Pihak berwenang di timur laut China memperingatkan masyarakat akan potensi tertular wabah pes di dekat perbatasan Rusia. Peringatan tersebut dikeluarkan oleh otoritas pengendalian penyakit di Hulunbuir, Mongolia Dalam, sebuah kota yang berbatasan dengan Rusia.
Masyarakat yang baru kembali dari daerah-daerah endemik wabah pes di Rusia didesak agar waspada akan gejala penyakit dan segera mencari pertolongan medis jika jatuh sakit.
Peringatan muncul menyusul laporan bahwa seorang peneliti berusia 28 tahun di lembaga penanggulangan wabah pes di Siberia, Rusia, meninggal dunia akibat pneumonia awal bulan ini.
Perlu dicatat bahwa arus lalu lintas penumpang telah melonjak tahun ini menyusul penerapan kebijakan perjalanan bebas visa antara China dan Rusia.
Sementara itu, pemerintah Mongolia memerintahkan penerapan langkah-langkah pemantauan kesehatan di sepanjang perbatasannya dengan Rusia
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan Sabtu lalu bahwa penyebab kematian peneliti tersebut masih belum diketahui. Pihak berwenang Rusia mengklasifikasikan kasus tersebut sebagai pneumonia dan membantah adanya bukti infeksi wabah.
WHO menyatakan saat ini tidak ada bukti penularan yang sedang berlangsung terkait insiden tersebut, namun pernyataan ini didasarkan pada informasi yang diberikan pihak berwenang Rusia.
Selanjutnya, provinsi Guangdong di China selatan sedang berjuang melawan wabah virus dari nyamuk yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, yaitu wabah Chikungunya.
Video media sosial menunjukkan langkah-langkah ketat era COVID diterapkan kembali di China. Banyak kompleks perumahan diblokir, dan warga mengalami pembatasan pergerakan.
Kota Jianmen tampaknya lebih buruk situasinya. Laporan resmi mendokumentasikan lebih dari 3.000 kasus virus baru dalam seminggu. Pihak berwenang mengeluarkan peringatan insiden kesehatan masyarakat tingkat tiga beberapa hari yang lalu. Banyak taman dan kompleks perumahan diisolasi.
Beberapa warga memposting secara daring menanyakan apa keefektifan karantina wilayah ketika virus tersebut tidak menular dari manusia ke manusia.
Guangdong adalah salah satu provinsi terpadat di China. Sekarang beberapa jalan telah dikosongkan oleh pihak berwenang karena mereka menyemprot nyamuk secara massal, untuk menciptakan ruang bebas nyamuk.
Rezim China juga menggunakan slogan-slogan yang identik dengan nol Covid lima tahun yang lalu. Ini berubah menjadi tindakan keras yang membatasi kebebasan bergerak rakyat China.
Chikungunya menyebar melalui gigitan nyamuk. Pasien biasanya menderita nyeri sendi dan otot atau demam selama berhari-hari.
Wabah Covid 19 di China semakin parah dan menyebar ke Amerika Serikat. CDC AS mendeteksi beberapa kasus varian baru Covid 19 NB1A1 di bandara-bandara besar di California, Negara Bagian Washington, Virginia, dan Kota New York.
CDC China baru-baru ini mengakui bahwa tingkat infeksi Covid 19 mencapai level tertinggi sejak Juli 2023. Beberapa dokter dan warga China membagikan informasinya. Untuk melindungi identitas, kami telah mendistorsi suara mereka.
“Mengingat sifat wabah infeksi saat ini, saya khawatir wabah bisa menjadi sangat parah pada bulan Juni dan Juli. Saya yakin ada pertumbuhannya akan meledak. Sebagian besar pasien tidak membaik selama berbulan-bulan. Penyakitnya terus berlanjut.”
“Virus kembali berkobar. Saya yakin virus ini tidak pernah benar-benar berhenti.”
“Covid 19 tidak benar-benar menghilang. Kasus positif naik dalam bulan-bulan terakhir.”
Awal bulan ini, CDC China melaporkan lebih dari 440.000 kasus baru Covid 19 pada bulan Mei, termasuk lebih dari 600 kasus parah dan tujuh kematian. Rezim China sendiri memiliki riwayat menutup-nutupi data pandemi.
Hari Senin, seorang warga mengambil foto tim pemantauan kesehatan di jalan raya di Xinjiang. Tim ini sering muncul selama puncak Covid di China tahun 2020. Di Guangzhou China Selatan, orang tua siswa kelas tiga menerima pemberitahuan bulan lalu, meminta siswa karantina seminggu di rumah atas test Covid19 yang positif.
Banyak warga di China memberitahu NTD bahwa mereka melihat peningkatan kasus Covid 19 di sekitar mereka, dengan beberapa mengalami pneumonia, bahkan meninggal mendadak. Mereka juga berkata rumah sakit diperintahkan untuk menyembunyikan wabah tersebut.
“Wabah ini cukup parah di China selatan. Di Shenzhen, banyak rumah sakit dan klinik dengan antrean panjang, dengan sakit tenggorokan dan demam. Laporan resmi berkata ini adalah varian baru Covid 19, tapi meskipun seseorang meninggal karena ini, rezim tidak akan memberitahu Anda mereka meninggal karena ini.”
Media China melaporkan peningkatan kematian mendadak di kalangan elit muda negara itu, termasuk profesor, akademisi, polisi, dan influencer internet. Kebanyakan berusia 30-an atau 40-an. Dalam hampir semua kasus, tidak ada penyebab kematian yang disebutkan.
Di lingkaran politik teratas rezim, dua pejabat senior tingkat negara meninggal minggu lalu tanpa penjelasan resmi.
“Itu karena pengujian akan menyebabkan kepanikan. Begitu orang mulai meninggal, semua orang jadi takut. Sekarang, beberapa biro kesehatan setempat memberi tahu kita bahwa tidak perlu melaporkan kasus.”
Kurangnya transparansi memicu kekhawatiran bahwa Covid 19 di China dapat berdampak global. Baik Organisasi Kesehatan Dunia maupun CDC AS mengatakan mereka memantau situasi dengan saksama.
Kini ke kesehatan publik di China. Laporan dari warga menyatakan banyaknya kematian akibat virus influenza A. Di sisi lain, CDC China belum merilis informasi apapun tentang situasi ini, namun justru mengklaim jumlah kasus virus yang lebih sedikit. Banyak pengguna internet China yang meragukan laporan resmi ini. Sekarang mereka meminta Beijing untuk merilis data yang sebenarnya. Ulasan singkat tentang flu burung, virus ini adalah sejenis influenza A, yang saat ini menyebar melalui populasi unggas di China, AS, Jepang, dan negara-negara lainnya. Beberapa negara di Barat, berkata risiko infeksi ke manusia rendah, selama manusia menghindari kontak dengan unggas yang terinfeksi. Virus ini menyebabkan gejala yang lebih parah di manusia. Disinilah situasinya menjadi aneh. Di dalam China, warga di seluruh negeri memberitahu kami, rumah sakit tidak mengetes virus flu burung saat pasien menunjukkan gejala flu. Berarti, tidak ada yang tahu mereka terinfeksi, atau berapa banyak yang terinfeksi, atau yang meninggal. Flora Hua dari NTD melaporkan.
Warga dari provinsi Selatan Sichuan memposting video di Tiktok China berkata bahwa koleganya meninggal tadi malam setelah terinfeksi virus influenza, dia berumur 30 tahunan. Lebih dari 35 ribu orang memposting ulang video ini, banyak yang berkomentar tentang kasus kematian yang mirip di komunitas mereka. Lusinan komentar berkata warga paruh baya telah meninggal akibat virus. Banyak postingan seperti ini di media sosial China. Namun kelihatannya informasi seperti itu tidak diumumkan oleh badan kesehatan resmi, atau diliput oleh media di China. Dalam laporan terbaru yang berfokus pada virus influenza, CDC China mengklaim bahwa baik di selatan maupun utara China, kasus positif telah menurun, dengan hanya satu kasus regional yang dilaporkan. Laporan itu jauh berbeda dengan apa yang dikatakan para warga China.
