Fokus

China Bakar Sentimen Anti-Jepang, Tokyo Kirim Utusan Khusus

China telah mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang, dan Hong Kong pun mengikutinya. Turis China biasanya mencapai sekitar seperempat dari seluruh pengunjung ke Jepang setiap tahun. Ini terjadi setelah Perdana Menteri Jepang menegaskan bahwa setiap krisis keamanan di Selat Taiwan akan berdampak pada Jepang yang akan memicu aksi militer. Takaichi menolak menarik kembali pernyataannya.

Beijing menanggapi dengan tajam dalam sebuah unggahan di X, seorang diplomat China di Jepang mengancam akan memenggal kepala Takaichi, media pemerintah melancarkan serangan pribadi, sementara media nasional memicu sentimen anti-Jepang.

Propaganda resmi mengisyaratkan pembalasan ekonomi. Sebagai tanggapan, Tokyo mengirimkan utusan ke China untuk meredakan ketegangan. Utusan itu diperkirakan akan mendesak Beijing untuk berhenti merusak hubungan bilateral dan mengakhiri penggunaan pariwisata sebagai senjata politik.

Pekan lalu, Kemenlu China dan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata mengimbau warga negaranya untuk tidak mengunjungi Jepang. Agen-agen perjalanan milik negara menangguhkan tur kelompok dan individu, maskapai penerbangan mengizinkan perubahan tiket atau pengembalian dana gratis, dan pemrosesan visa dilaporkan dihentikan sementara.

Namun, reaksi publik di China beragam. Beberapa mengatakan mereka akan melanjutkan perjalanan yang telah direncanakan, menyebut politik sebagai hal yang tidak relevan.

Sementara itu, film Jepang Demon Slayer telah mengungguli film-film domestik yang baru-baru ini dirilis di box office China. Di tengah propaganda anti-Jepang yang kembali marak di media pemerintah dan platform sosial, kedutaan besar Jepang di China memperingatkan warganya agar tetap waspada.

Menjelang KTT G20 minggu ini di Afrika Selatan, China telah mengumumkan bahwa Perdana Menteri Li Qiang tidak berencana bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

slot gacor