Fokus

Darah Jadi Data: Pengumpulan Sampel Darah Massal di China Utara Bikin Warga Khawatir

Sekarang kita soroti sebuah kota di Mongolia Dalam, China. Polisi setempat sedang melakukan pengumpulan sampel darah massal dari semua pria dewasa. Langkah ini telah mengejutkan banyak orang di seluruh China. Banyak yang mempertanyakan apakah pengumpulan data sensitif dari kelompok sebesar itu diperbolehkan dan mengapa pihak berwenang melakukannya.

Pengumpulan sampel darah massal sedang berlangsung di Xilinhot, Mongolia Dalam, China Utara. Pihak berwenang mengatakan semua pria berusia 18 hingga 45 tahun diwajibkan untuk berpartisipasi tanpa kecuali.

Upaya pengumpulan telah berlangsung selama hampir sebulan. Sampel yang dikumpulkan akan didokumentasikan di bank DNA lokal dan dihubungkan dengan KTP dan paspor pemilik. Pejabat kota mengklaim kampanye ini bertujuan untuk melacak populasi yang rentan hilang seperti lansia dan anak di bawah umur.

Beberapa pakar medis di China berspekulasi bahwa pengambilan sampel tersebut mungkin dikaitkan kasus kriminal, tapi tampaknya ini menyangkut hal yang lebih luas.

Warga mengatakan kepada media China bahwa pihak berwenang juga mengumpulkan riwayat medis keluarga dan informasi setidaknya tiga generasi. Berita ini membuat banyak warga China khawatir, banyak yang menyuarakan online tentang meningkatnya pengawasan negara. Beberapa bahkan mempertanyakan apakah pengumpulan dapat diam-diam digunakan untuk mengidentifikasi donor organ yang cocok.

Rezim China telah lama menghadapi tuduhan melakukan pengambilan organ paksa yang disetujui negara di seluruh negeri. Kelompok HAM internasional berkata praktisi Falun Gong adalah target utama. Falun Gong adalah disiplin spiritual yang telah dianiaya secara brutal oleh PKC di China sejak tahun 1999.