Diluar Daratan China, otoritas Hong Kong melaporkan 137 kematian dari virus influenza, dari Januari hingga Februari. Laporan resmi Makau berkata dua kematian terjadi dalam satu hari. Salah satu korban baru berumur 35 tahun. Flora Hua, NTD News.
Flu burung dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pneumonia, dan peradangan otak. Satu sub-tipe dari flu burung disebabkan oleh virus H5, yang menyebar di dunia di unggas, dan terkadang, sapi. Flu burung H5 telah menyebabkan infeksi manusia, walaupun jarang, dan bisa menjadi fatal.
Kebaikan adalah berkah, baik bagi yang menerima maupun yang memberi.
Dalam dunia yang penuh konfrontasi, masyarakat akan tersentuh oleh kebaikan tanpa pamrih. Dalam banyak kasus, kebaikan itu bisa menular.
Sebuah keluarga di Australia memutuskan untuk membagikan sukacita dengan seorang asing pada pekan liburan, namun siapa yang menduga keluarga ini bakal mendapat sesuatu yang lebih dari yang mereka sangka.
Saat itu Natal 2021, di kota Yarrawonga, Victoria, Australia. Ali dan Chris ingin merayakan Natal bersama para cucu dan memutuskan membawa keluarga mereka ke sebuah restoran.
Saat mereka duduk untuk menikmati hidangan, mereka melihat seorang pria tua di dekat mereka. Pria itu bernama Phil, ia duduk sendirian dan tampaknya tidak sedang menunggu siapa pun.
Bagi banyak orang, Natal merupakan momen bahagia dimana keluarga dan sahabat saling berkumpul dan menikmati suasana berlibur. Melihat seorang pria duduk sendiri dimana tak seorangpun mengajaknya berbicara, Ali merasa sedih melihat Phil.
Dia menyuruh putrinya yang berusia delapan tahun mendekati Phil untuk bergabung makan bersama mereka.
Gadis itu pergi ke meja Phil dan mengundangnya makan bersama mereka. Tanpa pikir panjang, Phil langsung mengiyakan.
Dalam sebuah unggahan yang dibagikan di forum “The Kindness Pandemic” di Facebook, kakak perempuan Ali, Helen, mengungkapkan perasaan harunya ketika Ali menceritakan kepadanya tentang keluarga pria itu, berkata bahwa “jika itu adalah ayah atau ibunya,” dia juga berharap seseorang akan mengundang mereka seperti itu.
Setelah duduk bersama keluarga Ali, Phil mulai menceritakan kisahnya saat masih di militer dan tentang istrinya yang menempati sebuah panti jompo. Kisah-kisahnya diterima dengan hangat oleh anak-anak Ali, yang menurut penuturan Helen kepada The Epoch Times, anak-anak mereka “menyambutnya dengan sangat ramah” dan mereka dibesarkan menjadi orang yang “baik dan penuh kasih”.
Kebaikan itu menular
Saat keluarga itu selesai makan, Ali yang bermaksud ingin membayar pesanan Phil. terkejut ketika kasir restoran memberitahunya bahwa tagihannya sudah lunas. Mereka kemudian mengetahui bahwa seorang di meja lain mendengar apa yang dilakukan keluarga Ali dan terinspirasi untuk membayar seluruh tagihan mereka, semangat Natal membawa berkah kepada yang lain.
“Kenyataan bahwa orang lain juga terdorong melakukan semangat kebaikan dengan mengamati sikap baik mereka dan memutuskan membayar makan malam mereka membuat cerita ini menjadi istimewa,” tutur Helen, yang menyebutnya sebagai kebaikan berlipat ganda.”
“Saya terharu ketika saudara perempuan saya memberi tahu saya apa yang mereka lakukan,” tambah Helen. “Saya merasa tindakan kebaikan seperti ini adalah hal yang teramat indah, mengembalikan kepercayaan orang-orang kepada kemanusiaan.”
Tersentuh akan kejadian tersebut, Helen mengangkat kisah Ali dan menuliskan dalam sebuah unggahan di grup “The Kindness Pandemic “ di Facebook untuk menginspirasi orang lain untuk menunjukkan kemurahan hati dan niat baik mereka kepada orang lain.
