Budi Pekerti

Setelah Pelayan Menumpahkan Makanan, Ucapan Putri Saya Menyentuh Saya

Ibu dan Anak ( Screenshot @ Storyblocks)
Ibu dan Anak ( Screenshot @ Storyblocks)

Hari ini adalah hari yang istimewa, putri saya yang kuliah di luar negeri sudah lulus, akhirnya bisa pulang untuk bertemu kami. Malam harinya kami pergi ke restoran untuk makan malam, yang melayani kami adalah seorang pelayan muda.

Ketika sedang menghidangkan ikan kukus, mungkin karena koki mengisi piring terlalu penuh, kuah ikan tertuang keluar menetes pada tas branded saya. Saya secara naluriah memelototi pelayan itu dengan gusar, dan hampir mengeluarkan kata kata komplain mengapa dia tidak hati-hati.

Putri tercinta saya dengan kecepatan seperti angin puyuh berdiri, dengan cepat pergi ke sisi pelayan wanita tersebut, menepuk bahunya dan berkata : “Jangan panik, tidak masalah.”

Pelayan wanita seperti anak anjing yang ketakutan, dengan tak berdaya, melihat tas mahal saya basah, tergagap berkata: “Maaf Ibu, saya akan mengambil kain di dapur untuk menyekanya ……”

Tapi putri saya sudah lebih dulu mengambil tissue di atas meja dan mengelap tas saya hingga bersih, tak lupa menyemprotkan hand sanitizer yang selalu dibawanya di tas. Kemudian dia berkata: “Tidak masalah, nanti pulang ke rumah kita cuci bersih sudah seperti semula, Mbak lanjutkan saja bekerja, benar-benar tidak masalah, jangan terlalu dipikirkan”

Nada suara putri saya begitu lembut, seperti dialah orang yang berbuat salah.

Saya menatapnya, merasa diri saya seperti sebuah balon, yang diisi dengan udara terlalu penuh, ingin meledak tetapi tidak bisa.

Putri saya menatapku dengan tenang, di bawah lampu terang dari restoran, saya dengan jelas melihat dari bola matanya yang besar, bahkan berlapis dengan lapisan tipis air mata. Saya yang tadinya bagaikan balon penuh, tiba tiba seperti dibuka ikatannya, terbang pergi menjauh emosi saya berganti dengan ketenangan, dan kami kembali melanjutkan makan malam kami.

Malam itu, kami Ibu dan anak berbaring di tempat tidur, putri saya berkata seperti ini:

Ia bercerita bahwa tahun lalu saat semester akhir tidak bisa pulang ke Indonesia karena lockdown, dia mengisi waktu liburan dengan bekerja menjadi pelayan di sebuah Café ternama disana. Ia tak pernah memberitahu kami sebelumnya tentang hal ini, mungkin dia takut saya tidak mengizinkan.

Hari pertama di tempat kerja, dia sudah dalam kesulitan.

Ketika sedang menuangkan anggur, tanpa sengaja menuangkan anggur merah ke gaun putih dari pelanggan, warna sangat kontras.

“Mama, saat itu, aku benar-benar memiliki perasaan jatuh ke dalam neraka.” suara putri saya masih meninggalkan sisa-sisa rasa ngeri.

Dia pikir pelanggan akan sangat marah, tapi pelanggan tersebut sama sekali tidak marah dan menghiburnya, mengatakan: “Tidak masalah, hanya noda anggur, mudah untuk mencucinya.”

Setelah mengatakan demikian, tamu itu berdiri, menepuk bahunya, kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkannya.

“Mama, karena orang lain bisa memaafkan kesalahan saya, Mama dapat menganggap kesalahan orang lain sebagai kesalahan saya, maafkan kesalahan mereka!”

Pada saat ini mata saya sudah basah.

Ternyata memaafkan dapat menjadi begitu indah …

Ternyata kebaikan yang tulus bisa begitu kuat tertular untuk orang lain… (dajiyuan)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI