Di sebuah jalan raya yang ramai, banyak orang lalu lalang. Hari ini Dede datang ke tengah kota bersama ibunya, mereka berdua terpesona dengan suasana keramaian jalan tersebut. Di tempat yang ramai ini, para pedagang sibuk melayani pelanggan mereka masing masing. Di antara suasana jalan yang sangat sibuk itu, tampak seorang paman sedang asyik memperbaiki barang barang elektronik di sampingnya. Dede dengan antusias mendekati paman itu, tak lama kemudian Dede bertanya, ”Paman, bolehkah saya mengetahui apa yang sedang paman lakukan?”
Sang paman itu melihat sebentar kearah Dede dan berkata sambil tersenyum melihat wajah Dede yang sangat penasaran itu, ”Oh, paman sedang memperbaiki barang-barang elektronik ini”.
Dede
kembali bertanya, ”Ada apa dengan barang-barang elektronik ini? Mengapa harus
paman perbaiki?”
Lalu paman itu menghentikan pekerjaannya dan sambil tersenyum ramah
menjelaskan, ”Barang-barang elektronik ini adalah milik pelanggan yang ingin
diperbaiki. Mereka ingin memberikan kesempatan sekali lagi kepada barang-barang
elektronik ini untuk menjalankan tugasnya. Kika barang-barang ini dipergunakan sudah
cukup lama, karena faktor usia, akan ada sebagian onderdilnya yang sudah aus
dan rusak sehingga harus diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Nah kalau
sudah diperbaiki begini, mungkin akan dapat berfungsi seperti sediakala tanpa
harus membuangnya.”
Dede setelah mendengar perkataan sang paman, dia lalu berpikir sejenak kemudian menolehkan kepala kepada ibunya yang berdiri di samping Dede dan bertanya, ”Mama…apakah manusia juga perlu direparasi?”
Ibunya tersenyum bijak dan membelai kepalanya, ” Kalau seseorang terlalu banyak berbuat hal yang buruk dan memiliki konsep pikiran yang tidak betul, maka dia juga perlu direparasi, akan tetapi kalau mau memperbaiki perilaku dan konsep pikiran kita, itu namanya bukan reparasi (Xiu Li) tapi disebut kultivasi (Xiu Lian).” Dede pun menganggukkan kepala tanda mengerti. Ada sebuah syair bijak berbunyi:
Tujuan
kultivasi adalah:
Kembali ke jati diri yang
asli,
Kembali ke asal diri
sendiri,
Kepada karakter alam semesta
yang paling murni,
Kembali ke sifat dasar
manusia: Sejati, Baik, Sabar.
(minghuischool/ling)