Unggahan Helen langsung mendapat tanggapan yang sangat positif dari grup tersebut, dengan 22.000 reaksi dan lebih dari 1.500 komentar.
“Indah sekali! Saya masih percaya ada kebaikan di dunia yang penuh tantangan ini,” komentar salah satu netizen. “Saya yakin dia sangat menikmati kebersamaan Anda & makanannya seperti keluarga Anda menikmati makan bersama dia. Luar biasa untuk orang lain yang membayari Anda semua. Kebaikan saling berbalas.”
“Membuat saya meneteskan air mata!” komentar yang lain. “Kakek tua tersayang itu akan mengingat kebaikan mereka dan gadis kecil itu akan mengingat kisah kakek itu… Itu adalah efek bola salju yang membawa keajaiban!”
Sebuah kebaikan kecil membawa dampak ibarat wabah kebaikan yang menyebar dari orang ke orang, melalui komunitas dan melewati perbatasan, membawa perdamaian dan harmoni ke setiap daerah yang terpapar. (visiontimes/sia/may)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
Di suatu negeri, seorang raja bermimpi, dalam mimpinya, ada seorang Dewa Wabah, datang menemuinya.
Dewa itu berkata:
“Raja, saya adalah Dewa Wabah, saya akan datang ke negerimu, dan saya akan mengambil nyawa 500 orang rakyatmu. Bersiaplah!”
Raja pun kemudian terbangun, dia sangat ketakutan dan khawatir. Segera dia menceritakan mimpinya kepada para penasehatnya.
PODCAST
Akhirnya diputuskan, bahwa mimpi sang raja akan diumumkan ke seluruh negeri, pengumuman pun dibuat, bahwa wabah akan datang ke negeri itu, dan akan menyebabkan kematian 500 orang.
Setiap hari, kerajaan memberikan peringatan yang sama, dan berpesan agar seluruh rakyatnya waspada.
Seluruh rakyat pun merasa takut, setiap hari mereka merasa was-was, cemas kalau-kalau mereka akan mati karena wabah.
Beberapa hari kemudian, wabah penyakit benar-benar terjadi di negeri itu, banyak orang ketakutan, dan akhirnya 1.000 orang mati karena wabah tersebut.
Setelah beberapa lama, wabah mulai mereda.
Raja kembali bermimpi, bertemu dengan Dewa Wabah, kali ini Dewa Wabah itu berkata:
“Raja, tugas saya sudah selesai, segera saya akan pergi dari negerimu, dan wabah di negeri ini akan segera berakhir.”
Tapi raja tidak senang, karena merasa Dewa itu telah menipunya, ia berkata:
“Tunggu, Dewa Wabah! Kamu adalah Dewa tapi kamu menipu saya. Kamu bilang akan mengambil 500 nyawa, tapi mengapa ada 1.000 rakyat saya yang mati?”
“Saya memang hanya mencabut 500 nyawa, tapi karena kamu sendiri yang menyebabkan suasana ketakutan di seluruh negeri, dan membuat setiap orang terus-menerus merasakan takut, akhirnya ada 500 orang lagi yang mati karena ketakutan.”
Di dalam situasi wabah, seseorang seharusnya mempertahankan sikap dan pikiran yang positif, dan tidak dicemaskan oleh ketakutan dan kekhawatiran berlebihan. Seperti yang diyakini banyak orang, penyakit adalah berasal dari pikiran, dan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Kisah berikut ini diambil dari buku Tiongkok kuno, Weizheng Shanbao Shilei, yang dapat diterjemahkan sebagai “Berkah untuk Perbuatan Baik dalam Urusan Pemerintahan.”
Zhang Qing adalah seorang sipir dalam bekerja di penjara negara. Dia jujur dan bijaksana. Dia seringkali membersihkan penjara untuk narapidana yang sakit. Dia akan mengingatkan para narapidana yang sehat untuk memperhatikan kebersihan dan melakukan pembersihan lebih sering agar tetap sehat. Alih-alih memandang rendah dan bersikap galak kepada para narapidana, ia sering bertukar pikiran dengan mereka seperti teman agar mereka kembali ke jalan yang benar ketika bebas nanti.
