Beberapa merek besar China menghapus Kylian Mbappe dari iklan-iklan mereka. Ini bermula dari wawancaranya dalam sebuah acara Prancis The Bridge, dimana ia berkata tentang meme daring yang menggambarkannya sebagai seorang diktator. Saat ditanya meme mana yang menjadi favoritnya, Mbappe menjawab, tanda kutip, Sebuah video yang dibuat seseorang tentang seorang pria, saya rasa dia adalah seorang diktator China.
Mbappe tidak menyebut nama, tetapi klip menampilkan wajah Mbappe yang dibuat mirip Mao Zedong.
Reaksi keras pun segera muncul. Boikot diberlakukan, siaran Liga Sepak Bola Spanyol ditangguhkan karena Mbappé bermain di liga tersebut.
Akun media sosial Red Note Mbappé di China dilarang menerima pengikut baru, dan kecaman online berdatangan. Ini termasuk kecaman dari media sepak bola online terbesar China.
Kemenlu China dan media negara China Global Times ikut berkomentar, menyatakan bahwa Mbappe kini sedang menanggung akibatnya dan pantas mendapatkannya.
Zack Dychtwald pendiri Bridge Works Global, menjelaskan seperti apa lingkungan bisnis di China
[Zack Dychtwald]:
“Saat semua lancar, semua orang merayakannya, tapi saat Anda melakukan kesalahan, konsekuensinya sangat menyakitkan dan balasan datang dengan cepat.”
Mbappe dan Liga Spanyol mengeluarkan pernyataan maaf menyatakan mereka menyesali komentar Mbappe.
Hal ini sekali lagi menyoroti pola yang diikuti oleh industri olahraga untuk dapat mengakses pasar China. Jangan mengatakan hal buruk tentang Partai Komunis. Jika ada yang melanggarnya, segera tarik kembali pernyataan tersebut dan promosikanlah narasi pro-PKC.
Sejarah mencatat bahwa Mao Zedong memang benar-benar seorang diktator dan bertanggung jawab atas pembunuhan jutaan warganya.
Komite Khusus DPR AS tentang Partai Komunis China menanggapi hari Selasa dengan mengatakan Mbappe seharusnya tidak meminta maaf karena menyebut Mao Zedong seorang diktator. Komite menambahkan bahwa penderitaan yang ditimbulkan Mao terhadap rakyat China melebihi apa yang dapat dirangkum oleh komentar Mbappe.
