Kota-kota besar di China, termasuk Beijing dan Shanghai, telah memperingatkan warga mereka, bahwa kasus flu burung yang menginfeksi manusia sedang meningkat. Walaupun begitu, CDC China masih belum dapat memberikan detail tentang kekhawatiran kesehatan publik ini.
Inilah yang dikatakan oleh Beijing Daily, sebuah media surat kabar yang dimiliki oleh negara China. Hari Kamis, surat kabar itu memuat peringatan dari dewan negara China, mengakui bahwa influenza burung dan virus cacar monyet sebagai penyakit yang sedang menyebar dan dapat menular ke manusia. Pengumuman berbunyi, “influenza burung dalam manusia masih tetap dalam tingkat rendah dan tidak merata”. Pengumuman ini juga meminta para pejabat di seluruh negeri untuk, mengutip, memberlakukan pencegahan dini dan kontrol dari epidemi musim semi.
Lebih jauh lagi, peringatan risiko kesehatan CDC China untuk bulan Januari dan Februari mengindikasikan bahwa influenza A telah terdeteksi di manusia. Namun kedua sumber gagal untuk memberikan detail, seperti dimana kasus telah ditemukan. Laporan terakhir bahkan tidak memberikan data tentang strain flu burung apa yang ditemukan. Mereka hanya mengatakan bahwa infeksi itu disebabkan oleh, tanda kutip, strain lain.
Amerika Serikat telah lama mengkritik Beijing karena telah menutup-nutupi informasi tentang kesehatan publik, terutama pada pandemi Covid-19.
Pindah ke Shanghai, seorang pengguna internet China membagikan tampilan pengumuman di media sosial China dua minggu lalu. Pengumuman itu mengindikasikan bahwa pasien perlu memberitahu penyedia layanan kesehatan mereka, jika mereka telah berkontak langsung dengan unggas dalam waktu 10 hari setelah mulai sakit. Otoritas Shanghai baru-baru ini melarang perdagangan unggas hidup, dan berlaku untuk 3 tahun kedepan. Itu adalah untuk, mengutip, menghindari risiko kesehatan publik. Tetapi hanya sedikit informasi yang diberikan. Kami akan tetap melaporkan berita terbaru tentang apa yang sedang terjadi dengan kesehatan publik di China, seiring perkembangan situasi.