Zhang Qing juga suka membaca kitab suci. Ketika narapidana mengalami siksaan, dia akan berpuasa untuk mereka, dan pada akhirnya merawat mereka agar pulih. Ketika seorang tahanan terpidana mati dieksekusi, dia akan mendoakan dan melafalkan kitab suci untuk jiwa terpidana yang tewas itu selama sebulan penuh.
Pada tahun keempat di bawah pemerintahan Kaisar Jing You, ibukota dilanda wabah. Istri Zhang yang bernama Yuan terinfeksi dan sekarat. Kondisinya makin hari makin lemah sehingga akhirnya ia tak bergerak lagi. Keluarganya mempersiapkan pemakamannya, namun ternyata keesokannya Yuan sadarkan diri.
Yuan menceritakan kepada keluarga apa yang telah terjadi. Dia mengatakan bahwa ia mengalami mati suri. Ia merasa terbang perlahan-lahan keluar dari tubuh fisiknya menuju ke langit. Melalui perjalanna yang panjang, saat tiba di akhirat, dia melihat malaikat berbaju putih. Ia berkata kepadanya dengan suara khusyuk, “Suami kamu telah menjadi orang baik sepanjang hidupnya. Dia telah mengumpulkan banyak kebajikan. Dalam keturunannya, akan ada banyak yang menjadi pejabat tinggi. Mengapa kamu datang kesini? Ia memegang kaki Yuan dan mengusirnya. Kemudian dia terbangun.
Setahun kemudian, Yuan melahirkan seorang putra yang diberi nama Heng. Pada hari ketiga setelah Heng lahir, seorang Guru Taois melewati rumah Zhang Qing. Zhang mengundangnya.
Taois itu berkata, “Kamu seharusnya tidak memiliki keturunan. Hari ini, ketika saya melewati rumah kamu, saya mendengar bayi menangis. Apakah ini anakmu?” Zhang menceritakan kepadanya apa yang terjadi pada istrinya.
Taois itu berkata, “Sungguh, kamu telah melakukan perbuatan baik dan telah mengumpulkan maha kebajikan. Keturunanmu akan menikmati kehidupan yang makmur karena kebajikanmu. Terus lakukan apa yang telah kamu lakukan. “
Zhang diberkahi kesehatan dan berumur panjang dan meninggal pada usia 83 dalam tidur, tanpa penderitaan. Putranya Heng, kemudian menjadi pejabat tinggi. Heng memiliki enam putra yang semuanya sangat cakap. Salah satu dari mereka yang bernama Hong memiliki dua putra yang juga merupakan pejabat tinggi. Kisah keluarga Zhang dikagumi oleh banyak orang. Kisah itu membuat orang percaya bahwa perbuatan baik akan mendapat berkah. (minghui)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Pandemi telah berlangsung selama lebih dari setahun, dengan lebih dari 100 juta orang terinfeksi dan lebih dari 2,5 juta meninggal. Untuk memerangi virus, pemerintah telah menerapkan penguncian dan penggunaan masker, dan para ilmuwan berlomba untuk mengembangkan vaksin. Namun, dari perspektif lain, pandemi juga menunjukkan betapa tidak efektifnya manusia dalam menghadapi bencana alam.
Dengan perkembangan teknologi modern, taraf hidup masyarakat meningkat. Orang-orang juga menjadi semakin angkuh. Banyak yang tidak percaya pada dewa atau kepercayaan yang telah lama dipegang bahwa kebaikan akan mendapat balasa baik dan kejahatan akan mendapatkan ganjarannya. Moralitas merosot drastis dari hari ke hari.
Tetapi Dewa itu ada entah orang percaya atau tidak. Pemuasan diri manusia telah menyebabkan para Dewa murka. Badai, tsunami, gempa bumi, dan malapetaka yang sering terjadi telah berulang kali menunjukkan bahwa manusia tidak berarti di dunia ini.
Manusia juga telah mengembangkan banyak konsep, seperti keyakinan mutlak pada sains. Terutama dengan kemajuan pesat ilmu komputer, manipulasi genom, dan teknologi dirgantara, kehidupan masyarakat menjadi sangat bergantung pada ilmu pengetahuan modern. Akan tetapi, sains memiliki keterbatasan tersendiri karena sains modern didasarkan pada observasi empiris. Itu tidak menyentuh subjek yang tidak terlihat dan tidak dapat diraba, seperti keyakinan, Dewa, Buddha, baik dan jahat, dll.
