Wabah Covid 19 di China semakin parah dan menyebar ke Amerika Serikat. CDC AS mendeteksi beberapa kasus varian baru Covid 19 NB1A1 di bandara-bandara besar di California, Negara Bagian Washington, Virginia, dan Kota New York.
CDC China baru-baru ini mengakui bahwa tingkat infeksi Covid 19 mencapai level tertinggi sejak Juli 2023. Beberapa dokter dan warga China membagikan informasinya. Untuk melindungi identitas, kami telah mendistorsi suara mereka.
“Mengingat sifat wabah infeksi saat ini, saya khawatir wabah bisa menjadi sangat parah pada bulan Juni dan Juli. Saya yakin ada pertumbuhannya akan meledak. Sebagian besar pasien tidak membaik selama berbulan-bulan. Penyakitnya terus berlanjut.”
“Virus kembali berkobar. Saya yakin virus ini tidak pernah benar-benar berhenti.”
“Covid 19 tidak benar-benar menghilang. Kasus positif naik dalam bulan-bulan terakhir.”
Awal bulan ini, CDC China melaporkan lebih dari 440.000 kasus baru Covid 19 pada bulan Mei, termasuk lebih dari 600 kasus parah dan tujuh kematian. Rezim China sendiri memiliki riwayat menutup-nutupi data pandemi.
Hari Senin, seorang warga mengambil foto tim pemantauan kesehatan di jalan raya di Xinjiang. Tim ini sering muncul selama puncak Covid di China tahun 2020. Di Guangzhou China Selatan, orang tua siswa kelas tiga menerima pemberitahuan bulan lalu, meminta siswa karantina seminggu di rumah atas test Covid19 yang positif.
Banyak warga di China memberitahu NTD bahwa mereka melihat peningkatan kasus Covid 19 di sekitar mereka, dengan beberapa mengalami pneumonia, bahkan meninggal mendadak. Mereka juga berkata rumah sakit diperintahkan untuk menyembunyikan wabah tersebut.
“Wabah ini cukup parah di China selatan. Di Shenzhen, banyak rumah sakit dan klinik dengan antrean panjang, dengan sakit tenggorokan dan demam. Laporan resmi berkata ini adalah varian baru Covid 19, tapi meskipun seseorang meninggal karena ini, rezim tidak akan memberitahu Anda mereka meninggal karena ini.”
Media China melaporkan peningkatan kematian mendadak di kalangan elit muda negara itu, termasuk profesor, akademisi, polisi, dan influencer internet. Kebanyakan berusia 30-an atau 40-an. Dalam hampir semua kasus, tidak ada penyebab kematian yang disebutkan.
Di lingkaran politik teratas rezim, dua pejabat senior tingkat negara meninggal minggu lalu tanpa penjelasan resmi.
“Itu karena pengujian akan menyebabkan kepanikan. Begitu orang mulai meninggal, semua orang jadi takut. Sekarang, beberapa biro kesehatan setempat memberi tahu kita bahwa tidak perlu melaporkan kasus.”
Kurangnya transparansi memicu kekhawatiran bahwa Covid 19 di China dapat berdampak global. Baik Organisasi Kesehatan Dunia maupun CDC AS mengatakan mereka memantau situasi dengan saksama.

