Budi Pekerti

Wanita Pengasih Mendapat Berkat Ajaib

Wanita tua tersenyum @Canva Pro
Wanita tua tersenyum @Canva Pro

Ada sebuah cerita di Tiongkok tentang bagaimana seorang wanita menerima berkah ajaib dari seorang pengemis karena belas kasihnya yang besar. Penduduk setempat juga ikut menikmati berkat ajaib ini.

Di Tiongkok, di kaki gunung di Kabupaten Yidao, Provinsi Hubei, terdapat tiga mata air pegunungan yang menyembur terus menerus. Orang-orang yang tinggal di gunung mengunjungi mata air secara teratur untuk mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari. Menurut legenda, pada jaman dahulu tidak ada mata air di kaki gunung.

Saat itu, warga harus mengambil air dari tempat yang sangat jauh. Banyak orang tidak sanggup melakukannya dan membayar orang lain untuk membawakan mereka air. Seorang wanita tua yang hidup sendirian, yang hampir tidak mampu membeli makanan dan pakaian, tidak punya uang untuk membayar air. Sehingga setiap beberapa hari sekali dia harus berjalan jauh untuk mengambil airnya.

Suatu hari, wanita tua itu melihat seorang pengemis datang desa pegunungan untuk mengemis. Pengemis itu kurus dengan hidung pesek, telinga besar, mata kecil, dan mulut bengkok. Dia sangat sakit-sakitan dan mengenakan pakaian tua dan kotor. Dia juga mengeluarkan bau yang sangat busuk.

Ketika pengemis itu dating ke rumah Zhang, Zhang membanting pintu di depan wajahnya; ketika dia datang ke rumah Li, Li mengusirnya. Setiap orang yang melakukan kontak dengannya menahan hidung mereka dan melarikan diri. Tidak ada yang memperlakukannya dengan baik.

Melihat semua ini terjadi, wanita tua itu mengajak pengemis itu ke rumahnya tanpa ragu-ragu. Dia menyajikan makanan yang akan dia makan. Dia mengatakan kepadanya: “Mari makan” Pengemis itu mengambil mangkuk dan dengan cepat melahap semuanya. Dia menyeka mulutnya dan berkata: “Wanita tua, kamu memiliki hati yang penuh kasih, kamu pantas mendapatkan hadiah yang sepadan.”

Wanita tua itu tersenyum dan menjawab: “Tidak perlu, senang dapat membantu”.

Pengemis itu menjawab: “Tidak, tidak, tidak, kamu pantas mendapatkan hadiah!”

Wanita tua itu memandang pengemis itu dari atas ke bawah dengan kasihan. Dia melihat dia tidak punya apa-apa kecuali pisau di pinggangnya. Dia tersenyum dan berkata, “Kamu bahkan lebih sengsara daripada aku. Bagaimana anda bisa membalas saya? ”

Pengemis itu tidak marah setelah mendengar ini. Dia hanya menepuk dadanya dan mengatakan padanya: “Bicaralah! Apakah anda ingin emas atau perak? Apa pun yang anda minta, saya akan berikan! ”

Setelah mendengar ini, wanita tua itu tertawa dan bertanya: “Benarkah? Saya tidak percaya anda dapat membuat apa yang saya butuhkan.”

Pengemis itu menyemangatinya: “Katakan saja!”

Wanita tua itu perlahan mengucapkan: “Bahkan dalam mimpi terindah saya, saya tidak pernah menginginkan emas atau perak. Saya hanya ingin ada mata air di kaki gunung untuk semua penduduk desa, agar kami tidak jauh mengambil air bersih.”

Pengemis itu menyela wanita tua itu sebelum dia menyelesaikan kata-katanya dan menganggukkan kepala sekali sambil megucapkan: “Baiklah, saya akan pulang, nanti keinginanmu akan terwujud.” Dia membungkuk kepada wanita tua itu, meninggalkan rumahnya, dan berjalan menuruni gunung.

Wanita itu diam-diam mengikuti pengemis itu. Dia melihatnya berhenti ketika dia mencapai kaki gunung. Dia bersembunyi di balik pohon dan melihat dari kejauhan. Saat dia memperhatikannya, pengemis itu duduk di sana sebentar, mencabut pisau dari pinggangnya, dan menikamnya ke tanah.

Segera sebuah mata air menyembur dari tanah. Dia menikam tanah dua kali lagi dengan kekuatan gaibnya dan meninggalkan tiga mata air di belakangnya. Wanita itu kemudian dihadiahi dengan berkah ajaib atas tindakan belas kasihnya.

Wanita tua itu terkejut dengan luar biasa. Setelah sadar kembali, dia tidak melihat pengemis itu.

Sejak saat itu, mata air pegunungan telah menjadi sumber air lokal selama beberapa generasi, sementara kisah tentang tindakan baik seorang wanita tua kepada seorang pengemis mengingatkan kita untuk memperlakukan sesama manusia dengan penuh kasih. (nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI