Seorang lelaki berusia 96 tahun dari India, Vishweshwar Dutt Saklani, yang telah menanam lebih dari 5 juta pohon di wilayahnya, baru-baru ini telah tiada, ini meninggalkan duka yang mendalam bagi kerabat dan aktivis lingkungan. Karena kecintaannya pada pohon, Vishweshwar dijuluki sebagai “Manusia Pohon.”
Pecinta pohon
Dilahirkan pada 1922 di Distrik Tehri, negara bagian Uttarakhand, Vishweshwar mulai menanam pohon ketika dia baru berusia 8 tahun. “Satu dekade yang lalu, ia kehilangan penglihatannya karena lumpur dan kerikil masuk ke matanya saat menanam pohon. Tapi itu tidak menghalangi dia. Bahkan tanpa penglihatan, ia menanam ribuan pohon,” Santosh Swaroop Saklani, putra Vishweshwar, berkata kepada Hindustan Times.
Ketika Vishweshwar mulai menanam benih pohon, penduduk setempat sangat keberatan karena mereka yakin dia melanggar batas tanah mereka. Namun, akhirnya dia dihargai karena menambah penghijauan di desa. Seorang diri, Vishweshwar menanam kembali hampir 250 hektar tanah tandus dengan jambu biji, rhododendron, dan pohon-pohon lainnya. Saat ini daerah tersebut menjadi hutan hijau yang subur.

Setelah istri pertamanya meninggal pada 1958, Vishweshwar menikah untuk kedua kalinya dengan Bhagwati Devi, seorang wanita yang sangat mendukung upayanya untuk menghutankan kembali wilayah tersebut. “Pohon adalah segalanya baginya. Dia sering mengatakan, pohon adalah keluarga, orang tua, teman, dan dunia saya,” kata istrinya dalam sebuah pernyataan (Scoop Whoop).
Vishweshwar dianugerahi Penghargaan Indira Priyadarshini pada 1986 oleh almarhum Perdana Menteri Rajiv Gandhi. Dia juga diketahui telah berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan India.
India memimpin dalam penghijauan
India juga melakukan penghijauan cukup baik. Tren ini disorot dalam sebuah penelitian oleh NASA. Dengan membandingkan citra satelit, badan antariksa itu mengonfirmasi bahwa India dan tetangganya, Tiongkok, bertanggung jawab atas peningkatan terbesar penghijauan selama beberapa tahun terakhir.
“Tiongkok dan India menyumbang sepertiga penghijauan, tetapi hanya 9 persen dari seluruh luas daratan planet yang tertutup vegetasi – sebuah temuan mengejutkan, mengingat gagasan umum degradasi lahan di negara-negara berpenduduk padat akibat eksploitasi berlebihan,” Chi Chen dari Department of Earth and Environment di Universitas Boston, ketua peneliti, mengatakan dalam sebuah pernyataan (CNN).
India berkontribusi 6,8 persen dari peningkatan luas penghijauan global antara tahun 2000 dan 2017, dengan 82 persen berasal dari lahan pertanian dan 4,4 persen dari hutan. Produksi biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran juga meningkat selama periode tersebut. Hal ini juga membantu negara, menyediakan bahan pangan untuk lebih dari satu miliar penduduknya tanpa menghadapi krisis pangan yang berarti.

“Karena kontribusi hutan dalam penghijauan India relatif kecil (4 persen), belum dieksplorasi secara rinci dalam penelitian ini. Namun, penting bahwa kita menemukan tren penghijauan secara keseluruhan pada vegetasi alami (hutan) di India, tidak seperti beberapa penelitian terbaru yang melaporkan tren kecoklatan,” Dr. Rajiv Kumar Chaturvedi, anggota tim peneliti, mengatakan dalam sebuah pernyataan (The Weather Channel).
Pada 2016, pemerintah India mengeluarkan undang-undang baru untuk meningkatkan penghijauan hutan negara dari 21 menjadi 33 persen. Dana sejumlah 93 triliun rupiah dialokasikan untuk proyek ini. Kementerian lingkungan menyatakan bahwa langkah seperti itu akan menciptakan 2,5 miliar ton penyerap karbon. (visiontimes/feb/kar)
