Budi Pekerti

Sibuk Terus Tapi Tak Produktif? Ini Cara Mengatasinya

Sibuk multitasking
Sibuk multitasking. (Getty Images via Canva Pro)

Adalah persepsi umum bahwa sibuk adalah tanda produktivitas; namun ketika kita terlalu sibuk, kita mungkin merasa kewalahan dan berjuang untuk menghindari kelelahan.

Dengan kemungkinan tak terhitung yang ditawarkan oleh teknologi saat ini, mendapatkan gelar master secara online sama mudahnya dengan menggabungkan rutinitas latihan di rumah, dan kita merasa tidak ada yang tidak dapat kita capai.

Namun memiliki kemungkinan tak terbatas mungkin memiliki kekurangannya. Jika kita tidak mengambil kesempatan ini dalam jumlah sedang, kita dapat berakhir dengan jadwal yang begitu padat sehingga alih-alih mendapatkan manfaat dari semua aktivitas, kita merasa stres, lelah, dan terbebani.

Kelelahan sangat tidak menyenangkan, namun sangat umum–begitu umum sehingga WHO telah memberikan diagnosis resmi untuk kondisi tersebut sejak 2019. Untuk menghindari kelelahan, cobalah rencana sederhana ini untuk mengembalikan anda ke jalur yang benar dan membangkitkan kembali motivasi anda.

Catat Kebiasaan Anda

Untuk memulai, catat aktivitas yang membentuk rutinitas harian dan mingguan anda. Berapa banyak waktu yang anda dedikasikan untuk bekerja atau belajar? Apakah anda mengambil kelas ekstrakurikuler? Bagaimana dengan aktivitas tambahan yang berhubungan dengan hobi atau kegemaran anda? Amati dengan cermat kegiatan apa yang menghabiskan sebagian besar waktu anda dan evaluasi apakah itu sesuai dengan prioritas dan tujuan anda.

Selain itu, lihat kebiasaan anda, terutama yang sudah menjadi kebiasaan alamiah. Berapa jam anda tidur setiap malam? Apakah anda meluangkan waktu untuk memilih untuk makan makanan sehat atau asupan nutrisi anda terganggu oleh kesibukan anda? Bagaimana anda biasanya menghabiskan waktu luang anda? Menanyakan kepada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan ini akan memberi anda gambaran yang lebih baik tentang situasi anda saat ini.

Apakah kebiasaan dan aktivitas anda saat ini membawa anda lebih dekat ke tujuan anda? Jika hal itu tidak selaras dengan prioritas anda, pertimbangkan untuk membuang beberapa diantaranya.

Evaluasi Alasan Anda

Sebelum membuang atau mengadopsi kebiasaan baru, pastikan untuk mengevaluasi kembali prioritas dan tujuan anda. Apa yang memotivasi anda untuk menyelesaikan sesuatu? Mengapa anda berusaha keras dalam hal-hal yang anda lakukan? Apakah hal itu untuk memenuhi aspirasi anda atau untuk memenuhi harapan orang lain?

Tentukan prioritas anda, baik itu keluarga, karier, atau pemenuhan spiritual akan memberi anda panduan untuk merancang rencana baru anda. Pada akhirnya, kita ingin membedakan apa yang benar-benar penting dan melupakan hal-hal yang tidak sejalan dengan tujuan kita.

Tetapkan Lima Tujuan Utama Anda

Sekarang setelah anda tahu bagaimana anda ingin perjalanan itu berakhir, inilah saatnya untuk merencanakan jalan menuju kesana. Elemen kunci yang akan membuatnya menjadi kenyataan harus menjadi tujuan langkah langkah bertahap anda.

Meskipun daftarnya bisa sangat banyak, mulai dari membeli rumah hingga belajar bahasa, persempit menjadi beberapa tujuan penting. Memiliki banyak tujuan tidak selalu berarti mencapai lebih banyak. Dalam kebanyakan kasus, multitasking menyebabkan perhatian kita menjadi semakin terbagi, berdampak negatif pada produktivitas kita, dan mengakibatkan sangat sedikit tujuan kita yang benar-benar tercapai.

Tetapkan lima tujuan yang akan memungkinkan anda membuat kemajuan maksimal. Awalnya, fokuskan perhatian anda pada yang paling penting untuk memaksimalkan produktivitas dan mencapai tujuan anda lebih cepat. Secara bertahap lanjutkan dengan sisa tujuan penting anda.

Letakkan Pijakan Dasar

Pertimbangkan berbagai bidang kehidupan anda: jiwa, pikiran dan tubuh. Pastikan untuk memasukkan tujuan yang melibatkan masing-masing bidang ini sehingga prosesnya mengarah pada kehidupan yang seimbang dan harmonis.

