Budi Pekerti

Tanpa Ketekunan dan Kesabaran, Hampir Mustahil Mencapai Kesuksesan

Ketekunan dan kesabaran
Ketekunan dan kesabaran. @Pixabay

Ada seorang pria yang telah bekerja selama 10 tahun, selama ini dia selalu berharap untuk menjadi seorang jutawan, namun setelah bekerja sekian lama, kehidupannya tidak mengalami kemajuan apapun.

Suatu hari setelah mendengar seminar motivasi, dia berpikir bahwa dia akan berhenti bekerja dan mulai menjadi pengusaha, agar impiannya bisa tercapai.

Jadi hari itu dia memutuskan untuk berhenti bekerja, dan mulai menjadi pengusaha. Pertama dia membuka kedai, setelah beberapa bulan, dia membuka toko, dan setelah beberapa bulan, jenis usahanya berubah lagi. Dia menjadi pengusaha di berbagai bidang, mulai dari pelayanan jasa, hingga ke bagian pemasok bahan mentah, namun setiap usaha yang dia jalani, selalu gagal.

Akibatnya setelah 5 tahun kemudian, dia berada di sisi yang berlawanan dari mimpinya, dia tidak menjadi jutawan, namun malah menjadi seseorang yang memiliki banyak hutang.

Akhirnya istrinya tidak tahan, dia menemui seorang guru suci di sebuah kuil.

Guru itu berkata: “Jika suamimu bersedia, suruh dia datang kemari. Saya bisa memberitahu kepadanya, rahasia agar dia menjadi jutawan.”

Kemudian, pria itu datang ke kuil.

Setelah menceritakan apa yang dia dengar dari istrinya, pria ini langsung meminta guru suci untuk memberitahu dirinya, rahasia untuk menjadi jutawan.

Guru suci berkata bahwa dia akan memberitahu rahasia tersebut, namun dengan satu syarat. Pria ini harus menyapu dedaunan kering di seluruh halaman kuil, hingga tidak ada lagi satupun daun di halaman kuil tersebut.

Pria ini berpikir bahwa itu sangat mudah, dan dia segera mulai menyapu.

Pertama dia menyapu halaman di sisi Barat kuil, setelah semuanya bersih, dia berpindah ke sisi Utara kuil, lalu kemudian ke sisi Timur kuil.

Setelah selesai dengan sisi Timur, diapun melanjutkan dengan sisi Selatan kuil, dia berpikir bahwa setelah halaman di sisi Selatan ini selesai disapu, dia akan segera bisa mengetahui rahasia untuk menjadi jutawan.

Akhirnya sisi Selatan selesai disapu bersih, namun, betapa terkejutnya, dia, ternyata di sisi Barat kuil, sudah ada lagi daun-daun kering lain yang baru saja rontok dari pepohonan disana, juga ada sebagian daun yang tampaknya terbawa angin dan jatuh di sana.

Jadi dia kembali menyapu di sisi Barat.

Selesai menyapu sisi Barat, dia melihat lagi sisi Utara yang seharusnya sudah bersih, ternyata kembali tidak bersih, ada dedaunan baru yang rontok di sana. Jadi dia kembali menyapunya.

Hal ini berulang beberapa kali, hingga akhirnya dia menjadi marah.

Dia menemui guru suci di dalam kuil dan marah-marah di sana. Guru suci bertanya: “Loh, kemana semangat yang saya lihat di awal tadi, saat kamu akan mulai menyapu?”

Pria ini kemudian berkata bahwa mustahil bisa menyapu bersih seluruh halaman kuil, selalu ada daun baru yang rontok di sisi lain halaman, dia bertanya mengapa guru suci ini tidak memberitahu rahasia, namun justru malah memberi lelucon padanya.

Guru suci ini menjawab: “Jika kamu mau tekun dan bersabar, dan menyapu terus sampai musim dingin saat semua daun di pepohonan sudah rontok, halaman itu akan bersih dari segala dedaunan kering.”

Pria ini marah, musim dingin baru datang 3 bulan lagi, dan dia tidak mau menunggu sambil menyapu sebegitu lama.

Guru suci akhirnya tidak memberitahu rahasia apapun, karena pria ini dianggap gagal menyelesaikan tugasnya.

Kemudian pria ini pamit pulang, namun guru suci menahannya sebentar, guru ini berkata.

“Sebentar nak, baiklah, saya rasa, kamu harus mendapatkan sesuatu dari upayamu menyapu seluruh halaman kuil.”

Guru suci kemudian memberitahu bahwa di dalam lumbung padi ada 100 karung beras, jika pria itu mau memanggul 100 karung beras di sana, dan memindahkannya keluar kuil, guru ini akan memberikan biji permata untuknya.

Pria ini ragu, namun guru suci kembali berkata: “Di dalam lumbung itu, dibalik tumpukan beras, ada sebuah pintu, di dalamnya ada sebuah peti, di dalam peti ada biji-biji permata, sumbangan dari orang yang ingin membantu kuil ini. Jumlahnya mungkin tidak terlalu besar, namun dengan harta itu, kamu bisa mendapatkan 100 karung beras, jumlah yang setara dengan karung-karung beras yang harus kamu pindahkan.”

Pria ini agak ragu, namun mendengar bahwa permata itu sebanding nilainya dengan 100 karung beras, semangatnya kembali timbul.

Jadi dia pergi ke lumbung dan mulai memindahkan karung-karung beras di sana. Ada sekitar 100 karung beras di situ, dan dia memanggulnya satu per satu.

Akhirnya setelah 100 karung beras tersebut berhasil dipindahkan, dia melihat memang benar, ada sebuah pintu kecil di sana.

Dia membuka pintu tersebut, dan menemukan sebuah peti kayu di dalam.

Dia membuka peti kayu itu, dan melihat, ada sebuah kantung kain kecil di dalamnya.

Saat itu dia berpikir, bahwa isinya pasti adalah biji permata yang dikatakan oleh guru suci.

Dia mengambil kantung kain tersebut, dan membukanya, ternyata isinya hanyalah beberapa biji beras.

Dia bingung dan kembali marah.

Dia marah karena merasa telah ditipu.

Dia kembali menemui guru suci di dalam kuil dan marah-marah di sana.

Guru suci menjawab: “Saya tidak bohong, 100 karung beras yang kamu pindahkan, memang berasal dari harta itu. Silahkan kamu tanam, dan rawat dengan penuh ketekunan dan kesabaran, dalam 6 bulan kedepan, kamu bisa memanen beras, lalu kamu bisa menanamnya lagi, dan dalam 6 bulan kedepan lagi, kamu bisa mendapatkan lebih banyak beras lagi, malah, jika kamu mau melakukannya berulang kali, pada akhirnya kamu bahkan bisa mendapatkan lebih banyak daripada hanya 100 karung beras.”

Tanpa ketekunan dan kesabaran, hampir mustahil mencapai kesuksesan. (funny inspiring stories/jl)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI