China menyebarkan informasi palsu tentang misi penyelamatan AS baru-baru ini di Iran. Memamerkan kekuatan militernya, AS sukses menyelamatkan dua pilot F-15 di Iran, menyoroti kemenangan operasional besar. Namun komunis China menyebarkan klaim palsu yang tampak selaras dengan narasi Iran di seluruh saluran media pemerintahannya.
NTD menguji kata kunci pencarian seperti “pasukan AS” di mesin pencari terbesar China. Sebagian besar liputan tentang penyelamatan bernada negatif yang menggemakan narasi buatan Iran. Judul berita antara lain “mimpi dominasi udara AS hancur di Iran” dan “Iran mempublikasikan foto tentara AS yang tewas”.
Ada juga berita yang menuduh AS menggunakan operasi tersebut sebagai pencurian bijih tambang di Iran. Tuduhan ini sepertinya didorong oleh kemenlu Iran.
Pasukan khusus AS berhasil menyelamatkan kedua pilot yang jatuh di Iran meskipun Tehran menawarkan hadiah besar bagi yang bisa menangkapnya. Presiden Trump memerintahkan misi penyelamatan segera setelah intelijen AS memperoleh informasi. Dalam operasi militer AS kehilangan sebuah jet tempur dan beberapa pesawat lain.
Media China menggambarkan kerugian besar mencapai ratusan juta dolar, namun banyak pengguna internet China berfokus pada fakta bahwa AS mengutamakan nyawa tentara di atas uang. Seorang pengguna berkomentar, “Bertugas di militer AS adalah sepadan” Pengguna lain memposting, “400 juta dolar ditambah risiko yang tidak dapat diprediksi hanya untuk menyelamatkan seorang tentara yang bahkan mungkin mengalami cacat permanen. Itu saja sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan kepercayaan bangsa.”
Sebagai perbandingan, di tahun 2020 media China melaporkan peralatan baru untuk tentara yang ditempatkan di Tibet, memungkinkan tentara melakukan bunuh diri jika tertangkap hanya dengan menekan sebuah tombol. Komandan mereka juga dapat mengaktifkan fungsi itu jika diperlukan.
