Budi Pekerti

Sebuah Nilai

Uang
Uang. (Canva Pro)

Seorang motivator terkenal dalam suatu pertemuan yang dihadiri 200 orang mengeluarkan selembar uang kertas senilai seratus ribu rupiah. Lalu ia berkata dihadapan para hadirin, “Siapakah yang menginginkan uang seratus ribu rupiah ini?”

Segera beberapa orang dengan cepat mengacungkan tangannya. Penceramah melihat-lihat…. lalu tersenyum…. “Saya akan memberikan uang ini pada satu orang di antara kalian…. Namun sebelum ini, …saya ingin berbuat demikian…” Sambil berkata lalu uang kertas itu diremasnya.

Kemudian bertanya lagi, “Siapa yang masih menginginkan uang kertas ini?” Tetap saja ada yang mengacungkan tangannya…. “Bagus sekali”, penceramah ini kemudian berkata lagi, “Kalau begitu seandainya saya berbuat demikian….” Sambil berkata lalu melemparkan uang kertasnya di atas lantai… kemudian menginjaknya dengan sepatu, lantas dipungutnya kembali dan berkata, “Sekarang uang ini menjadi kumal dan kotor… apakah masih ada yang menginginkannya?” Tetap saja ada beberapa orang yang mengacungkan tangannya.

“Para hadirin …saya pikir kita telah mempelajari sebuah pelajaran yang sangat berharga…. Biar apa pun telah saya lakukan terhadap uang ini…. Namun kalian tetap saja masih menginginkan… penyebabnya karena tidak merusak nilainya, ia tetap bernilai seratus ribu rupiah, meskipun lecek dan kotor, anda bisa membersihkan dan membuatnya lurus kembali…,” kata motivator tadi.

Di dalam kehidupan kita… banyak sekali masalah, terkadang kita jatuh…melakukan kesalahan fatal… menderita kerugian… membuat patah semangat. Saat semua keadaan ini terjadi… selalu saja membuat kita merasa tidak berarti. Namun biar apa pun yang telah terjadi atau akan terjadi sesuatu, kita tidak akan kehilangan harga diri….dan nilai yang sangat berarti di mata Tuhan.

Kita masih tetap diri semula… semakin banyak tempaan hanya bisa membuat kita semakin berkembang matang dan kuat…. Seperti emas dilapisi debu… dan meskipun melalui lebih banyak waktu ditiup angin diterpa hujan…. Juga tidak akan merusak nilai semula…. Asalkan kita yakin demikian, dan mematut diri dengan berbuat lurus, baik dan sabar…. Dan ini harus dicamkan…. Jangan biarkan kekecewaan kemarin membuat impian esok menjadi suram! (minghui school)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI