China sedang meluncurkan alat uji virus Nipah secara nasional, meskipun mengklaim bahwa belum ada kasus yang terkonfirmasi. China memiliki sejarah pelaporan kasus virus lebih rendah dari kenyataan, hingga sulit mengetahui keadaan sebenarnya.
Wabah virus Nipah di India telah membuat Asia siaga tinggi. Meskipun jarang, virus ini membunuh lebih dari setengah mereka yang terinfeksi.
Menurut WHO, virus ini berpotensi memicu pandemi dan saat ini belum ada obat maupun vaksin. Namun, hanya sehari setelah infeksi virus ini dilaporkan di India, Institut Virologi Wuhan mengumumkan telah menemukan obat potensial untuk Nipah. Dan ya, Anda tidak salah dengar, Institut Virologi Wuhan.
Sementara itu, otoritas China mengatakan CDC lokal di seluruh negeri sekarang dapat melakukan tes lab untuk virus tersebut. Mereka juga telah menimbun bahan kimia untuk pengujian darurat.
Sebuah perusahaan China telah meluncurkan alat uji untuk virus Nipah. Sementara, negara-negara Asia seperti China, Thailand, Singapura dan Vietnam meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara untuk mencegah penyebaran virus.
Virus Nipah membutuhkan waktu hingga 45 hari untuk menunjukkan gejala setelah infeksi. Virus dapat menyebar dari hewan seperti babi dan kelelawar buah ke manusia, serta menular antar manusia melalui makanan yang terkontaminasi.
Mereka yang terinfeksi virus dapat mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, muntah, dan sakit tenggorokan atau tidak menunjukkan gejala sama sekali.
