Ini adalah kisah tentang seorang lelaki yang tidak punya uang, yang dihargai dengan keberuntungan setelah memberikan uang terakhirnya kepada seorang pengemis miskin. Dalam pepatah Tiongkok kuno ada sebuah perkataan, “Membantu mereka yang mengalami kesulitan dan memiliki simpati untuk tetangga, ini adalah mengikuti Dao (Jalan). Mereka yang mengikuti Dao akan diberkati.”
Victor dilahirkan dalam keluarga miskin di Inggris. Walaupun kedua orang tuanya bekerja sebagai pekerja rendahan, mereka adalah pekerja keras, jujur, baik hati, dan penuh kasih sayang. Sejak Victor kecil, ia telah menyaksikan orangtuanya yang selalu menunjukkan pentingnya memberi dan membantu orang lain.
Kemudian pada suatu hari, saat Victor masih anak-anak, ia menemukan pengemis tua yang menyedihkan, yang datang mengetuk pintu, meminta makanan pada hari musim dingin yang dingin. Berkeliaran di luar dalam cuaca yang dingin dan berangin, lelaki tua itu pasti lapar dan dingin. Tanpa pikir panjang, ibu Victor menyerahkan semua yang dia miliki — beberapa keping koin.
Victor memperhatikan ibunya memberikan sedikit uang yang dia miliki dengan perasaan kaget. Namun ibunya menjelaskan, “mungkin kita akan bisa menyelamatkan hidup dengannya.”
Meskipun tidak memiliki banyak harta benda, Victor beruntung tumbuh di lingkungan di mana ia sering menyaksikan orang tuanya melakukan berbagai tindak kebaikan. Nilai-nilai positif ini telah tertanam dengan dalam di hati Victor.
Bertahun-tahun kemudian, Victor tumbuh menjadi pria muda yang baik dan jatuh cinta dengan seorang gadis cantik. Namun, sayangnya, ayah gadis itu, seorang hakim yang terhormat, tidak menyetujui hubungan putrinya dengan Victor.
Sang ayah berpikir, Victor, yang tidak memiliki status, kekayaan, atau prospek yang sesuai kriterianya, tidak layak untuk putrinya yang berharga. Dia hanya akan membiarkan lelaki miskin itu menikahi putrinya dengan satu syarat, “Jika kamu dapat memberikan mas kawin senilai 10.000 pound.”
Victor baru saja memulai karirnya — bagaimana mungkin dia bisa mengumpulkan 10.000 poundsterling? Merasa kecewa, dia mengunjungi rumah temannya Daniel untuk mencari nasihat.
Ketika Victor datang ke rumah Daniel, temannya sedang melukis potret seorang pengemis tua yang compang-camping dengan kerutan dalam di dahinya.
Pengemis dengan pakaian compang-camping itu telah diundang oleh Daniel untuk menjadi model untuk lukisannya. Pria tua itu berdiri bungkuk dengan sebuah tongkat, dan tangannya memegang mangkuk pengemis. Melihat pemandangan ini, ingatannya melayang akan pengemis tua yang datang meminta uang di rumahnya bertahun-tahun lalu.
Dalam percakapan dengan pengemis itu, Victor mengetahui bahwa Daniel hanya menawarkan untuk membayar orang tua itu gaji 10 pence (US $ 0,13) per jam untuk tugasnya menjadi model. Mengetahui tentang upah pengemis yang sedikit itu, dia merasa malu dengan temannya, yang jelas-jelas sangat pelit.
Victor ingin membantu pengemis itu. Ketika Daniel pergi ke pintu untuk menerima tamu lain, dengan cepat ia mengeluarkan 1 pound (US $ 1,31) dan meletakkannya di tangan lelaki tua itu sebelum temannya kembali.
Kaget, lelaki tua itu mengangkat kepalanya, menatap lurus mata Victor, dan diam-diam mengantungi uang tersebut.
Victor tidak mengetahui identitas pengemis itu sampai pertemuan berikutnya dengan temannya Daniel beberapa waktu kemudian.
Saat bertemu, dia bertanya kepada Daniel bagaimana perkembangan potret pengemis itu. Saat itulah temannya mengungkapkan bahwa lelaki tua itu sebenarnya bukan seorang pengemis, tetapi seorang pria kaya bernama Baron Alfred Adler.
Berasal dari keluarga bangsawan, Baron Alfred Adler memiliki banyak kekayaan. Setiap tahun, ia memberikan sejumlah besar uang kepada badan amal dan universitas. Dengan pikiran ingin tahu, ia ingin melihat bagaimana ia akan terlihat seperti seorang pengemis tua, Maka, dia meminta Daniel untuk menggambarnya sebagai seorang pengemis.
Victor terkejut setelah mengetahui identitas asli pengemis itu. Dia malu dengan kekurangan penilaiannya. Bagaimana bisa ia memberikan uang terakhirnya kepada orang kaya?
Namun beberapa hari kemudian, Victor menerima surat dari Baron Alfred Adler. Dalam surat itu, Baron itu menulis: “Anak muda, saya merasa terhormat dengan kejujuran, integritas, dan kebaikan Anda. Saya diberi tahu oleh Daniel tentang kisah cinta Anda yang indah tetapi tragis. Surat ini mungkin akan membantu menjaga cinta indah Anda tetap hidup.”
Selain surat itu, ada kartu ucapan. Di dalamnya, Victor melihat cek seharga 10.000 poundsterling (sekitar US $ 13.055) dan pesan yang berbunyi: “Hadiah pernikahan untuk Victor dan Alice. Dari pengemis tua!”
Semoga kisah ini mengilhami Anda untuk berbuat baik, bersikap baik, dan membantu orang lain, karena dengan melakukan itu, Anda akan mengumpulkan kebajikan dan menerima berkah banyak kali sebagai balasannya. (epochtimes/lia)
