Ada seorang pemilik perahu yang merasa bahwa cat di perahunya sudah pudar, jadi dia bermaksud untuk mengecat ulang perahunya. Ia lalu menyewa seorang tukang cat.
PODCAST
Di hari yang ditentukan, tukang cat ini pun datang. Dia mulai mengecat perahu tersebut, namun saat sedang mengecat, dia menemukan ada sebuah lubang kecil di badan perahu. Ia berpikir bahwa itu hanyalah lubang kecil, dan tidak sulit untuk memperbaikinya.
Jadi ia pun memperbaiki lubang kecil di perahu tersebut, dan kemudian kembali meneruskan pekerjaannya.
Setelah selesai, si pemilik perahu memberinya uang bayaran sesuai yang dijanjikan, dan ia pun pergi.
Tak disangka, keesokan harinya, si pemilik perahu datang lagi menemuinya, dan memberinya sejumlah uang yang cukup banyak.
Tukang cat ini terkejut, lalu bertanya:
“Loh Pak, untuk apa uang ini? Bapak sudah membayar upah pekerjaan saya kemarin, lagipula, jumlahnya banyak sekali?”
“Ambillah, ini untuk pekerjaanmu memperbaiki lubang di perahu saya.”
“Tapi,,,ini terlalu banyak, lagipula itu hanya sebuah lubang kecil saja, tidak sulit untuk memperbaiki, sebentar saja selesai, Bapak tidak perlu memberikan uang sebanyak ini!”
“Kamu berhak. Baiklah, biar saya ceritakan. Kemarin setelah pekerjaanmu selesai, saya ada urusan dan pergi dari rumah. Ternyata tepat setelah cat di perahu itu kering, anak-anak saya langsung menggunakannya untuk memancing ke tengah laut.
Saya tahu ada lubang kecil di perahu tersebut, dan saya tidak mengatakannya kepada mereka. Saya berencana untuk memperbaikinya hari Minggu nanti. Jadi bisa kamu bayangkan,
ketika saya pulang dan mengetahui bahwa anak-anak saya pergi ke laut menggunakan perahu yang memiliki lubang kecil, betapa panik dan putus asanya saya. Dan ketika akhirnya saya melihat mereka pulang dalam keadaan selamat, betapa lega dan bersyukurnya saya. Saya kemudian memeriksa perahu itu, dan menemukan bahwa lubang yang ada di badannya, telah diperbaiki.
Saya tahu, pasti kamu yang memperbaikinya, kamu memperbaikinya tanpa diminta, karena itulah saya sangat….berterima kasih.”
“Oh…..syukurlah kalau begitu Pak! Tapi…. uang ini tetap saja terlalu banyak.”
“Tidak kawan,,,, ini justru terlalu sedikit, ini bukan uang untuk pekerjaanmu memperbaiki lubang di badan perahu, tapi untuk menyelamatkan nyawa anak-anak saya.”
Selesaikanlah pekerjaan kita dengan sebaik- baiknya dan sepenuh hati. Jangan ragu untuk mengulurkan tangan jika ada pekerjaan tambahan yang memerlukan bantuan kecil, tanpa diminta. Karena kita tidak pernah tahu, sebuah bantuan kecil yang kita berikan itu, bisa jadi adalah rejeki untuk kita sendiri, jika waktunya telah tiba.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
