Presiden Trump menunda sementara tarif terkait fentanil pada China. Ini adalah langkah terbaru dalam gencatan perdagangan antar Washington dan Beijing. Gedung Putih berkata tarif akan turun dari 20% ke 10% mulai Senin depan.
Tarif terkait fentanil pertama dikenakan untuk menekan Beijing agar menghentikan aliran narkoba dan prekursor kimia yang mematikan ke AS. Tetapi setelah pertemuan Trump dan Xi minggu lalu, Trump setuju mengurangi tarif, berkata China berhasil mengurangi aliran tersebut. Dalam perintah eksekutif hari Selasa, Trump memperingatkan ia bisa meningkatkan tarif lagi jika China gagal memenuhinya.
Dalam wawancara dengan Fox News hari Minggu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent berkata pemerintahannya akan terus mengecek kepatuhan Beijing mengenai hal ini dalam 6 hingga 12 bulan.
Menteri Keuangan China mengumumkan mereka menunda tarif balasan ke produk pertanian AS ke 10%. Ini termasuk kedelai, jagung, gandum dan ayam, dan akan mulai berlaku Senin depan. Beijing juga berkata tarif 24%-nya pada semua impor AS akan ditunda selama setahun, menyesuaikan Washington.
Penundaan tarif ini menandai kelegaan sementara di tengah ketegangan perang dagang. Sementara Trump berkata ia akan mengunjungi China di awal tahun depan, diikuti kunjungan AS oleh Xi. Pertemuan ini akan menentukan apakah gencatan akan terus berlangsung.
Hari Rabu, Mahkamah Agung AS mendengarkan argumen dari Liberty Justice Center yang menantang penggunaan kekuatan darurat pemerintahan Trump untuk memberlakukan tarif. Kasus ini dapat mendefinisikan ulang batasan otoritas presiden.
Jika pengadilan membatalkan tarif Trump, harga berbagai produk dapat menurun. Presiden Trump membela tarif, berkata bahwa hal itu penting untuk melindungi Amerika dari negara-negara lain yang memanfaatkannya.