Kuatkan Jiwa Anda

Tujuan yang terkait dengan jiwa anda akan memberi manfaat pada upaya anda. Tanpa landasan spiritual, tujuan lain apapun mungkin tidak berharga karena sifat materi yang cepat berlalu. Mengembangkan lebih banyak empati dan belas kasih, menjadi lebih tangguh di tengah cobaan, dan menemukan kedamaian batin adalah beberapa tujuan spiritual yang dapat anda mulai kerjakan sekarang.

Ini akan membantu anda bertahan selama tahap terberat dalam perjalanan anda. Kesehatan dan kedamaian jiwa akan selalu ada dan memberi arti bagi hidup kita, meskipun segala sesuatu yang lain direnggut dari kita.

Memurnikan Pikiran Anda

Ketika berkaitan dengan pikiran, pertimbangkan pola pikir anda. Apakah anda cenderung memiliki pikiran negatif? Apakah pikiran anda sering dipenuhi dengan kekacauan mental? Apakah meningkatkan fokus, ingatan dan kejernihan pikiran menjadi tujuan yang layak untuk anda kejar?

Jika jawaban anda ya, ada banyak kebiasaan sehat yang dapat anda terapkan untuk mencapai tujuan ini. Belajar meditasi, mindfulness*, olahraga ringan dan rekreasi adalah beberapa cara populer untuk menjaga pikiran anda.

* Mindfulness (melakukan sesuatu dengan penuh perhatian dan kesadaran penuh) dapat mengurangi stres, membantu pengaturan emosi dan meningkatkan kemampuan kognitif.

Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi pikiran anda seperti stabilitas keuangan, kepuasan karier, dan hubungan sosial harus dianggap sebagai bagian integral dari tujuan anda yang lebih besar.

Sayangi Tubuh Anda

Tubuh kita adalah alat utama yang dengannya kita mencapai tujuan kita. Tanpa tubuh yang sehat, bagaimana anda dapat menikmati hasil dari usaha seumur hidup anda? Untuk menjaga kesehatan fisik diperlukan cukup tidur, makan dengan baik dan sering berolahraga.

Untuk memastikan anda mendapatkan tidur yang cukup, maka atur jadwal tidur anda dengan memilih waktu tidur yang lebih awal. Anda akan bangun secara alami ketika anda sudah cukup istirahat. Mematikan perangkat komunikasi, meredupkan lampu dan santai selama setengah jam, semuanya dapat berkontribusi pada tidur yang lebih cepat dan lebih baik.

Menutrisi tubuh kita dengan makanan bergizi adalah penting. Orang-orang sibuk sering mengkonsumsi junkfood atau bahkan melewatkan makan; tetapi jika ini menjadi kebiasaan, itu akan berdampak buruk bagi kesehatan kita.

Perencanaan menu makanan dapat membantu meningkatkan kualitas makanan yang anda makan, sekaligus menghemat waktu dan uang. Memiliki persediaan makanan yang sehat dan minum cukup air setiap hari dapat meningkatkan energi anda, membantu konsentrasi anda dan mengurangi kelelahan anda.

Mengintegrasikan aktivitas fisik ke dalam kehidupan sehari-hari anda adalah pilar ketiga dari tubuh yang sehat. Sementara olahraga sekitar 25 menit kardio setidaknya tiga kali seminggu tentu saja meningkatkan kesehatan anda secara keseluruhan, aktivitas fisik moderat juga dapat membuat perbedaan.

Peregangan ringan di pagi hari atau jalan santai di malam hari adalah awal yang baik untuk mulai. Saat tubuh anda mulai mendapat manfaat dari kehidupan yang lebih aktif, secara alami tubuh akan mulai menikmati gerakan dengan gembira.

Langkah-langkah Kecil untuk Kesuksesan yang Bertahan Lama

Sekarang, anda siap untuk lepas landas. Dengan strategi baru anda termasuk kebiasaan yang ingin anda bangun, kami menawarkan satu nasihat terakhir: ambil langkah kecil tetapi konsisten di sepanjang waktu.

Setelah anda mendapatkan kembali motivasi anda, adalah hal yang umum untuk merasa ingin menguasai dunia. Bagaimanapun, langit adalah batasnya! Tetapi jika kita tidak hati-hati, antusiasme ini dapat membawa kita kembali kepada kelelahan.

Karena itu, cobalah untuk fokus pada kebiasaan kecil yang jika dipraktikkan dari waktu ke waktu dapat berkontribusi pada tujuan kita. Seperti yang dikatakan Stephen Guise dalam bukunya Mini Habits: Smaller Habits, Bigger Results,“: Setiap pencapaian besar dibuat dari langkah-langkah yang sangat kecil, dan untuk melakukannya satu per satu seperti ini bukan berarti lemah, tetapi tepat.”

Ingatlah bahwa, meskipun gagal adalah bagian dari proses, belajar untuk bangun kembali adalah kuncinya. Pastikan untuk konstan, tetap sabar, dan yang terpenting, miliki keberanian untuk memulai dari awal dan tidak takut salah. (visiontimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI