Site icon NTD Indonesia

Terakhir Kali

Pergi

Pergi. @Pexels

Mama menyuruh saya menemani ke pasar, menyebalkan, saya masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan; kakak datang ke rumah meminjam mobil saya, didalam hati sangat tidak rela;  adik menelpon meminta uang minta tolong dibelikan buku lagi, huh.. dia tidak tahu mencari uang sangat susah; orang tua murid datang mengadu; rekan kerja malam-malam menelpon mengeluh, sangat ingin memutuskan telepon; rumah sangat berantakan, harus dibereskan; anjing juga sudah harus dimandikan…., melelahkan, semuanya terlalu menyebalkan!

Interaksi diantara manusia, terkadang sangat menggelisahkan; kegiatan rutin yang berulang setiap hari, terkadang, untuk menggerakkan tangan mencuci piring makan sendiri saja sudah segan, kenapa setiap hari ada setumpuk pekerjaan yang tidak habis dikerjakan?.

Sampai suatu hari membesuk seorang kolega yang karena terserang stroke, teman ini yang biasanya sangat aktif di kantor, tetapi sekarang terbaring hanya terbungkus baju rumah sakit, di hidungnya dimasukkan selang makanan, dan jarum infus dan obat tertancap di tangan kiri dan kanan, membuatnya tidak bisa bergerak kemana-mana.

Tiba saatnya makan, saya mendengar perawat berkata, “makan”, lalu perawat mengambil sebuah jarum besar dan selang, lalu dituangkan makanan kental ke selang di hidungnya, tidak sampai dua menit, saya mendengar perawat berkata lagi, “sudah selesai”, teman memandang saya dengan tidak berdaya.

Malam sebelum kecelakaan, saya masih bersama dia makan bersama, saya teringat pada saat itu dia sambil makan sambil mengeluh.

Jika pada saat itu dia tahu itu adalah terakhir kali dia dapat memakan makanan dengan mulutnya,  dengan lidah merasakan kelezatan makanan,  saya berpikir, dia pasti akan bersyukur menikmati makanannya dengan lezat.

Setelah keluar dari pintu rumah sakit,  mengenang kembali  kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, berjanji kepada diri sendiri, harus dengan gembira menemani mama ke pasar, meminjamkan mobil kepada kakak, membayar uang buku adik, mendengar keluhan dari orang tua murid dan membantu mencarikan solusinya, membereskan rumah sehingga menjadi rapi dan nyaman untuk dihuni, memandikan anjing, kegiatan rutin yang membosankan ini, mungkin tidak akan terjadi lagi didalam kehidupan ini, mungkin ini adalah terakhir kali dilakukan dalam hidup ini.

Menghargai saat bersama dengan orang lain, menghargai setiap hal dan orang, setiap hal yang dilakukan dihadapi dengan gembira. 

Berusaha selalu membantu orang lain, dapat membantu orang lain adalah sebuah kebahagiaan, oleh sebab itu harus hidup dengan bahagia. Karena mungkin ini adalah hal terakhir yang bisa engkau lakukan.(minghui school)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI