Budi Pekerti

Ujian yang Sesungguhnya

Pelajar @Canva Pro
Pelajar @Canva Pro

Pada zaman dahulu menjadi pejabat negara harus melewati ujian negara, siswa dari berbagai daerah berkumpul di ibu kota mengikuti ujian, harus belajar dengan susah payah untuk dapat lulus ujian, dengan harapan suatu hari dapat lulus ujian dan menjadi pejabat negeri sipil.

Penguji yang bertugas menguji mereka menyadari semua orang yang datang mengikuti ujian adalah orang-orang yang mengharapkan mendapatkan ketenaran dan memperkaya diri sendiri, didalam hati sama sekali tidak bermaksud mengabdi untuk negara dan rakyat.

Untuk mencari orang yang berbakat dan berbudi luhur, dia sengaja berbaring di jalan dengan lumpur melumuri tubuhnya di sebuah jalan yang pasti dilalui oleh siswa-siswa yang mengikuti ujian, sambil berpura-pura mengerang kesakitan.

Setelah beberapa waktu berlalu, orang yang berlalu lalang disana sudah ratusan, tetapi tidak ada seorangpun yang memperdulikannya. Ketika dia mulai putus asa, tiba-tiba seorang siswa datang mendekatinya dan memapahnya berdiri, dan berkata akan mengantarnya ke rumah sakit.

Dia berpura-pura tanpa sengaja menjatuhkan dirinya ke tubuh siswa yang menolongnya dan membuat pakaian siswa tersebut penuh lumpur, lalu dengan khawatir berkata: ”Bukankah engkau harus mengikuti ujian? Menunda waktu ujianmu tidaklah baik!”

Siswa tersebut tidak peduli dia mengotori bajunya, malahan menjawab :”Kondisi tuan lebih mendesak, saya tidak masalah! Sekali ini tidak dapat mengikuti ujian, lain kali masih bisa.” Dia takut menunda waktu ujian siswa tersebut lalu berkata dirinya telah lebih baik, sudah dapat berjalan pulang. Lalu dia bertanya nama dan kelas ujian siswa tersebut, dan berlalu dari sana.

 Penguji takut baju siswa tersebut kotor pasti tidak diizinkan masuk ruang ujian, lalu dia memanggil salah seorang pengawalnya mengikuti siswa tersebut. Akhirnya benar saja penjaga pintu tidak mengizinkan siswa tersebut masuk kedalam kelas karena melihat bajunya yang kotor.

Ketika dia sedang kelabakan tidak tahu harus melakukan apa, tiba-tiba dia membalikkan badan melihat ada orang menyodorkan kepadanya sebuah baju yang bersih menyuruhnya segera menukar bajunya, sehingga dia masuk ke ruang ujian.

Selama ini, siswa tersebut tidak begitu yakin akan prestasi dirinya sendiri, namun ternyata ia lulus, dia sendiri merasa sangat kaget.  Penguji berkata, ia tak hanya mencari pejabat yang pandai, tetapi juga harus punya hati untuk melayani masyarakat. (minghui school)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI