Budi Pekerti

Uang Hilang Ditemukan, Namun Ditolak Korban karena Bukan Uangnya

Di tempat kerja, hubungan antara majikan dan karyawan sebagian besar berada dalam kondisi bertentangan. Di Tainan ada cerita yang sangat mengharukan antara majikan yang baik dan karyawan yang jujur, membuat kita dapat melihat sisi baik manusia. 

Menurut berita dari Tong Shen, ada karyawan toko elektronik di Tainan bernama Ashin, telah bekerja sebagai teknisi instalasi dan pemeliharaan listrik selama empat tahun, sangat serius dalam bekerja dan disenangi oleh langganan. April 2016, setelah Ashin menerima gaji, lalu tas gajinya dimasukkan ke saku baju, setelah pulang jalan-jalan di pasar malam ternyata tas gajinya hilang, dan dia bergegas melaporkan hal ini kepada polisi.

Esok hari setelah kejadian, Ashin meminta ijin dua jam kepada pemilik toko, Qiu. Hal ini tidaklah biasa pada Ashin yang amat rajin. Setelah berulang kali ditanya, baru Ashin mengaku bahwa tas gajinya hilang kemarin malam, Ashin sudah mencari semalaman namun tidak menemukannya dan sekarang dia ingin mencarinya lagi di pasar malam tersebut selagi hari masih terang.

Qiu setelah mendengar kejadian tersebut, merasa sangat kasihan atas kehilangan yang terjadi pada karyawannya, berarti bulan ini bekerja sia-sia, lalu Qiu dan suaminya, akuntan dari toko tersebut, memutuskan untuk memberikan lagi satu bulan gaji ke Ashin.

Namun mereka menerka, dengan karakternya yang jujur, pasti Ashin tidak mau menerimanya, maka mereka menggunakan cara lain.

Pemilik menggunakan tas gaji yang mirip dengan yang hilang itu, di dalamnya diisi uang 34.000 NT/Dollar Taiwan (sekitar 15,6 juta Rupiah), berpura-pura ada orang baik hati yang menemukan tas gaji tersebut dan diantarkan ke kantor polisi. Qiu meminta polisi untuk bekerjasama dalam skenario ini, dan mengatakan orang baik hati ini tidak mau disebutkan namanya.

Ashin yang sedang bekerja mendengar bahwa polisi telah menemukan tas gajinya yang hilang, dengan gembira langsung mendatangi kantor polisi untuk mengambil tasnya. Seketika membuka tas, dia langsung mengatakan, “Ini bukan milik saya, pasti majikan yang memberikannya.” Polisi terkejut dan bertanya, “Mengapa bisa berkata demikian?”Ashin menjawab, “Karena saya sudah mengambil sedikit uang dari gaji tersebut, maka uang di tas tersebut kelebihan NT 3000.”

Ashin mengatakan kepada polisi bahwa tas gaji yang diberikan polisi tidak memiliki lipatan dan tidak ada staples. “Kemudian saya menemukan bahwa uang itu lebih ketika menghitungnya. Saya semakin yakin.”

Majikan mengira skenarionya berjalan lancar, ternyata dibongkar oleh kejujuran Ashin, yang mengembalikan tas gaji itu secara utuh.

Meskipun pada akhirnya uang Ashin tidak dapat ditemukan kembali, majikan sambil tertawa berkata akan menggunakan alasan lain untuk menaikkan gajinya.

Majikan bercerita bahwa hubungan mereka tidak sebatas antara atasan dan bawahan, tetapi lebih seperti sahabat. Dia percaya bahwa persahabatan itu indah. Sejak itu, toko membayar gaji karyawannya menggunakan jasa bank.

Banyak netizen setelah membaca berita ini mengomentari: “Wah, hubungan yang sangat hangat”, “Majikan terbaik di Taiwan.”

“Saya benar-benar ingin punya majikan seperti itu.”

“Ini barulah hubungan yang indah.”

Dan lainnya. (epochtimes/lin/kar)