Ada suatu negeri di sebuah pulau, dimana penduduknya sangat suka mengkonsumsi ikan segar.
Tetapi, selama beberapa dekade, sedikit sekali ikan yang berada di dekat perairan pulau itu.
Dengan bertambahnya penduduk di negeri tersebut, kebutuhan akan ikan juga semakin bertambah.
Jadi, untuk memenuhi kebutuhan ikan penduduknya, kapal-kapal penangkap ikan di situ, pergi berlayar cukup jauh sampai ke tengah laut.
Akibatnya, mereka memerlukan waktu yang lama untuk kembali ke dermaga.
Ikan-ikan yang mereka tangkap pun, menjadi tidak segar lagi saat mereka kembali.
Jadi para nelayan memikirkan cara baru, mereka memasang pendingin di kapal mereka, menempatkan ikan-ikan hasil tangkapannya ke dalam pendingin tersebut.
Dalam keadaan beku ikan-ikan akan menjadi lebih awet, tapi orang-orang bisa merasakan perbedaannya, mereka tidak menyukai rasa ikan beku.
Para nelayan tersebut berpikir kembali, akhirnya mereka memutuskan, untuk menaruh sebuah tanki di atas kapal, menaruh ikan-ikan hasil tangkapan mereka, di dalam tanki tersebut.
Tapi ternyata, ikan-ikan hasil tangkapan itu, hanya berdiam dan tidak bergerak di dalam tangki, sehingga kesegaran daging mereka menjadi berkurang, rasa daging mereka pun kurang enak.
Pada akhirnya, para nelayan menemukan satu cara, menyediakan ikan segar untuk para penduduk, dan berhasil mempertahankan, kesegaran ikan tangkapannya.
Tahukah anda apa yang para nelayan itu lakukan?
Mereka menaruh seekor ikan hiu kecil di dalam tanki.
Karena hiu adalah ikan yang aktif bergerak, maka ia akan bergerak kesana kemari di dalam tanki untuk mencari mangsa, dan akibatnya, ikan-ikan lain yang merasa terancam, juga harus terus bergerak, untuk menghindari hiu tersebut.
Karena ikan-ikan itu terus menghadapi tantangan, maka mereka harus terus bergerak, sehingga daging mereka, terus berada dalam keadaan segar.
Bersyukurlah jika ada tantangan dalam hidup, dengan adanya tantangan, justru akan membuat kita terus aktif untuk menghadapi tantangan tersebut, dan itulah yang pada akhirnya, akan membuat diri kita terus berkembang.
Lebih banyak kisah Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
