Budi Pekerti

Wu Wei, Belajar Mengalir dengan Kehidupan

Tenang, hening
Tenang, hening. @Pexels

Kita menghabiskan sebagian besar hidup kita untuk khawatir, menyalahkan keadaan untuk situasi yang tidak dapat kita prediksi (seperti saat wabah Corona ini), atau cemas untuk peristiwa yang tidak terjadi. Dengan cara ini kita membuang begitu banyak energi mental kita dan menciptakan keadaan emosi negatif yang, pada saatnya, membawa kita menjauh dari tujuan kita dan membuat kita depresi.

Tetapi ada cara hidup lain yang memungkinkan kita mencapai tujuan kita dengan sedikit usaha, sembari menjaga keseimbangan emosional kita. Kuncinya berasal dari filsafat Tao, khususnya dari konsep “Wu Wei”.

Ketika diterjemahkan secara harfiah, “Wu Wei” berarti “Tanpa Niat/Tanpa Tindakan”, tetapi konsep Wu Wei tidak sepenuhnya ditafsirkan seperti terjemahan ini.

Inti filosofi dari “Wu Wei” adalah menjaga keselarasan dengan alam semesta. Bahasa modern yang dipahami dari filosofi ini adalah “Mengikuti Keadaan Secara Wajar.”

Bertindak Selaras dengan Alam

Air adalah referensi yang umum digunakan ketika menjelaskan konsep ini. Jika anda mengamati bagaimana air berperilaku sehubungan dengan lingkungannya, anda akan melihat bahwa air tidak melawan atau menolak rintangan yang diletakkan di jalurnya, namun air memiliki kekuatan untuk mengatasi hambatan ini dengan konsisten. Itulah mengapa di peta jarang terlihat aliran sungai yang hanya lurus saja menuju ke laut, namun berkelok-kelok.

Alan Watts, penulis Inggris yang mempopulerkan filsafat Timur ini untuk masyarakat Barat menggunakan analogi berlayar untuk menjelaskan mengenai Wu Wei. Adalah suatu usaha yang tidak efisien dan sangat melelahkan untuk berlayar mengarungi air dengan cara mendayung. Akan membutuhkan banyak upaya karena harus melawan arus. Di sisi lain mengembangkan layar mengikuti arus alami angin dapat membawa kita bergerak maju. Inilah ilustrasi yang tepat untuk menggambarkan “Wu Wei”. Ini adalah kondisi pikiran di mana anda menghargai kekuatan alami di sekitar anda dan bertindak sesuai dengannya.

Ini tidak berarti kita tidak memiliki tujuan dan ambisi, tetapi kita tidak seharusnya mengubahnya menjadi sumber stress dan keprihatinan yang membawa pikiran kita tidak tenang, sehingga menambahkan tekanan mental yang tidak perlu.

Wu Wei adalah kondisi pikiran yang tenang di mana kita memercayai kemampuan kita dan aliran kehidupan. Ini menyiratkan untuk tetap tenang bahkan di saat-saat paling gelap, karena kita yakin bahwa cepat atau lambat matahari akan terbit kembali.

Berlatih Wu Wei

Dalam liteatur klasik Tiongkok kuno, Tao Te Ching, Laozi menyebutkan konsep “Pemimpin yang Tercerahkan” yang dengan baik mewujudkan konsep Wu Wei dan berhasil menerapkannya untuk memerintah kerajaannya; yaitu memberikan kesempatan hidup penuh kepada setiap orang dari rakyatnya dan menjadi sejahtera dengan tanpa mengatur setiap aspek urusan dari mereka.

Singkatnya, Wu Wei adalah mencapai “Keadaan Alami” melalui kultivasi diri. Anda benar-benar menyatu dengan aliran alam semesta dan tidak berusaha untuk mengacaukannya dengan tindakan yang disengaja, atau suatu tindakan yang didasarkan pada keterikatan pada diri sendiri.

Atau seperti yang dikatakan Yoda: “Anda akan bisa membedakan yang baik dari yang buruk ketika dalam keadaan damai dan tenang.”

Mempraktekkan “Wuwei” dalam Kehidupan Sehari-hari

Tentu saja, pada awalnya sangat sulit untuk menerapkan konsep Wu Wei karena kita cenderung khawatir dan putus asa. Tetapi jika kita melakukannya secara sadar, segera kita akan dapat sepenuhnya merangkul filosofi hidup ini.

  – Belajar tidak perlu khawatir. Seperti kata pepatah: “Jika ada solusi, mengapa khawatir.” Ini bukan tentang menyelesaikan masalah, tetapi untuk memperhatikannya dalam perspektif yang benar dan mengambil tindakan yang sesuai. Alih-alih mengkhawatirkan, sesuatu yang tidak akan membawa Anda ke mana pun, mulailah merancang solusi. Anda akan merasa lebih baik dan lebih aman.

  – Belajarlah untuk percaya. Percayalah pada hidup dan kemampuan Anda. Hanya dengan begitu Anda bisa memanfaatkan peluang saat muncul. Jika Anda tidak percaya diri, ketakutan akan kegagalan akan menyebabkan Anda gagal. Tetapi Anda juga harus belajar mempercayai siklus kehidupan, banyak orang menyia-nyiakan kesempatan hanya karena, secara tidak sadar, mereka percaya tidak pantas mendapatkannya. (visiontimes/ron/ch)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI