Dokumen rahasia pemerintah AS mengungkap upaya China menggiring opini publik lewat operasi siber untuk mendiskreditkan pemerintahan Trump jelang Pemilu AS 2020. Operasi ini dirancang dengan memanfaatkan keretakan sosial di AS, khususnya isu rasial dan perselisihan antar partai.
Laporan menyebut China memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, dan X untuk memperkeruh situasi.
Sementara itu, dokumen rahasia lain yang diperoleh dari Dewan Intelijen Nasional AS pada Januari 2020 menyatakan: “Kami menilai negara-negara rival AS, termasuk Rusia, China, Iran, dan Korea Utara, serta kelompok non-pemerintah, memiliki kemampuan untuk meretas infrastruktur Pemilu Presiden AS 2020.”
Dokumen ini dirilis di tengah desakan Presiden Trump untuk memperketat aturan pemilu.
