Site icon NTD Indonesia

AS Beri Sinyal Tidak Perpanjang Gencatan Tarif dengan China

Pembicaraan antara AS China telah usai, namun perselisihan tampaknya masih berlanjut. Gedung Putih pada Kamis menyatakan bahwa pemerintahan Trump kemungkinan tidak akan memperpanjang gencatan tarif setelah pembicaraan terakhir dengan China.

Reporter :

“Adakah kemungkinan perpanjangan waktu dari batas waktu 12 Agustus?”

[Karoline Leavitt, Jubir Gedung Putih]:

“Sepertinya tidak, tapi biarlah Menteri Keuangan yang akan menjelaskan selaku pemimpin negosiasi. Kebijakan dagang kita dengan China saat ini akan mengurangi defisit kita sebesar $5 miliar tahun ini.”

Pembicaran terakhir tidak menunjukkan adanya kemajuan. Meski Trump dan menteri keuangan AS berkata kerangka kesepakatan dengan China telah ada, namun waktu tersisa semakin sempit. Batas waktu 12 Agustus tinggal beberapa hari. Sebelumnya, AS mematok tarif untuk ekspor China sebesar 145%, dan China menerapkan tarif balasan sebesar 125%.

Bessent juga menegaskan kembali bahwa AS akan menerapkan tarif tambahan hingga 100% kepada mitra dagang Rusia, dimana China menduduki peringkat teratas.

 [Kolonel Grant Newsham, Peneliti Senior di Center for Security Policy]:

“Amerika mencoba membuat kesepakatan dagang dengan negara yang tidak punya niat untuk menepati janjinya. Usaha boleh-boleh saja, tapi jangan harap kesepakatan itu akan bisa bertahan atau membawa hasil. Cukup mengklaim kemenangan sesaat, tapi pemerintahan ini sadar bahwa kesepakatan apa pun dengan China tidak akan menguntungkan. Orang-orang di pihak kita cerdas, mereka tahu betul seperti apa China itu. Presiden Trump sendiri tahu bagaimana China pernah membuatnya kecewa, jadi ia tidak akan terjebak.

Saya kira China bersikeras tidak akan mengalah untuk Amerika, bahkan tidak rela jika Amerika menyatakan berhasil mencapai kesepakatan, meski mereka tahu kesepakatan itu tidak akan bertahan. Jadi, saya rasa Chinalah penyebab negosiasi ini mencapai jalan buntu.”