Di sebuah biara kuno ada seorang Master Tao tua yang mengajarkan prinsip-prinsip tingkat tinggi kepada murid-muridnya. Tibalah hari dimana Master Tao tersebut berkata kepada para muridnya, “Waktunya telah tiba. Besok pagi-pagi sekali jam 4 datanglah ke tepi sungai dan saya akan memberikan kalian semua tes terakhir yang akan menentukan apakah kalian dapat mencapai kesempurnaan; tidak ada kesempatan kedua bagi yang terlambat!”
Keesokan harinya semua murid bergegas keluar dari biara agar tidak terlambat mengikuti ujian terakhir dari guru mereka. Dalam perjalanan, mereka melewati seorang wanita malang yang menangis di bawah pohon. Dia berkata, “Tolong, putraku terjatuh ke dalam sumur. Tolong selamatkanlah dia!”
Karena khawatir akan terlambat, maka semua murid terus bergegas menyusuri jalan menuju sungai kecuali satu orang siswa. Dalam hatinya siswa itu tahu bahwa dia harus menolong wanita ini. Namun, dia juga tahu bahwa dia tidak akan tiba tepat waktu untuk mengikuti ujian akhir mencapai kesempurnaan dari gurunya.
Akhirnya, siswa ini berjalan ke arah wanita yang sedang menangis tersebut, melompat ke dalam sumur dan menyelamatkan putranya. Ketika keluar dari sumur, wanita itu segera menghampirinya. Secara mengejutkan wanita itu berubah menjadi Master Tao. Ia berkata kepada siswa ini, bahwa ia telah lulus ujian akhir dan menjadi satu-satunya murid yang mencapai kesempurnaan. (clearharmony/th)
