Suatu hari, di sekolah, ada seorang guru yang datang sambil membawa sehelai kain.
Murid-muridnya bingung, mengapa sang guru datang sambil membawa sehelai kain.
Guru ini sadar kalau murid-muridnya memperhatikan sehelai kain yang dia bawa, jadi dia berkata, bahwa hari itu, dia akan memberikan satu pelajaran penting dalam hidup.
Kemudian dia mulai mengikat simpul pada sehelai kain yang dia bawa tersebut.
Setelah mengikat empat hingga lima simpul, dia menunjukkannya kepada semua muridnya, dan bertanya kepada mereka, “Apakah ini sehelai kain yang sama yang telah saya bawa saat awal masuk kelas, ataukah kini sudah berbeda?”
Salah satu murid berkata, “Guru, itu sama tetapi kondisinya telah berubah.”
Guru berkata lagi, “Benar, sekarang jika guru mau, apakah mungkin bagi guru untuk mengembalikan kondisi kain ini ke kondisi aslinya?”
Murid itu menjawab, “Itu mungkin saja guru, tetapi guru harus melepaskan simpul ikatan dari kain itu dulu.”
Guru berkata, “Tepat, nah sekarang, jika guru menarik kedua ujung simpul di kain ini, apakah simpul akan terbuka?
“Tidak guru, jika salah satu sisi simpul itu ditarik, ikatannya malah akan semakin erat.”
“Oh, jadi bagaimana caranya supaya simpulnya bisa lepas, keadaannya sudah begitu kusut?”
“Kita bisa mengamatinya dengan seksama dan mencari tahu bagaimana simpul ikatan itu terbentuk, dan dari situ, kita bisa mencoba untuk mengendurkan ikatannya, terus sampai semua ikatannya lepas.”
Guru lalu berkata sambil tertawa: “Hahahaha, kalian memang pintar, itu tepat sekali, namun tahukah kalian, hari ini guru ingin memberi pelajaran kehidupan.
Kain ini, sama seperti diri kita, seringkali kita berdebat dan bertengkar dengan sesama, dengan teman dan keluarga.
Jika kita bersikeras dan merasa paling benar sendiri, maka hal itu ibarat satu sisi simpul yang ditarik makin kuat. Bukannya terlepas, simpul itu justru akan semakin erat terikat.
Namun jika kita bisa untuk mau mengalah dan mencari dimana akar masalah yang sesungguhnya, lalu kemudian menariknya ke belakang, dengan demikian, barulah simpul itu bisa mengendur perlahan-lahan, sampai akhirnya lepas.”
Perselisihan dan konflik, akan lebih cepat selesai dan terurai, hanya jika kita mau untuk mengalah, lalu kemudian mencari akar masalah dan mengambil langkah untuk memperbaikinya. (moralstories26/an)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
