Sebuah Motivasi

joseph schooling (gettyimages)

Written by

in

Adalah sebuah cinta pada pandangan pertama. Waktu itu saya berusia 16 tahun dan masih duduk di bangku SMA, dan bekerja part time sebagai petugas parkir. Saya tidak pernah melihat yang lain selain ini, sebuah produk terbaru keluaran Toyota  namanya Celica. Mendekati usia mendapatkan izin mengemudi, saya berangan-angan memiliki sebuah mobil.

Impian saya telah terbentuk. Saya akan menyimpan semua uang saku dan uang hasil saya bekerja part time dari sekarang sampai saya lulus kuliah, dan selama masa itu sebuah Celica tidak akan luput sekalipun dari pandangan saya bila ia lewat di jalan. Ia satu-satunya mobil yang saya idamkan, terus sampai saya lulus kuliah dan bekerja. Di waktu senggang saya, saya sering pergi ke showroom mobil hanya untuk melihat-lihat lagi mobil idaman saya, motivasi yang membuat saya semangat menabung dan semangat bekerja. Ketika saya saya pindah kantor dan lokasinya sangat jauh, saya mulai merasakan kebutuhan memiliki kendaraan dan ingin mewujudkan impian saya. Sayangnya, harga untuk yang masih baru sangatlah mahal, sehingga saya mencari dalam kondisi bekas, namun yang saya temukan harganya selalu 1,000 dollar AS lebih mahal dari jumlah  uang yang saya miliki.

Teman-teman mulai menyarankan mobil yang sekiranya mampu saya beli. Lalu Ayah memperkenalkan saya kepada seorang penjual mobil seken. Ketika bertemu dengannya, dengan berat hati saya memberikan daftar mobil-mobil yang sekiranya masih mampu saya beli. Sewaktu kami membahas masalah mobil, kelihatannya ia dapat merasakan kurangnya antusiasme saya. Kemudian ia bertanya kepada saya, “Apakah ada hal lain yang membuatmu tertarik?”

“Ya…sebuah Toyota Celica,” Saya menjawabnya, “Namun saya tahu saya tidak akan mampu membelinya.”

Ia kemudian mencatatnya dan berkata, “Biarkan saya memikirkan hal itu.”

Mata saya berbinar-binar ketika ia menanyakan tentang warna dan pilihan saya. Kemudian Ia menggambarkan sebuah lingkaran besar dengan kata Celica di dalamnya. Kurang dari seminggu kemudian, Ia mengabari saya. Ia menemukan satu yang sesuai dengan anggaran saya. Hanya terdapat satu tambalan pada spatbornya di mana dapat saya perbaiki dengan biaya kurang dari 100 dollar. Akhirnya! Saya bisa mendapatkan hal yang telah lama saya impikan. Rasanya sungguh berbeda dengan misalnya, tiba-tiba orangtua saya menghadiahkan saya sebuah mobil.

Ketika Anda mengamati orang-orang di dunia yang paling berhasil di bidang bisnis, olah raga atau politik — amatilah bahwa tujuan yang pasti mengambil peranan penting di setiap aspek kehidupan mereka.  Para pemenang memberikan keinginan mereka lengkap dengan perhatian, fokus dan tenaga.

Marsha Sinetar, dalam bukunya berjudul Do What You Love the Money Will Follow (Lakukan Apa Yang Anda Cintai, Uang Akan Mengikutinya), menulis: “Ketika Anda mempelajari orang yang telah mencapai kesuksesan…dengan sangat jelas terlihat bahwa prestasi yang telah mereka gapai berkaitan erat dengan kesenangan yang mereka peroleh dari apa yang mereka lakukan.”

Joseph Schooling, perenang dari Singapura, sejak kecil menulis impiannya di tembok kamarnya yaitu memenangkan medali emas olimpiade. Dan ia berlatih dan bekerja keras mewujudkannya, walaupun selalu merasa kekurangan waktu membagi waktu antara latihan dan sekolah. Saat mengalami kegagalan waktu bertanding, perenang panutannya Michael Phelps menghiburnya dengan mengatakan bahwa langkahnya masih sangat panjang karena Joseph masih muda. Phelps mengatakan kegagalan jangan dipandang sebagai kegagalan, tetapi adalah bagian dari sebuah pengalaman. Dia mengatakan agar Joseph menghadapinya dengan kepala tegak dan maju terus.  

Michael Jordan juga adalah sebuah contoh yang bagus. Ia menjadi salah satu pemain basket terhebat dengan berlatih lemparan sebanyak ratusan kali setiap harinya. Apakah Anda mendedikasikan impian Anda seperti itu pula?

Saya telah gagal menembak bola sebanyak 9000 kali dalam karir saya. Saya juga kalah dalam 300 pertandingan. Saya gagal dan gagal lagi dalam hidup saya. Itulah mengapa saya akhirnya bisa sukses.

Michael Jordan

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

https://youtu.be/jfWUEshcN8c