Sebaliknya, orang Tiongkok kuno lebih berpikiran terbuka dan bijaksana. Mereka mempelajari alam semesta, kehidupan, dan tubuh manusia secara langsung. Pemikiran mereka jauh lebih luas. Misalnya, mereka percaya pada hubungan langit dan manusia. Mereka dapat meramalkan perubahan dalam masyarakat manusia dari fenomena alam. Mereka tahu prinsip saling menghidupi dan saling membatasi, dan percaya pada konsekuensi baik dan jahat.
Manusia saat ini diindoktrinasi dengan sains, dan mereka menolak hal-hal di luar sains tanpa merenungkan. Mereka menjadi berpikiran sempit. Orang kuno mengetahui tentang meridian dan titik akupuntur melalui kultivasi diri, tetapi orang modern baru mulai mempercayainya setelah keberadaan mereka dibuktikan melalui teknologi modern dalam seratus tahun terakhir.
Orang Tiongkok kuno percaya bahwa prinsip alam semesta adalah dasar dari segalanya, sedangkan teknik hanyalah alat. Orang modern menekankan teknik dan mengabaikan dasar-dasarnya. Misalnya, saat menangani wabah, orang fokus pada isolasi dan mengembangkan vaksin dan obat-obatan. Orang-orang kuno berfokus pada peningkatan standar moral dan energi yang lurus. Seperti yang ditunjukkan oleh kitab Tiongkok kuno yang terkenal Huangdi Neijing (Pengobatan Kuno Kaisar Kuning), “Dengan kebenaran di dalam diri, substansi jahat tidak dapat mengganggu.”
Menurut catatan sejarah, wabah penyakit sering terjadi pada akhir dinasti di Tiongkok, seperti Han Timur, Yuan, Ming, dan Qing. Di akhir setiap dinasti, kaisar biasanya tidak memiliki kebajikan, pejabat korup, dan orang baik dianiaya.
Wabah juga terjadi ketika keyakinan yang lurus dianiaya. Misalnya, selama beberapa ratus tahun pertama ketika orang Kristen dianiaya karena keyakinan mereka di Kekaisaran Romawi, orang-orang di Roma mengalami empat wabah besar.
Wabah sering menyerang ketika moralitas manusia rusak. Ketika “wabah hitam” melanda Eropa selama tahun 1300-an, banyak pendeta jahat dan menggunakan agama sebagai alasan untuk mengumpulkan kekayaan. Pada tahun 1665, wabah pes menyebar di London, merenggut nyawa 100.000 orang. Saat itu, kota London berada pada awal Revolusi Industri. Beberapa orang percaya Wabah Besar adalah hukuman Dewa untuk kota yang penuh dosa.
Wabah sering kali dimulai dan berakhir tanpa peringatan. Datangnya wabah biasanya menandakan berakhirnya dinasti yang jahat dan / atau dimulainya pemulihan moralitas manusia.
Wabah juga tampaknya selektif pada korbannya. Misalnya, ada wabah penyakit di tahun terakhir Dinasti Ming. Tetapi wabah itu tampaknya hanya mengenai tentara Ming. Lawan mereka tidak terinfeksi. Demikian pula, dilaporkan bahwa orang Kristen tampaknya tidak terinfeksi selama wabah Romawi kuno.
Jika wabah diatur oleh langit, penguncian dan penggunaan masker hanyalah teknik permukaan. Solusi mendasar bagi orang-orang adalah memperbaiki moralitas dan keyakinan lurus kepada Dewa. (id.minghui.org)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Hidup itu sulit, dan terkadang kita melakukan tindakan yang kita sesali. Ada seorang kanselir besar yang terkenal dimasa Dinasti Song Tiongkok bernama Kou Zhun, yang meninggalkan artikel singkat namun legendaris yang menjelaskan tentang enam jenis penyesalan.
