Direktur FBI Kash Patel memperingatkan bahwa China tetap merupakan ancaman siber terbesar bagi AS. Kepada Fox News, Patel menyoroti upaya FBI dalam memperketat pengawasan siber.
“Jika kita telaah laporan intelijen tahun lalu, China adalah ancaman siber yang paling giat dan paling aktif di dunia saat ini. Tahun lalu FBI telah menangkap 200 lebih pelaku siber, dan tahun ini angkanya sudah mencapai 60 orang. Kami telah meluncurkan Operasi Winter Shield, yang merupakan kampanye 60 hari dengan keterlibatan langsung dengan sektor swasta. Jadi permintaan kami kepada sektor swasta setelah 600 lebih keterlibatan kami dalam 60 hari adalah izinkan kami masuk lebih awal, hubungi kami sesering mungkin. Tim siber dan tim CAT kami akan datang untuk mengusir para aktor jahat ini, dan membongkar jaringan mereka.”
Patel juga menyoroti berbagai keberhasilan FBI lainnya, termasuk penangkapan puluhan ribu pelaku kejahatan kekerasan dan pembubaran ribuan geng. Selain itu, lebih dari 6.000 anak korban kejahatan berhasil ditemukan. Ia juga berkata bahwa FBI telah menyita banyak fentanil yang cukup untuk membunuh 180 juta warga Amerika.
