Budi Pekerti

Tiga Tahap Kehidupan Sukses

Es
Es. (Canva Pro)

Seorang pengusaha muda dikhianati oleh rekannya dan ditinggalkan tanpa harta dan harapan. Putus asa, dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sebuah danau. Di tepian danau, dia bertemu dengan seorang biksu bijak yang sedang bermeditasi. Diliputi rasa lega, pria tersebut dengan penuh semangat mendekati biksu tersebut, menceritakan kisah tragisnya, dan dengan tulus meminta pencerahan untuk melewati rintangan besar dalam hidupnya.

Eksperimen es

Sambil tersenyum lembut, biksu itu menuntunnya pulang ke biara dan memerintahkannya untuk mengambil sebuah balok es besar berbentuk persegi dari ruang bawah tanah. Meskipun bingung, pengusaha itu menurutinya. Setelah es itu keluar, sang biksu memerintahkan: “Dengan sekuat tenaga, pecahkanlah!”

Sambil bergumam dalam hati, pria itu mengambil kapak dan memukul dengan kekuatan penuh, yakin bahwa es itu akan hancur. Namun, pukulannya yang kuat hanya meninggalkan bekas yang samar pada permukaannya yang halus. Karena terkejut, dia mengangkat kapak itu lagi dan memukulnya berulang kali. Setelah beberapa saat, dia tersentak, menggelengkan kepalanya: “Ini terlalu keras! Esnya terlalu keras!”

Dengan tenang, sang biksu menempatkan es ke dalam panci besar di dapur untuk direbus. Pengusaha itu memperhatikan, bingung, tetapi memperhatikan sang biksu untuk mengukir setiap langkah dari proses ini ke dalam hatinya.

Es mencair

Saat suhu panci naik, es padat mulai mencair. Sang pengusaha merasa prosesnya membosankan. Fakta sederhana bahwa es berubah menjadi air ketika dipanaskan adalah sesuatu yang dia ketahui sejak kecil.

Waktu berlalu, dan akhirnya, es itu benar-benar mencair. Dia menatap air yang menggelegak, menjadi tidak sabar, bahkan mempertanyakan kebijaksanaan sang biksu. “Esnya sudah mencair! Sekarang airnya sudah mendidih!” teriaknya. Biksu itu keluar dari rumah, dan dengan tenang bertanya: “Apakah kamu sudah mendapatkan pencerahan?”

Pria itu menanggapinya dengan antusias: “Saya menyadari bahwa pendekatan saya terhadap es itu salah. Alih-alih menggunakan kapak, saya seharusnya menggunakan api.”

Biksu itu menggelengkan kepalanya: “Bukan itu.”

Pria itu merenung, lalu berkata: “Transformasi es menjadi air menunjukkan kepada saya bahwa musuh yang paling tangguh pun memiliki kelemahan.”

Sekali lagi, sang biksu menggelengkan kepalanya: “Bukan juga.”

Merasa tertekan, pria itu dengan rendah hati mencari kebijaksanaan sang bhikkhu, yang kemudian dijawab oleh bhikkhu dengan penuh kesungguhan: “Apa yang telah Anda lihat mewakili tiga tahap dalam perjalanan hidup yang sukses:

  1. Keuletan Es

Meskipun es terbuat dari air, namun es jauh lebih keras daripada air. Dan, semakin sering terpapar pada kondisi yang keras dan dingin, semakin es menunjukkan kekuatannya yang seperti baja. Ini adalah tahap pertama dari kehidupan yang sukses: ketekunan yang pantang menyerah.

  1. Kerendahan Hati Air

Air, meskipun dingin, memiliki hati yang baik dan rendah hati. Air tidak pernah bersaing dan selalu mengalir ke tempat yang paling rendah, menyuburkan segala sesuatu tanpa pernah menuntut imbalan. Ini adalah tahap kedua dari kehidupan yang sukses – kebajikan dan kerendahan hati.

  1. Kebebasan Uap

Uap, meskipun tampak lemah, memiliki kebebasan tertinggi. Ketika berkumpul, uap membentuk awan dan hujan, menjadi air yang nyata. Ketika menyebar, ia menghilang, melayang di antara Surga dan Bumi. Ini adalah tahap ketiga dari kehidupan yang sukses – mundur setelah mencapai kesuksesan.

Hati manusia itu seperti air; alasan dari kemampuannya yang beragam, kebaikan dan kejahatan yang melekat, dan keinginan yang berbeda-beda, semua itu karena kondisi pikiran yang berbeda-beda. (nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI