Budi Pekerti

Rahasia Cara Terbaik untuk Belajar

©freepik

Dahulu kala hidup seorang penyair terkenal Tao Yuanming yang merupakan sarjana yang berpengetahuan luas. Seorang pria muda bertanya kepadanya, “Saya mengagumi Anda karena pengetahuan Anda sangat luas. Maukah Anda memberi tahu saya cara terbaik untuk belajar?”

Tao Yuanming berkata, “Tidak ada cara terbaik. Jika kamu konsisten bekerja keras, kamu akan membuat kemajuan. Dan jika kamu malas, kamu akan ketinggalan.” Dia memegang tangan si pemuda dan membimbingnya ke sebuah ladang. Dia menunjuk sebuah tunas kecil dan berkata, “Lihatlah baik-baik, dapatkah kamu melihatnya tumbuh?” Pemuda itu menatap cukup lama dan berkata, “Aku tidak melihatnya tumbuh.”

Tao Yuanming bertanya, “Benarkah? Lalu bagaimana mungkin tunas kecil tumbuh tinggi nantinya?” Dia melanjutkan, “Faktanya, ia tumbuh setiap saat. Namun, kita tidak dapat melihatnya dengan mata. Prinsip yang sama juga berlaku untuk belajar. Pengetahuan kita menumpuk sedikit demi sedikit. Kadang-kadang kita bahkan tidak mengetahuinya. Tetapi jika kita konsisten melakukannya, kita akan membuat kemajuan besar. “

Tao Yuanming kemudian menunjuk ke sebuah batu pengasah pisau di dekat sungai dan bertanya kepada si pemuda, “Mengapa batu itu memiliki sisi cekung seperti pelana?”

Pemuda itu menjawab, “Karena orang-orang menggunakannya untuk menajamkan pisau hari demi hari.”

Dia lanjut bertanya, “Kapan tepatnya cekungan ini terbentuk?” Pria muda itu menggelengkan kepala.

Tao Yuanming berkata, “Itu karena orang-orang mengasahnya hari demi hari. Begitu pun dengan belajar. Jika kamu tidak melakukannya secara konsisten, [untuk mempertahankan tingkat pengetahuan kita], kamu akan mengalami kemunduran.”

Pemuda itu akhirnya mengerti. Dia berterima kasih kepada Tao Yuanming. Tao menuliskan sajak untuknya:

Belajar dengan rajin ibarat tunas yang tumbuh di musim semi.
Ia tumbuh meskipun kita tidak bisa melihat pertumbuhannya sehari-hari.
Mengendur ibarat tidak menggunakan batu pengasah pisau.
Seseorang akan kalah jika dia tidak dapat belajar secara konsisten.

Orang zaman kuno cenderung menekankan praktik ketika belajar dan melakukannya dengan rajin dan konsisten. Mereka tidak belajar selama satu hari dan mengendur beberapa hari berikutnya. Dengan kata lain, mereka percaya bahwa seseorang harus ketat terhadap diri sendiri dan tidak malas. Ketika seseorang berusaha melakukan yang terbaik, dia akan mencapai tujuannya. Seperti pepatah lama “Bacalah buku seratus kali, dan Anda dengan sendirinya memahami maknanya.”

Kisah Gu Ye Wang

Gu Ye Wang dari Dinasti Nan adalah seorang sejarawan terkenal. Pengetahuannya mencakup banyak bidang. Banyak orang datang kepadanya untuk bertanya. Suatu kali, putra temannya Hou Xuan bertanya kepadanya, “Anda telah membaca banyak pengetahuan. Saya ingin bertanya adakah jalan pintas dalam belajar?”

Setelah berpikir sejenak, Gu Ye Wang menunjuk ke sebuah pohon rindang dan berkata, “Jika Anda ingin tahu jalan pintas, Anda perlu melihat pohon ini.”

Hou Xuan memandang pohon dari atas ke bawah tiga kali tetapi tidak dapat menemukan sesuatu yang tidak biasa. Dia lalu bertanya, “Saya terlalu buta untuk melihat apa pun. Tolong tuntun saya.”

Gu Ye Wang berkata, “Dengan sistem akarnya, pohon itu dapat tumbuh tinggi dan kuat. Dengan batangnya yang tebal dan kuat, pohon itu dapat menumbuhkan daun yang banyak dan lebat. Hanya dengan tujuan mulia dan keyakinan teguh seseorang dapat memiliki masa depan yang cerah. Ambil contoh pohon ini, setiap tahun lingkaran tahun pada batangnya akan bertambah satu. Seseorang harus rajin. Buatlah kemajuan setiap kali, dan harus konsisten. Itu kuncinya. “

Sejak itu, Hou Xuan belajar dengan tenang. Dia membuat kemajuan dengan cepat. Teman-temannya bertanya padanya, “Kamu begitu paham dengan buku-buku itu sehingga kamu bisa membaca dari belakang ke depan. Mengapa kamu masih membacanya?”

Hou Xuan berkata, “Tidak ada jalan pintas dalam belajar. Saya masih belum menyadari banyak prinsip dan makna mendalam dari buku-buku ini. Karena itu saya perlu meninjau mereka untuk mempelajari sesuatu yang baru setiap kali. “Gu Yan Wang mengajari anak-anak, “Pohon kecil menyukai matahari karena ingin tumbuh menjadi pohon besar dan kuat. Bagi seseorang, tujuan hidupnya adalah menjadi orang baik yang akan bermanfaat bagi rakyat dan negara. Penting sekali untuk memiliki tujuan. Dalam hal belajar, penting sekali untuk konsisten dan tidak menyerah dalam keadaan apa pun.”

Orang kuno percaya bahwa belajar juga merupakan proses meningkatkan moralitas mereka. Kunci untuk belajar terletak pada kemauan untuk bekerja keras dan ketekunan. Belajar secara konsisten adalah cara terbaik untuk belajar. (clearharmony/eva)