China memperketat pembatasan terhadap siapa saja yang boleh keluar masuk perbatasannya. Mulai hari ini, pihak berwenang China dapat mencegah warganya meninggalkan negara jika mereka melanggar aturan ekspor teknologi. Mereka yang dianggap merugikan keamanan nasional China di luar negeri juga dapat dilarang meninggalkan China setelah kembali. Peraturan masih samar mengenai apa yang dianggap merugikan kepentingan nasional. Ini terjadi seiring upaya Beijing membatasi arus keluar talenta dalam persaingan teknologi dengan AS.
Warga AS yang tinggal atau mengunjungi China juga menghadapi risiko penangkapan atau penahanan yang tidak adil. Berdasarkan hukum China, warga AS dapat ditahan karena melakukan kegiatan bisnis rutin dan penelitian di ranah publik. Mereka juga dapat ditahan karena mengirim pesan elektronik pribadi yang mengkritik PKC. Deplu AS menyatakan warga harus berasumsi bahwa badan keamanan China dapat membaca email, pesan teks, maupun postingan media sosial yang dikirim ke atau dari China. Hal yang sama dapat terjadi jika mereka menginstal aplikasi China di ponsel mereka, bahkan jika mereka berada di luar China.
