Fokus

Ambisi Taiwan PKC: Drone dan “Kapal Nelayan” Beraksi

Partai Komunis China diam-diam meningkatkan tekanannya terhadap Taiwan. China menerbangkan pesawat tak berawak pengintai ke wilayah udara Taiwan untuk pertama kalinya pada hari Sabtu.

Kementerian Pertahanan Taiwan berkata pesawat tak berawak pengintai itu memasuki wilayah udara Pratas, sebuah pulau yang dikendalikan oleh Taiwan. Pratas terletak 250 mil dari pulau utama Taiwan. Pesawat tak berawak tersebut terbang di atas jangkauan sistem pertahanan udara Taiwan, dan meninggalkan area setelah Taiwan mengeluarkan peringatan.

Menteri Pertahanan Taiwan sebelumnya berkata bahwa jika pesawat China atau aset militer lainnya memasuki wilayah udara pulau tersebut, itu dapat dianggap sebagai serangan pertama dan Taiwan dibenarkan merespon demi membela diri.

Bergerak ke utara menuju Laut China Timur, perairan antara China, Taiwan, dan Jepang, China juga melakukan latihan tak biasa dalam beberapa minggu terakhir.

Dalam dua kejadian terpisah, rezim itu mengerahkan ribuan kapal nelayan untuk membentuk penghalang terapung sepanjang 200 mil. Beberapa kapal nelayan sipil telah dilatih untuk operasi militer. China telah menggunakan kapal nelayan serbaguna untuk mendukung angkatan lautnya sebelumnya, tetapi jarang terlihat begitu banyak kapal berkumpul di satu tempat.

Minggu lalu, New York Times melaporkan sekitar 1.400 kapal Cina membentuk formasi persegi panjang di Laut China Timur. Dan sebulan yang lalu, sekitar 2.000 kapal nelayan China berkumpul dalam formasi berbentuk L. Para analis mengatakan pada media bahwa ini menunjukkan China telah memperkuat milisi maritimnya. Mereka berkata ini juga bisa menjadi uji coba bagaimana kapal sipil dapat mendukung operasi militer melawan Taiwan.

Kapal-kapal nelayan berkumpul di dekat jalur pelayaran utama dekat Shanghai, jalur yang dianggap strategis bagi China jika terjadi konflik atas Taiwan. Seorang mantan perwira intelijen AS mengatakan bahwa kapal-kapal nelayan China terlalu kecil untuk melakukan blokade, tetapi mereka berpotensi menghambat operasi kapal perang AS.

Beberapa ahli memperingatkan bahwa kapal-kapal nelayan itu dapat digunakan untuk membanjiri sensor radar atau drone atau untuk membantu China memperkuat klaim teritorialnya.

slot gacor