Fokus

China Rencana Perketat Ekspor Tungsten, Antimon, Perak

China memperkenalkan potensi hambatan baru dalam rantai pasokan AS dengan memperketat cengkramannya pada material utama. Setelah perundingan perdagangan AS-China di Korea Selatan, Kementrian Perdagangan China mengumumkan kontrol ekspor baru untuk tungsten, antimon dan perak, yang penting untuk manufaktur canggih AS.

Tungsten dan antimon adalah kunci bagi sistem persenjataan, mobil dan semikonduktor. Produsen chip seperti TSMC dan Nvidia mengandalkan tungsten untuk produksi chip, sementara perak sangat penting bagi peralatan 5G dan perangkat medis.

Langkah ini membuat Beijing dapat menjegal rantai pasokan lain AS. Aturan baru itu menetapkan persyaratan bagi produsen dalam negeri dan pedagang yang mengajukan izin ekspor, serta merinci proses untuk memastikan hanya mereka yang memenuhi syarat yang disetujui. Aturan akan mulai berlaku di 2026 dan 2027.

Beijing berkata langkah ini bertujuan melindungi sumber daya dan lingkungan, namun, pemurnian tanah jarang yang juga didominasi China, adalah salah satu industri paling berpolusi. Menurut Harvard International Review, dominasi China dalam industri tanah jarang sebagian besar akibat peraturan lingkungan yang lemah, hingga China dapat menggunakan metode yang lebih murah dan berpolusi tinggi.

Pembatasan ekspor baru ini menunjukkan bagaiman Beijing memanfaatkan cengkramannya pada material penting dan menimbulkan risiko di seluruh rantai pasokan global.

Uni Eropa membuka jalur khusus dengan China agar material tanah jarang dapat terus mengalir untuk industri Eropa. Hal itu menurut komisioner perdagangan Uni Eropa hari Rabu, setelah China memberlakukan kontrol ekspor tanah jarang yang dapat menimbulkan potensi gangguan rantai pasokan kendaraan listrik dan teknologi lain. Melalui jalur baru ini, Brussels dan Beijing akan memprioritaskan perusahaan Eropa serta mempercepat perizinan ekspor.