Panjangnya hanya 42 karakter tetapi memiliki pengaruh besar pada orang-orang sejak saat itu. Faktanya, seorang menteri terkenal dari Dinasti Qing bernama Zeng Guofan menganggap isi artikel tersebut sebagai etos pribadinya dan merekomendasikannya kepada orang lain untuk introspeksi diri.
1. Melakukan Hal-hal Tercela saat Berkuasa
Mereka yang berkuasa seharusnya melayani orang lain bukan diri mereka sendiri. Banyak orang yang memasuki posisi pimpinan atau jabatan yang lebih tinggi memiliki standar moral yang baik di awal karir mereka, tetapi begitu mereka gagal menahan godaan dan tersesat, mereka menghadapi akhir yang menyedihkan. Ketika skandal mereka terungkap, sudah terlambat bagi orang tersebut untuk menebus kesalahannya, dan mereka akan dipenuhi dengan penyesalan.
2. Boros saat Kaya
Setelah mengalami kemiskinan, ketika seseorang menjadi kaya seringkali lupa untuk berhemat dan malah hidup dengan boros. Tetapi ketika kekayaan mereka habis, mereka menyesal karena mereka duduk di rumah kosong mereka. Orang bijak harus mempraktikkan pengelolaan keuangan dengan mempertimbangkan hari-hari tidak beruntung, serta rajin dan hemat agar keluarganya sejahtera. Jika tidak, mereka akan menghabiskan harta mereka dalam waktu singkat.
3. Tidak ada Keterampilan yang Dipelajari Saat Muda
Orang harus mempelajari suatu keterampilan saat mereka masih muda; jika tidak, mereka akan menyesal di masa tua mereka. Banyak remaja hidup tanpa arah dan ketika mereka mencapai usia paruh baya, mereka akan menemukan bahwa mereka tidak ahli dalam apa pun dan tidak akan dapat mencapai apa pun yang berharga. Keterampilan yang baik yang dipelajari di usia muda dapat membuat perbedaan besar di kemudian hari.
4. Tidak Belajar dari Pengalaman
Tidak ada orang yang sempurna dan tanpa kesalahan. Melakukan kesalahan adalah manusiawi, dan memperbaiki kesalahan adalah kebajikan. Ketika anda belajar dari dan mengingat sebuah pengalaman, kebijaksanaan anda tumbuh. Tetapi jika anda tidak mendapatkan pelajaran dari kesalahan anda, anda akan terus jatuh ke dalam kesalahan yang sama, menunjukkan kebodohan anda dan anda akan menyesal.
5. Melakukan Kebodohan Ketika Mabuk
Alkohol membuat orang kehilangan kesadaran sejatinya, sudah banyak kasus orang tidak dapat mengendalikan emosi dan amarahnya ketika mabuk, sehingga mereka berbicara dan berperilaku liar. Kadang-kadang mereka mengatakan atau melakukan hal-hal yang melampaui batas, yang membuat mereka menyesal keesokan harinya. Yang paling berbahaya dalah mengemudikan kendaraan ketika mabuk, yang bisa menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa.
6. Mengabaikan Tubuh Ketika Sehat
Ketika sehat, jika orang gagal menjaga kesehatannya, maka penyakit dapat menyerang seperti badai yang tiba-tiba. Orang harus berhati-hati bekerja lembur karena bisa menguras tenaga. Tidak ada gunanya mendapatkan uang dengan mengorbankan kesehatan anda, karena uang yang banyak tidak dapat memulihkan kesehatan anda ke kondisi semula. Dan begitu uang anda habis dan kesehatan anda tidak membaik, anda akan hidup dengan penyesalan.
Kesimpulan
Hidup ini penuh dengan penyesalan, seperti cinta sejati yang ditinggalkan, pekerjaan yang dilepas atau pendidikan yang tidak diselesaikan. Untuk menghindari penyesalan seperti itu, anda harus belajar dari pengalaman anda dan bekerja lebih keras untuk memperbaiki masa depan anda. (visiontimes/bud/ch)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Sebagian besar masyarakat modern di seluruh dunia menilai manusia melalui pengaruh yang dimilikinya atas lingkungannya. Sukses ditentukan oleh indikator ini, yaitu seberapa mampu anda mengendalikan masyarakat. Ini adalah apa yang sebagian besar pemerintah lakukan kepada warga dan perusahaan kepada karyawan mereka. Adalah bahwa hampir mustahil untuk mengontrol dunia dengan mencoba mengontrol haluan alam.
