Fokus

China Jual Obligasi A.S. Senilai 18.9 Milyar Dolar

Selama bertahun-tahun, China telah membeli dan menyimpan obligasi AS sebagai bagian dari cadangan devisanya, namun kini Beijing menjual sebagian besar obligasi itu pada bulan Maret, saat meningkatnya ketegangan perang dagang dengan AS.

Jumat pekan lalu, Departemen Keuangan AS berkata China menjual obligasi AS senilai 19 miliar dolar pada bulan Maret, hingga negara itu turun ke posisi tiga pemegang obligasi terbesar setelah Jepang dan Inggris. Obligasi AS dibeli sebagai cara untuk menyimpan kekayaan, mendapatkan bunga, dan menstabilkan mata uang mereka sendiri dengan dukungan dolar.

Mereka menjualnya saat ingin memperluas investasi atau mengatasi ketegangan geopolitik, dan ini dapat memengaruhi suku bunga AS dan biaya pinjaman. Jika pemegang obligasi AS mulai menjual dalam jumlah besar, itu bisa menyebabkan suku bunga hipotek yang lebih tinggi, pinjaman yang lebih mahal, dan beban utang yang lebih berat bagi pemerintah AS.

Langkah China untuk menjual dianggap sebagai suatu pembalikan, sebab pada Januari dan Februari tahun ini, China masih melakukan pembelian. Ada kekhawatiran bahwa China mungkin menggunakan kepemilikannya yang besar di Departemen Keuangan AS sebagai alat tawar-menawar dalam perang dagang yang sedang berlangsung.

Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menepis gagasan itu, dengan alasan itu akan lebih merugikan China daripada AS. Sementara itu, kedua negara sedikit melonggarkan tarif minggu lalu, yang menandakan langkah kecil menuju de-eskalasi.