Di kala warga AS merayakan Halloween dengan kostum, permen, dan pesta jalan, pihak berwenang China justru sibuk menghentikan serta menahan orang-orang berkostum. Halloween di China tampaknya menjadi perayaan yang kian ditakuti oleh otoritas berwenang.
Di Xi’an, polisi memaksa seorang pria mengenakan seragam APD era COVID untuk melepas kostumnya. Di Hangzhou, aparat membawa seorang pria berkostum Ultraman. Di Tianjin, seseorang berpakaian meniru sosok Donald Trump diperiksa aparat. Sementara di Shanghai, dua wanita berkostum dibawa pergi aparat sementara warga mengelilingi mobil polisi sambil berteriak, “Bebaskan mereka!”
Ketika berkumpul, berpendapat dan protes dibatasi secara ketat, cosplay atau meme menjadi alternatif untuk menyalurkan aspirasi. Anak-anak muda di China mengubah Halloween menjadi ajang sindiran soal kehidupan keseharian. Beberapa kostum menyindir platform lowongan kerja sebagai penipuan, grafik saham yang anjlok dan platform market place.
Otoritas merespon dengan mengerahkan pasukan, memasang barikade, dan melarang penggunaan kostum. Pertanyaannya, apakah mereka takut pada Halloween atau pada apa yang disampaikan rakyat.