Kita dapat menjalani hidup secara lebih sempurna dengan mempelajari seni pelepasan. Anda dapat mendominasi dunia melalui pemahaman yang mendalam tentang bagaimana dunia bekerja daripada menerapkan pemaksaan dan mencoba mengendalikan segala sesuatu di sekitar anda. Kitab Tao yang utama, yang ditulis oleh Lao Tzu, memberikan pengetahuan ini, dan ajaran ini relevan bahkan hingga hari ini. Sebagai contoh, kita dapat menjadikannya sebagai pedoman untuk mengatur suatu negara. Ini memperdalam konsep mengatur tanpa aturan.
Dalam skenario di mana sistem dipakai untuk mengendalikan dan mengontrol setiap aspek kehidupan manusia agar sesuai dengan peraturan, dengan berjalannya waktu ditemukan banyak hal telah menjadi buruk. Ketika sistem sudah mulai menyentuh privasi dan mengekang kebebasan manusia, pada saat itu rakyat akan mulai berubah menjadi pembangkang. Sebaliknya, sistem yang menggunakan pendekatan yang lebih persuasif dan santai dengan tetap memperhatikan integritas individu akan berhasil mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Melalui “wu wei,” atau “non-action,” Lao Tzu berbicara tentang pentingnya tidak bertindak dalam segala situasi untuk mendapatkan kendali, melainkan mengalir mengikuti situasi tersebut. Jelas sekali, umat manusia telah berkembang sejauh ini dengan menerapkan kekuatan sistem pada lingkungannya. Seharusnya tidak ada salahnya mencoba menerapkan kekuatan kharisma diri sendiri untuk mengubah lingkungan kita menjadi lebih baik. Namun, penting untuk dipahami bahwa segalanya ada batasnya dan jika terjadi di luar batas, sistem akan menghancurkan semua yang coba dilindungi dan lestarikannya.
Pohon adalah contohnya. Anda dapat memilih tempat yang bagus untuk menabur benih, menyiraminya, memberi makan dengan pupuk kandang, dan menyediakan akses ke sinar matahari, tetapi di luar itu, anda tidak memiliki kendali atas cara pohon itu bertumbuh.
Merangkul Perubahan
Tao memberitahu kita tentang cara menjalani hidup, yaitu berjalan melalui pergerakan antara dua konsep yang berlawanan, seperti terang dan gelap, tinggi dan rendah, yin dan yang. Perubahan tidak bisa dihindari. Anda hanya bisa sukses dengan belajar beradaptasi dengannya. Hidup adalah tentang menjadi lembut dan menyesuaikan sementara kematian adalah tentang menjadi kaku dan kering.
Anda harus belajar mengikuti arus dari aliran kehidupan yang alami dengan sesekali berpegangan pada batu atau cabang untuk mengontrol posisi anda, untuk melakukan introspeksi diri mencari ke dalam. Banyak sekali orang yang menyia-nyiakan waktunya untuk terus berjuang melawan arus kehidupan. Dari pada terus menerus mencoba mengatasi kelemahan anda untuk mempertahankan posisi anda dengan kaku, lebih baik memakai kelebihan anda mengikuti arus kehidupan yang terus berubah untuk melakukan penyesuaian posisi.
Aspek lain dari perubahan yang perlu dipahami adalah bahwa konsep yang baik adalah relatif. Satu konsep yang baik dalam satu situasi belum tentu baik dalam situasi yang berbeda. Penting untuk belajar meninggalkan apa yang tidak berguna dan beralih ke yang berguna.
Kunci Kebahagiaan
Kita akan menjadi paling bahagia saat kita melakukan yang terbaik tanpa memikirkan imbalan atau hasil yang mungkin diperoleh. Penting untuk memahami keseimbangan antara berada di atas dan di bawah. Kehidupan yang tidak berlebihan adalah kunci kebahagiaan dan pelepasan adalah jalan menuju tujuan itu. (visiontimes/ron/ch)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.