbury, Connecticut, sebagian besar untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang pertunjukan yang dia lihat diiklankan di mana-mana.

    “Saya pensiunan militer dan saya 100% cacat, jadi saya menghabiskan banyak waktu dalam kesakitan. Jadi saat saya duduk di kursi, tiba-tiba saya menyadari—saya tidak merasakan sakit lagi!” kata Langevin, mengucapkan terima kasih kepada setiap pemain, dengan ucapan terima kasih khusus kepada anggota orkestra. “Dua jam mereka tampil, rasa sakit saya hilang.”

    “Saya seorang Marinir, dan kami dikenal sebagai orang yang tangguh, Marinir. Yah, itu membawa air mata ke mata saya di sini. Bagaimana Anda mengucapkan terima kasih untuk seseorang yang bisa melakukan hal semacam itu untuk Anda? Jadi sekali lagi terima kasih banyak,” ujarnya.

    “Saya bertempur di Vietnam, dan banyak kenangan datang kembali untuk saya,” tambahnya, terutama ketika salah satu tarian mendongeng menunjukkan seseorang yang percaya, yang berdiri untuk imannya di Tiongkok modern, yang bertentangan dengan Partai Komunis Tiongkok yang ateis. Pengakuan Shen Yun terhadap keadilan dan keyakinan membuat Langevin terkesan sama seperti keterampilan dan profesionalisme mereka. “Itu hanya semacam menyentuh jiwa saya. Tidak peduli apapun yang terjadi, dia tidak mengubah keyakinannya … lebih banyak orang harus seperti itu. Itu hal yang luar biasa, luar biasa yang mereka lakukan, dan sekali lagi hal luar biasa yang mereka lakukan untuk saya. Terima kasih banyak.”

    “Mereka menyentuh hati saya dan mereka menyentuh jiwa saya, dan hanya sedikit orang yang pernah melakukan itu,” katanya.

    Musik dapat mengangkat kita keluar dari depresi atau membuat kita menangis—itu adalah obat, tonik, jus jeruk, untuk telinga. Tapi bagi banyak pasien saraf saya, musik bahkan lebih dari itu—dapat memberikan akses, bahkan ketika tidak ada obat yang bisa, untuk bergerak, berbicara, dan hidup. Bagi mereka, musik bukanlah sebuah kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan.

    —Dr. Oliver Sacks, profesor neurologi, dokter, dan penulis buku terlaris

    (The Epoch Times)

    Saksikan Tur Konser Shen Yun Symphony Orchestra:

    Lebih banyak informasi tentang Shen Yun silahkan kunjungi: shenyun.com

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kritikus Film Jerman: Shen Yun Sangat Mencerahkan

    Kritikus Film Jerman: Shen Yun Sangat Mencerahkan

    Shen Yun memulai tur Eropanya akhir pekan lalu dengan pertunjukan pertamanya di Cologne – salah satu kota tertua dan terbesar di Jerman.

    Pertunjukan tersebut menarik banyak penonton dari berbagai bidang seni.

    “Siapa pun yang hatinya tidak terbuat dari batu akan tersentuh olehnya,” kata Uwe Mies, kritikus film Jerman.

    “Saya sangat menghormati dan mengaguminya,” kata Borris Lietzow, mantan penyelam.

    Tarian Tiongkok klasik telah diturunkan selama ribuan tahun di antara orang-orang, istana kekaisaran, dan drama kuno.

    “Kami sangat terkejut dengan ringannya pemain, yang mengesankan, serta gerakan anggun dan gerakan yang mengalir,” kata Lisa Proehich, seorang guru balet.

    “Keringanan para penari wanita sangat indah dan menginspirasi untuk penampilan kami selanjutnya,” kata Julio Acevedo, kepala sekolah balet.

    Penyanyi Shen Yun dilatih secara unik dalam teknik tradisional bel canto. Hari ini, mereka membawa teknik klasik ini ke panggung modern.

    Eduard Unruh adalah seorang penyanyi opera dari Teater Aalto di Cologne. Ia mengaku sangat mengapresiasi tenor tersebut.

    “Saya sangat menghormati tenor. Karena, [dalam bahasa Mandarin], bukan hanya vokal yang berbeda dari kita, tapi juga pengucapan kata-katanya. Dan untuk mengekspresikan ini sambil bernyanyi, saya membayangkan itu sangat sulit. Tapi orang itu menyanyikannya dengan sangat baik! Saya angkat topi untuknya.”

    Budaya tradisional Tiongkok didasarkan pada gagasan harmoni antara surga, bumi, dan umat manusia. Sebagian besar pertunjukan, termasuk musik, terinspirasi oleh nilai-nilai kuno ini.

    Banyak penonton mengatakan, pertunjukan Shen Yun memiliki efek positif pada tubuh dan pikiran mereka.

    “Ini sangat indah. Saya menangis di beberapa bagian,” kata Ina Hochgråfe emosional. “Begitu indahnya.”

    “Shen Yun memiliki efek positif, dan saya keluar dari teater dengan perasaan bahagia, murni, dan merasa baik dan bebas,” tambahnya.

    “Itu sangat indah! Saya terutama menyukai rasa harmoni yang dipancarkan oleh tarian, dan perpaduan keseluruhan warna, musik, dan elemen lain yang sangat terkoordinasi dengan baik dan bermanfaat bagi pikiran dan tubuh,” kata Katharina Graefen.

    Beberapa juga mengatakan pertunjukan itu menggugah pikiran.

    “Ada juga aspek ketuhanan, ekspresi iman, yang telah hilang di masyarakat saat ini,” kata Mies. “Pertunjukan Shen Yun membuka pintu bagi kami untuk berefleksi dan mengalami. Jadi, saya pikir ini sangat menyegarkan dan mencerahkan.”

    “Sejujurnya, pada panggilan tirai terakhir, dengan tepuk tangan meriah, saya tidak bisa menahan air mata saya,” kata Thomas Mersh.

    “Saya percaya [Shen Yun] akan terus menggerakkan penonton dan memenuhi aula,” kata Unruh.

    (NTD News)

    Saksikan Shen Yun Performing Arts Intro:

    Lebih banyak informasi tentang Shen Yun silahkan kunjungi: shenyun.com

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI