Budi Pekerti

Tidak Mengambil Keuntungan Haram, Berkah Akan Melimpah

Pemilik toko tersenyum (Amina Filkins @Pexels)
Pemilik toko tersenyum (Amina Filkins @Pexels)

Ada pepatah Konfusius: “Kekayaan dan kehormatan yang diperoleh dengan cara yang tidak lurus adalah seperti awan yang mengambang.” Dengan kata lain, mengambil keuntungan dan kepentingan pribadi akan membawa bencana karena ini bukan cara yang benar. Berapa banyak kisah kehidupan nyata dalam sejarah umat manusia yang mengungkapkan kebenaran ini kepada dunia?

Menantu orang kaya mewarisi kekayaan keluarga

Selama Dinasti Song, ada seorang sarjana bernama Zhang Xiaoji. Zhang menikahi putri seorang pria kaya dari kampung halamannya. Istrinya ini memiliki satu adik lelaki yang memanjakan diri sendiri dan tidak berguna, sehingga ayahnya mengusirnya dari rumah. Di ranjang kematiannya, orang kaya itu mempercayakan semua kekayaannya kepada Zhang.

Beberapa tahun kemudian, Zhang melihat saudara iparnya mengemis di pinggir jalan. Zhang kemudian memanggilnya dan bertanya: “Bisakah kamu menyirami taman?” Putra orang kaya itu menjawab: “Jika seseorang bisa mendapatkan makanan dengan menyirami taman? ini adalah keberuntungan!” Zhang kemudian mempercayakannya dengan pekerjaan mengurus taman dan juga mengatur tempat tinggalnya.

Setahun kemudian, Zhang melihat bahwa putra orang kaya itu sangat pekerja keras. Taman yang ditanganinya subur dan terawat. Zhang bertanya lagi: “Bisakah Anda mengelola toko?” Putra orang kaya itu merasa bersyukur dan berkata: “Mengizinkan saya menyirami taman sudah di luar dugaan saya. Sekarang Anda membiarkan saya mengelola toko … ini benar-benar beruntung!

Setelah mengamati putra orang kaya itu selama beberapa tahun, Zhang melihat bahwa dia benar-benar bertobat dan mengubah hidupnya. Jadi dia mengembalikan semua kekayaan yang ditinggalkan orang kaya itu kepada saudara iparnya. Putra orang kaya itu sangat tersentuh!

Meskipun ia sama sekali tidak mengambil sepeserpun uang warisan orang kaya itu, Zhang hidup berkecukupan atas usahanya sendiri dan keturunannya juga sukses.

Kisah Li Yue Mendapatkan Uang dan Putri Cantik

Li Yue bekerja di departemen militer. Suatu hari, dia melakukan perjalanan dengan perahu dan bertemu dengan seorang pengusaha dengan putrinya yang cantik. Pengusaha dan Li Yue langsung cocok saat mereka bertemu. Mereka membahas banyak hal dalam perjalanan.

Selama perjalanan, pengusaha itu tiba-tiba terkena serangan jantung. Mengetahui ajalnya sudah dekat, dia memanggil Li Yue dan memberinya dua mutiara dan mempercayakan putrinya yang remaja dan aset yang dibawanya kepada Li Yue.

Keesokan harinya, perahu tiba di tujuan dan Li Yue mengurus pemakaman pengusaha itu. Li Yue diam-diam memasukkan dua mutiara ke dalam mulut pengusaha itu sebelum dimakamkan. Dia lalu berusaha mencari sanak keluarga pengusaha itu dengan bertanya kepada putrinya.

Ketika akhirnya bisa bertemu dengan keluarga besar si pengusaha itu, Li Yue mengembalikan semua aset pengusaha dan putrinya ke nenek sang putri. Li Yue juga meminta keluarga besar untuk membuka peti mati dan memeriksa mulut pengusaha. Mereka menemukan dua mutiara.

Li Yue tidak tamak akan uang atau kecantikan, tidak tergiur dengan uang dan putri orang kaya itu, dan perilakunya yang tidak mengambil keuntungan pribadi dipuji oleh masyarakat. Keluarganya hidup sejahtera karena perbuatan lurusnya.(nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI